Rp 250 Juta Terkumpul, Jalan Tahap II di Mujirahayu Dikerjakan Secara Swadaya
taryono May 21, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Warga Kampung Mujirahayu, Dusun 1, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, kembali merealisasikan pembangunan jalan secara mandiri melalui donasi swadaya. 

Mereka berhasil mengumpulkan dana ratusan juta rupiah untuk mengecor akses jalan utama yang selama ini rusak parah.

Pengecoran jalan kini telah memasuki tahap kedua. Pada tahap pertama, warga telah menyelesaikan pengecoran sepanjang 45 meter.

Koordinator aksi swadaya masyarakat, Amar Maruf, menjelaskan bahwa pada tahap kedua ini, total jalan yang akan dicor ditargetkan mencapai 250 meter. Namun, gelombang awal pengerjaan difokuskan pada 100 meter terlebih dahulu.

“Spesifikasi jalan yang kita bangun memiliki ketebalan 30 sentimeter dan lebar 5 meter. Anggaran untuk tahap ini sekitar Rp 200 juta,” ujar Amar, Kamis (21/5/2026).

Amar menegaskan bahwa seluruh dana pembangunan murni berasal dari kantong masyarakat setempat, tanpa campur tangan atau bantuan dari pemerintah daerah. 

Sejak dibuka pada akhir Ramadan hingga bulan Syawal, total dana swadaya yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp 250 juta.

“Kalau untuk dana, ini riil swadaya masyarakat. Belum ada campur tangan dari pemerintah,” tambahnya.

Perbaikan jalan tahap kedua dilakukan di Dusun 1, mulai dari wilayah RT 01. 

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. 

Menurut Amar, kondisi jalan di titik tersebut sangat memprihatinkan dan selalu menjadi langganan rusak setiap tahun.

“Di titik ini sangat rawan ambles. Setiap ditimbun batu, saat musim hujan pasti berlubang lagi, bahkan sering terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Antusiasme warga untuk terlibat sangat tinggi. Proses pengecoran dilakukan secara bergotong-royong. 

Agar lalu lintas tetap lancar, pengerjaan dilakukan separuh jalan terlebih dahulu sehingga pengguna jalan lain tetap bisa melintas.

Meski awalnya dibuat jadwal giliran ronda kerja, Amar mengaku terharu karena banyak warga yang datang di luar jadwal untuk membantu.

“Masyarakat alhamdulillah sangat antusias bergotong-royong. Mereka rela meluangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan harta untuk membangun jalan di Kampung Mujirahayu ini,” ujarnya.

Target pengerjaan pengecoran diperkirakan rampung dalam waktu satu minggu. 

Aksi patungan massal ini terpaksa dilakukan karena masyarakat membutuhkan kepastian akses transportasi yang layak demi perputaran ekonomi desa.

Meski demikian, Amar tidak menampik bahwa pemerintah kabupaten sempat menjanjikan anggaran untuk perbaikan jalan di wilayah mereka. 

Warga Kampung Mujirahayu kini menagih janji tersebut, berharap realisasi anggaran bisa meringankan beban materiil masyarakat.

“Bupati sebelumnya menjanjikan anggaran untuk membangun Kampung Mujirahayu. Kami sangat menunggu dan berharap itu segera terealisasi, agar masyarakat tidak terlalu terbebani,” jelas Amar.

Amar menambahkan, perbaikan infrastruktur dari pemerintah adalah hak yang seharusnya diterima warga.

“Harapan kami, Kampung Mujirahayu sangat mengharapkan perhatian pemerintah. Supaya warga juga merasakan manfaat dari pajak yang mereka bayarkan untuk jalan kita,” pungkasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.