Relawan Rumah Zakat Jayapura Kenang Andi Angga yang Ditangkap Saat Misi ke Gaza
Marius Frisson Yewun May 21, 2026 02:29 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Nama Andi Angga Prasadewa kini menjadi perhatian banyak pihak setelah keterlibatannya dalam misi kemanusiaan internasional menuju Jalur Gaza, Palestina.

Di mata rekan-rekan relawan di Kota Jayapura, Andi Angga bukan sosok baru dalam dunia sosial dan kemanusiaan. Alumni Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura itu dikenal sebagai pribadi sederhana yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat dan aktif membantu korban bencana maupun kegiatan sosial lainnya di Papua.

Representative Manager Rumah Zakat Cabang Jayapura, Yusup Siranda Muhammad Nur, mengatakan Andi Angga telah bergabung sebagai relawan Rumah Zakat sejak tahun 2014 saat masih berstatus mahasiswa di Universitas Cenderawasih.

Selama menjadi relawan, Andi Angga dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah menolak ketika diminta turun membantu masyarakat.

Baca juga: Polresta Jayapura Siapkan Seminar Ilmiah Bedah Ekosistem Sagu

“Saya memang tahu beliau sudah aktif sejak lama sebagai relawan Rumah Zakat di Jayapura. Waktu itu beliau masih mahasiswa. Tetapi saya mulai benar-benar dekat dan sering bersama beliau itu saat bencana banjir bandang Sentani tahun 2019,” ujar Yusup saat ditemui Tribun-Papua di Kantor Rumah Zakat Cabang Padang Bulan, Kota Jayapura, Kamis (21/5/2026).

Yusup mengatakan saat bencana banjir bandang Sentani terjadi pada 2019, Andi Angga termasuk salah satu relawan yang paling aktif turun ke lapangan membantu warga terdampak.

Saat itu, relawan Rumah Zakat bersama sejumlah organisasi kemanusiaan lainnya membangun pos bantuan dan menyalurkan kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir.

“Beliau turun langsung membantu masyarakat. Kami sama-sama membentuk pos bantuan dan mengatur bantuan untuk warga. Dia selalu ada di lapangan,” katanya.

Menurut Yusup, semangat Andi Angga dalam membantu masyarakat menjadi hal yang paling diingat oleh sesama relawan di Jayapura.

Baca juga: Bupati Mimika Janji Hidupkan Olahraga Sampai ke Tingkat Kampung

“Kadang kami bingung melihat energinya. Dia seperti tidak pernah capek. Kalau ada kegiatan sosial atau kemanusiaan, pasti dia hadir dan ikut membantu,” ujarnya.

Tidak hanya aktif dalam kegiatan kemanusiaan, Andi Angga juga diketahui aktif di berbagai organisasi sosial dan lingkungan selama tinggal di Jayapura.

Selain menjadi relawan Rumah Zakat, ia juga pernah aktif di Taruna Siaga Bencana (Tagana), mengajar karate, hingga membina anak-anak dalam kegiatan sosial. “Dia memang orang yang suka bergerak. Bukan hanya di Rumah Zakat, tetapi banyak organisasi sosial di Jayapura dia ikut terlibat,” kata Yusup.

Menurutnya, jiwa relawan yang dimiliki Andi Angga benar-benar lahir dari hati nurani dan bukan karena ingin mendapatkan imbalan materi.

Baca juga: OPM Klaim Bunuh Delapan Aparat di Lokasi Tambang Emas Yahukimo, TNI-Polri Belum Berikan Keterangan

“Di Rumah Zakat ini relawan tidak digaji tetap. Tapi beliau tetap aktif membantu masyarakat. Itu yang membuat kami salut karena dia kerja benar-benar dari hati,” ujarnya.

Yusup bahkan mengaku aktivitas sosial Andi Angga yang sangat padat terkadang mempengaruhi aktivitas kuliahnya saat masih menjadi mahasiswa Teknik Sipil Uncen.

“Karena terlalu aktif membantu orang dan ikut kegiatan sosial, kadang kuliahnya sampai terlambat. Tapi dia tetap semangat membantu masyarakat,” katanya.

Diketahui, Andi Angga merupakan pria kelahiran Makassar tahun 1993. Ia adalah anak pertama dari dua bersaudara dan dikenal memiliki jiwa sosial tinggi sejak muda.

Ibunya, Sutrawati Kaharuddin (52), menyebut anaknya lebih memilih jalan pengabdian sosial dibanding pekerjaan lain karena menganggap kegiatan kemanusiaan sebagai panggilan hati.

Baca juga: Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Sentani, Saksi Sebut Korban Sempat Mengeluh Demam

Kini, semangat kemanusiaan yang dimiliki Andi Angga membawanya terlibat dalam misi internasional bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dan pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza, Palestina.

Dalam misi tersebut, Andi Angga bersama relawan lainnya membawa bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan dan kebutuhan masyarakat Palestina.

Yusup menilai keterlibatan Andi Angga dalam misi kemanusiaan internasional tersebut bukan hal yang mengejutkan bagi rekan-rekan relawan di Jayapura.

“Kalau melihat perjalanan beliau selama ini di dunia kemanusiaan, kami tidak heran kalau akhirnya ikut dalam misi internasional seperti ini. Karena memang sejak dulu beliau punya kepedulian besar terhadap isu kemanusiaan,” katanya.

Baca juga: Anggota KNPB Yahukimo Diikat dan Dipukul Hingga Mata Berdarah di Mapolres Sebelum Dibebaskan

Ia menjelaskan sebelumnya juga pernah ada gelombang pertama bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik Palestina dan Andi Angga ikut terlibat membantu proses pengantaran bantuan.

“Dulu beliau juga sempat ikut membantu pada gelombang pertama, tetapi hanya sampai mengantar bantuan. Sekarang beliau ikut langsung dalam pelayaran misi kemanusiaan,” ujarnya.

Pihak Rumah Zakat Jayapura mengaku sangat prihatin setelah mendapat informasi terkait kondisi relawan dan aktivis kemanusiaan yang sempat mengalami penahanan dalam perjalanan misi tersebut.

“Kami sangat berharap Kak Andi dan teman-temannya bisa kembali pulang ke Indonesia dengan selamat. Yang paling penting sehat dan selamat,” kata Yusup.

Ia juga berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah diplomasi untuk membantu keselamatan para relawan kemanusiaan tersebut.

Sebagai bentuk dukungan moral, Rumah Zakat bersama sejumlah organisasi mahasiswa dan relawan di Jayapura juga telah menggelar doa bersama untuk keselamatan Andi Angga dan relawan lainnya.

Baca juga: Dankodaeral X Tanam Rumput Laut Merah dan Hijau Demi Genjot Ekonomi Warga Biak

“Kami juga mengundang organisasi mahasiswa dan beberapa komunitas relawan untuk bersama-sama berdoa dan memberikan dukungan moral,” katanya.

Menurut Yusup, keterlibatan Andi Angga dalam misi kemanusiaan internasional juga menjadi pesan penting bagi generasi muda Indonesia tentang arti kepedulian terhadap sesama manusia.

“Tidak semua anak muda punya keberanian dan kepedulian seperti itu. Semangat sosial beliau benar-benar lahir dari hati,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.