Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel, Sang Ibu Langsung Punya Firasat
Rita Lismini May 21, 2026 04:45 PM

Andi dan delegasi dari Indonesia yang mengikuti misi kemanusiaan membawa bantuan logistik dan obat-obatan termasuk jurnalis ditangkap oleh tentara Israel pada Senin (18/5/2026).

Sutrawati mengaku mengaku sudah memiliki firasat sebelum putranya dilaporkan ditangkap.

Ibu dua anak itu kemudian menceritakan komunikasi terakhirnya dengan sang putra yang tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina.

Menurut Sutrawati, Andi Angga berangkat dari Turki melalui Marmaris Cruise Port bersama puluhan kapal yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

“Anak saya itu berangkat ke Gaza lewat jalur laut dari Turki, dari Marmaris Cruise Port. Informasinya ada sekitar 56 kapal yang ikut,” tutur Sutrawati lirih sambil mengusap air mata saat ditemui di kediamannya di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kota Makassar, Senin (19/5/2026) sekitar pukul 11.20 Wita.

Ia mengatakan, kabar penangkapan mulai menguat setelah komunikasi dengan Andi Angga mendadak terputus di tengah perjalanan menuju Gaza.

“Di perjalanan sebelum sampai sekitar 250 mil laut, ada kabar kalau mereka dicegat zionis Israel,” ujarnya.

Sutrawati mengaku awalnya belum menerima informasi resmi dari pihak mana pun.

Namun ia mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres ketika pesan WhatsApp yang dikirim kepada putranya hanya menunjukkan centang satu.

“Waktu itu mungkin pihak Rumah Zakat sudah tahu, tapi anak saya memang selalu khawatir kalau saya panik, jadi dia tidak langsung bicara terus terang,” katanya.

Ia mengaku mulai curiga saat komunikasi terputus sekitar pukul 15.00 Wita.

“Karena saya ini punya firasat sebagai seorang ibu. Jam tiga sore itu WhatsApp-nya sudah centang satu. Dari situ saya mulai khawatir,” lanjutnya.

Sebelum komunikasi benar-benar hilang, Sutrawati mengaku terus mengingatkan putranya agar memperbanyak doa dan istighfar selama perjalanan laut menuju Gaza.

“Biasanya dia selalu jawab. Saya cuma bilang, ‘Ya Allah jaga anakku.’ Saya selalu kunci dengan doa kepada Allah,” katanya sambil menahan tangis.

Menurut Sutrawati, Andi Angga masih sempat membalas pesan terakhirnya.

“Dia jawab, ‘Ya Rabb, terima kasih bunda.’ Tapi setelah itu sudah tidak ada lagi balasan. WhatsApp-nya sudah centang satu sejak jam tiga sore,” ujarnya.

Ia juga mengatakan putranya sempat mengeluhkan mabuk laut selama perjalanan menuju Gaza.

Karena itu, ia terus meminta Andi Angga untuk tetap tenang dan berserah diri kepada Allah SWT.

“Dia bilang mabuk laut. Saya bilang sama dia, banyak berdoa, istighfar, dan serahkan semuanya sama Allah,” tutur Sutrawati.

Saat ditanya mengenai komunikasi terakhir dengan putranya, Sutrawati mengaku hanya bisa mengingat pesan-pesan doa yang terus ia sampaikan.

“Komunikasi terakhir itu saya cuma ingatkan supaya Angga banyak beristighfar,” katanya.

Sutrawati juga mengaku telah memiliki firasat sejak dini hari sebelum kabar penangkapan itu terjadi.

“Subuh-subuh saya bangun sudah ada firasat. Dari malam memang saya sudah merasa tidak tenang,” ungkapnya.

Kecurigaan Sutrawati semakin kuat ketika Andi Angga sempat menitip pesan kepada adiknya jika suatu saat tidak lagi bisa dihubungi.

“Dia sempat bilang ke adiknya, kalau nanti sudah tidak bisa dihubungi jangan kaget," kata dia.

"Katanya mungkin HP-nya dibuang ke laut. Mungkin itu memang bagian dari pelatihan mereka,” tutup Sutrawati sambil meneteskan air mata.

Doa Terus Mengudara

Korban lainnya adalah Bambang Noroyono atau yang dikenal Abeng, seorang jurnalis dari media Republika.

Dengan penuh harap-harap cemas, istri Abeng, Denisa pun terus berupaya untuk mengupdate perkembangan terbaru terkait kondisi suaminya tersebut.

Tak banyak kata yang bisa disampaikan oleh Denisa terkait peristiwa itu. Hanya doa yang terus mengudara untuk keselamatan suami dan para delegasi Indonesia lain yang mengalami hal tersebut.

"Mohon doanya saja untuk keselamatan Abeng, Thoudy (Republika), dan seluruh Delegasi Indonesia untuk Global Sumud Flotilla," kata Denisa saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (19/5/2025).

Ia menyerahkan seluruh penanganan terhadap upaya pemulangan para delegasi termasuk suaminya itu kepada Pemerintah dan juga perusahaan media tempat suaminya bekerja.

Denisa belum berkenan menceritakan soal sebelum Abeng memutuskan kembali ikut dalam misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla tersebut.

"Untuk selanjutnya, silakan hubungi (koordinasi) dengan pihak Republika," singkatnya.

Misi Kemanusiaan

Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak dan kapal tanpa terkecuali, dan menjamin keberlanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.

"Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2026).

Saat ini, koordinasi intensif terus dilakukan oleh Direktorat Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu bersama KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman.

Langkah antisipatif dan kontingensi telah disiapkan guna memastikan keselamatan para WNI dan mempercepat proses pemulangan mereka.

Pemerintah RI menekankan bahwa perlindungan bagi setiap WNI, termasuk awak media yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan, adalah prioritas utama pemerintah.

Terkini, Kemlu masih terus berupaya memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI dari berbagai sumber yang ada.

"Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi. Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan. Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat," pungkasnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.