Harga Bahan Bangunan dan Sembako di Bajawa Naik, Stok Mulai Langka
Nofri Fuka May 21, 2026 04:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Sejumlah bahan bangunan dan kebutuhan pokok di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, mengalami kenaikan harga disertai kelangkaan stok sejak Maret hingga Kamis (21/5/2026). Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap aktivitas usaha dan daya beli masyarakat.

Beberapa material bangunan yang mengalami kenaikan harga antara lain seng, besi, semen, dan spandek. Selain harga yang terus naik, ketersediaan barang di pasaran juga semakin terbatas.

Pemilik salah satu toko bangunan di Kota Bajawa, KO (42), mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak terjadinya konflik di Timur Tengah. Menurut dia, kenaikan berlangsung bertahap dalam tiga bulan terakhir.

“Kelangkaan memicu kenaikan harga. Ditambah lagi harga minyak naik, sementara barang dikirim menggunakan kapal dengan bahan bakar non-subsidi, sehingga biaya ekspedisi meningkat signifikan,” ujarnya.

 

Baca juga: Diresmikan Prabowo,Koperasi Merah Putih Rakateda II Ngada Siap Beroperasi

 

 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat para pelaku usaha kesulitan mendapatkan pasokan barang dari distributor maupun pabrik.

“Naik bukan berarti barang gampang didapat. Kami juga kesulitan karena stok sudah mulai langka,” katanya.

Menurut dia, situasi ini membuat iklim usaha di daerah semakin berat. Bahkan, beberapa pabrik disebut mengalami keterbatasan stok dan tidak menerima pesanan dalam jumlah tertentu.

“Tidak ada jaminan kami bisa dapat barang. Saat purchase order masuk pun, harga masih bisa berubah naik,” tambahnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, para pelaku usaha tetap berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menstabilkan harga serta memperlancar distribusi barang ke daerah.

“Kami berharap pemerintah bisa membuat kebijakan yang baik. Kami tetap optimis karena daya beli masyarakat masih ada, meski kondisi sekarang lebih sepi dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Sembako Ikut Naik dan Langka

Selain bahan bangunan, sejumlah kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan harga dan kelangkaan stok di pasaran.

Harga minyak goreng kemasan 5 liter misalnya, naik dari Rp110 ribu menjadi Rp135 ribu. Harga kacang hijau kini mencapai Rp30 ribu per kilogram, sedangkan gula pasir ukuran 50 kilogram naik dari Rp800 ribu pada Februari menjadi Rp855 ribu pada Mei 2026.

Sementara itu, harga beberapa komoditas lainnya masih relatif stabil, seperti beras Rp13 ribu per kilogram, telur Rp55 ribu per papan, dan bawang Rp35 ribu per kilogram.

Penjaga Toko Tristan Bajawa, Geti, mengatakan minyak goreng menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

“Yang naik paling tinggi itu minyak. Otomatis berpengaruh juga pada mentega dan lilin. Stoknya juga kosong sejak awal Mei,” ujarnya.

Kenaikan harga dan kelangkaan barang tersebut dikhawatirkan terus memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat apabila distribusi dan pasokan belum kembali normal dalam waktu dekat. (Cha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.