Pada usia baru 17 tahun, Vasilije Kostov sedang menulis ulang catatan sejarah di level tertinggi sepak bola Serbia. Gelandang serang muda ini merupakan permata terbaru dari akademi legendaris Crvena Zvezda Beograd (Red Star Belgrade) dan telah menarik perhatian klub-klub elit Eropa berkat performanya yang luar biasa bersama klub terbesar di negaranya.
Musim ini benar-benar menjadi tahun terobosan bagi Kostov. Setahun yang lalu ia masih bermain di tim U-19 Red Star, namun hanya dalam waktu 12 bulan, ia kini menuntaskan musim debut di level senior dengan kontribusi lebih dari 20 gol dan assist secara total.
Belum genap berusia 18 tahun, catatan impresif tersebut dan penampilannya yang dinamis bersama calon juara Serbia telah membuat banyak klub besar Eropa tertarik. Arsenal, Barcelona, dan Bayern Munchen disebut sebagai beberapa di antara klub elit yang terus memantau perkembangan luar biasa sang pemain muda.
Berikut adalah segala hal yang perlu diketahui tentang remaja yang sedang mengguncang sepak bola Serbia ini...
Awal perjalanan
Lahir di Beograd, ibu kota Serbia, pada Mei 2008, perjalanan Kostov dimulai di akademi lokal SF Royal FC. Namun, ia segera menarik perhatian salah satu klub terbesar di negeri itu. Pada usia tujuh tahun, ia direkrut oleh Crvena Zvezda, klub paling populer dan sukses di Serbia, yang dikenal dengan rivalitas sengitnya melawan Partizan Beograd.
Sejak muda, bakatnya sudah terlihat menonjol. Kostov cepat naik level di akademi Red Star. Pada musim 2023-24, ketika baru berusia 15 tahun, ia mencatatkan 20 kontribusi gol untuk tim U-17 dan kemudian dipromosikan ke tim U-19 untuk musim berikutnya. Penampilan impresif melawan pemain-pemain yang tiga tahun lebih tua membuatnya segera masuk radar tim utama.
Momen besar
Penampilan Kostov dalam laga derbi muda melawan Partizan pada musim 2024-25 membuat namanya mencuat. Setelah mencetak gol spektakuler dalam kemenangan kandang pada September, pemain berusia 16 tahun itu kembali menjadi pahlawan dengan gol kemenangan di waktu tambahan saat tandang pada Maret. Ia melewati tiga bek sebelum menaklukkan kiper, memicu selebrasi liar yang berujung keributan antar pemain muda kedua tim.
Kostov dipromosikan ke tim utama pada awal 2025, namun ia masih sering memimpin tim U-19 karena pelatih kepala saat itu, Vladan Milojevic, hanya sesekali menyertakannya dalam skuad pertandingan. Debut seniornya datang lewat penampilan 10 menit menghadapi Beograd di Liga Super Serbia pada awal April tahun lalu. Namun, ia perlu bersabar untuk mendapatkan menit bermain lebih konsisten.
Perkembangan terkini
Musim ini menjadi kisah berbeda. Setelah mengikuti pramusim bersama tim utama, Kostov kini menjadi anggota penuh skuad senior di usia 17 tahun dan tampil menawan di setiap kesempatan.
Setelah awal musim yang solid, termasuk gol indah di Liga Europa saat debut kontinental melawan Porto, debut di tim nasional senior, serta perpanjangan kontrak pada Oktober, performa Kostov meningkat tajam sejak pergantian tahun seiring kembalinya legenda Inter Milan dan Serbia, Dejan Stankovic, sebagai pelatih kepala.
Lebih sering dimainkan sebagai gelandang serang setelah sebelumnya ditempatkan di sisi sayap, Kostov mencetak enam gol dalam enam pertandingan liga antara awal Februari hingga pertengahan Maret, plus dua assist. Ia menunjukkan dinamika luar biasa di posisi nomor 10. Deretan gol tersebut termasuk satu lagi ke gawang Partizan, membuatnya menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah derbi abadi Serbia itu.
Secara keseluruhan, jumlah gol dan assist-nya di semua kompetisi musim ini telah mencapai 21 — angka luar biasa untuk pemain seusianya.
Kekuatan utama
Kostov bisa dibilang sebagai tipe gelandang serang klasik nomor 10, namun dengan kualitas modern. Ia mengandalkan visi dan kreativitas, tetapi juga memiliki kecepatan serta kekuatan fisik yang dibutuhkan untuk bersaing di era sepak bola masa kini.
Pusat gravitasi tubuhnya yang rendah memungkinkan perubahan arah yang eksplosif. Meskipun masih muda, tubuhnya yang kokoh dengan tinggi 173 cm membuatnya sulit dijatuhkan, dan ia sering menggunakan tubuhnya untuk melindungi bola dari tekanan lawan.
Statistiknya menunjukkan naluri mencetak gol dan kemampuan menciptakan peluang yang matang untuk pemain 17 tahun. Namun, mentalitasnya juga menjadi sorotan. “Saya sangat percaya pada anak itu,” kata mantan pelatih Red Star, Vladan Milojevic. “Di atas segalanya, dia memiliki etos kerja yang positif, mau mendengarkan pelatih, dan rajin berlatih secara individu.”
Hal yang perlu ditingkatkan
Tentu agak tidak adil mengkritik pemain 17 tahun yang tampil konsisten di level tertinggi negaranya. Namun, karena masih sangat muda, wajar jika ada aspek yang perlu diasah, terutama kontribusi defensifnya. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, ia juga bisa lebih sering menantang lawan dalam situasi satu lawan satu.
Satu hal yang perlu diwaspadai adalah agar kesuksesan awal ini tidak membuatnya terlena. Dalam wawancara dengan media Serbia, Sportal, Kostov sempat menanggapi pernyataan Stankovic yang mengatakan dirinya meningkat 30 persen sejak pelatih itu kembali.
“Saya jujur merasa sudah berkembang lebih dari itu,” ujarnya. “Tapi tidak apa-apa... Saya yakin akan terus berkembang sampai akhir musim. Saya merasa kemajuan saya besar, baik secara fisik maupun mental.”
Sosok berikutnya... Isco?
Dengan performa di usianya yang masih muda, Kostov tampak siap menapaki jalannya sendiri menuju puncak. Namun, jika harus dibandingkan dengan pemain yang sudah mapan, gayanya paling mirip dengan Isco.
Keduanya sama-sama tidak terlalu tinggi, memiliki keseimbangan tubuh dan kekuatan yang membuat mereka efektif sebagai gelandang serang bebas di antara lini pertahanan lawan. Seperti Isco, Kostov juga mampu bermain melebar berkat kelincahannya. Jika ia terus berkembang seperti sekarang, bukan tidak mungkin suatu hari ia akan bermain di Santiago Bernabeu.
Masa depan
Tidak mengherankan jika banyak klub besar Eropa memantau perkembangan Kostov di Beograd setelah musim debut yang luar biasa bersama Red Star. Dalam waktu dekat, fokusnya tentu membantu klubnya meraih gelar liga kesembilan berturut-turut di Super Liga Serbia. Namun, masa depannya dipastikan menjadi sorotan besar pada bursa transfer musim panas.
Kostov sudah dikaitkan dengan Arsenal, AC Milan, Barcelona (yang pernah ia bobol lewat penalti Panenka di UEFA Youth League 2024), Bayern Munchen, Borussia Dortmund, dan Paris Saint-Germain. Koneksi Stankovic dengan Inter Milan juga disebut bisa membuka peluang ke Italia. Meski begitu, Red Star memiliki posisi kuat karena sang pemain baru memperpanjang kontrak hingga 2028 pada Oktober lalu.
Apakah mereka akan memutuskan menjualnya musim panas ini dengan rekor transfer untuk pemain Serbia, masih harus dilihat. Kostov sendiri mengaku tidak terganggu oleh rumor tersebut.
“Saya tidak terlalu terbawa dengan kabar bahwa saya akan pindah,” katanya kepada Sportal. “Semua angka besar, 25 juta euro... itu tidak memengaruhi permainan atau komitmen saya di sini.”
Meski begitu, Kostov menilai dirinya siap bermain di level yang lebih tinggi, dan memberi sedikit petunjuk soal masa depannya: “Saya tidak bisa bilang liga ini terlalu mudah, karena banyak pemain berpengalaman dan bagus di Super Liga. Tentu saja saya merasa bisa bermain di level lebih tinggi. Saat ini, ini masih tempat yang tepat untuk saya.”
Ia menambahkan: “Saya rasa saya akan cocok bermain di Jerman atau Italia. Seperti yang sering saya katakan, saya tidak terlalu memikirkan ke mana saya akan pergi. Itu bukan tujuan utama saya untuk saat ini.”