Update Kondisi 23 Siswa SD di Gorontalo usai Diduga Keracunan MBG, Ini Faktanya
Wawan Akuba May 21, 2026 06:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Puluhan siswa SDN 11 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, sempat menjalani pemeriksaan medis setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (21/5/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 Wita ketika aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung.

Sejumlah siswa mendadak mengeluhkan sakit perut, mual, hingga muntah tidak lama setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah.

Kepala SDN 11 Telaga Biru, Aten Radjak Kadir, mengatakan pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat begitu mengetahui kondisi para siswa.

“Anak-anak awalnya mengeluh sakit perut, kemudian ada yang muntah. Jadi kami langsung mengambil langkah cepat membawa mereka ke Puskesmas Telaga Biru,” ujarnya.

Baca juga: Ahmad Dhani Akui Sempat Ingin Cerai dari Mulan Jameela

Menurut Aten, gejala mulai dirasakan siswa sekitar 15 menit setelah makanan disantap.

Pada hari itu, sekolah menerima 153 paket MBG yang kemudian dibagikan kepada siswa. Namun, tidak semua siswa mengalami keluhan kesehatan.

Dari penelusuran awal pihak sekolah, ditemukan adanya siswa yang tidak mengonsumsi buah pepaya dan tidak mengalami gejala apa pun.

“Yang kami temukan di lapangan, ada siswa yang memang tidak makan pepaya dan mereka tidak mengalami keluhan. Tapi itu masih dugaan sementara,” katanya.

Menu makanan yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi, sayur kangkung, oci goreng, sambal dabu-dabu, dan buah pepaya.

Pihak sekolah menduga ada salah satu bahan makanan yang kondisinya sudah tidak segar ketika dikonsumsi siswa.

Meski demikian, mereka belum ingin memastikan penyebab utama sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Kami belum bisa memastikan penyebabnya karena sampel makanan sudah diambil oleh Dinas Kesehatan Provinsi untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Aten.

Insiden tersebut sempat memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

Sejumlah orang tua mendatangi sekolah dan fasilitas kesehatan setelah mengetahui anak-anak mereka dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Guru bersama petugas kesehatan berupaya menenangkan para wali murid sambil memastikan seluruh siswa mendapat pemeriksaan.

Dari total siswa yang diperiksa, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka berangsur membaik.

Namun hingga Kamis sore, satu siswa kelas 1 masih menjalani observasi di Klinik Amalia setelah kembali mengalami gejala lanjutan ketika tiba di rumah.

Sementara itu, pihak SPPG Gorontalo Telaga Biru Tuladenggi menyatakan penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Gusnar Kawal Langsung Persiapan PENAS XVII, Penginapan 30 Ribu Peserta Disiapkan

Pihak SPPG mengungkapkan sekolah pertama kali menghubungi Kepala SPPG sekitar pukul 09.50 Wita setelah sejumlah siswa mengeluhkan pusing, muntah, dan sakit perut.

Usai pemeriksaan di puskesmas, tim SPPG bersama aparat, petugas kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, pemerintah daerah, hingga sejumlah media melakukan pengecekan langsung ke lokasi dapur penyedia MBG.

Beberapa pihak di lokasi bahkan turut mencicipi makanan yang dibagikan kepada siswa sebagai bagian dari pemeriksaan awal di lapangan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.