Identitas 4 Warga Sangihe Korban Penyerangan KKB di Yahukimo Papua
Gryfid Talumedun May 21, 2026 02:39 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE – Duka kembali menyelimuti Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Empat warga asal Sangihe dilaporkan menjadi korban dalam serangkaian penyerangan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Yahukimo, Papua.

Peristiwa tragis ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama bagi warga yang bekerja di kawasan pertambangan dan daerah rawan konflik di Papua.

Baca juga: Empat Warga Sangihe Jadi Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pemkab Diminta Perkuat Imbauan ke Papua

Korban pertama diketahui bernama Opo Nus, warga Kampung Binebas, Kecamatan Tabukan Selatan, yang dilaporkan meninggal dunia usai penyerangan pada Senin (18/5/2026).

Belum reda duka tersebut, dua warga lainnya kembali dilaporkan menjadi korban dalam insiden serupa yang terjadi Rabu (20/5/2026) malam.

Informasi yang dihimpun, korban pertama merupakan warga asal Kampung Binebas, Kecamatan Tabukan Selatan.

Korban yang diketahui bernama Opo Nus dilaporkan meninggal dunia usai penyerangan yang terjadi pada Senin (18/5/2026).

Jenazah korban disebut telah dimakamkan di wilayah pedalaman Yahukimo.

Belum reda duka tersebut, insiden serupa kembali terjadi pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.

Dua warga asal Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali dilaporkan menjadi korban dalam penyerangan di wilayah yang sama.

Kedua korban diketahui berasal dari Desa Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara, dan Desa Kuma, Kecamatan Tabukan Tengah.

Informasi awal menyebut salah satu korban bernama Jimmy Mawali dan Yans Saselah, sementara satu korban lainnya bernama Alfert sasiu.

Berikut selengkapnya daftar nama korban Penyerangan KKB di Yahukimo, Papua:

  1. Opo Nus – warga Kampung Binebas, Kecamatan Tabukan Selatan
  2. Jimmy Mawali – warga Desa Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara
  3. Yans Saselah – warga Desa Kuma, Kecamatan Tabukan Tengah
  4. Alfert Sasiu – identitas wilayah masih menunggu konfirmasi lebih lanjut

Peristiwa beruntun ini memunculkan kekhawatiran masyarakat Sangihe, terutama bagi warga yang bekerja di wilayah pertambangan dan kawasan rawan konflik di Papua.

Masyarakat pun berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali memperkuat imbauan kewaspadaan bagi warga yang hendak berangkat ke Papua, khususnya ke daerah-daerah yang dinilai rawan gangguan keamanan.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari telah menerbitkan surat edaran terkait himbauan preventif keamanan masyarakat Sangihe di Papua, termasuk mengingatkan warga agar tidak terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di wilayah rawan konflik.

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.