TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Total ada empat dokter spesialis di RSUD dr Soedomo Trenggalek izin cuti untuk melangsungkan ibadah haji. Selama cuti, pihak rumah sakit mensiasati dengan mendatangkan dokter dari luar Trenggalek.
Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono membenarkan hal tersebut. Itu dilakukan supaya pelayanan bagi masyarakat tetap optimal tidak ada kendala.
"Perihal sisi pelayanan, insyaallah tidak ada problem sama sekali. Masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis yang baik sesuai standar yang ada," beber Sujiono kepada awak media, Kamis (21/5/2026).
Keempat dokter spesialis yang berangkat ke Tanah Suci tersebut yakni dr. Naely Rahma, Sp.Rad, dr. Sabilarrusydi, Sp.THT-KL, dr. A. Dedi Rusmanto, Sp.PD, FINASIM serta dr. Rosari Listiana, Sp.S.
Pihaknya langsung cepat tanggap perihal mengantisipasi kekosongan layanan di poli THT. Berhalangannya dr. Sabilarrusydi membuat rumah sakit sementara kehilangan dokter spesialis THT aktif.
Baca juga: Pemkot Kediri Verifikasi Data Bansos, Lebih dari 36 Ribu KK Jadi Sasaran
Guna mengatasi kondisi tersebut, pihak rumah sakit menjalin kerja sama dengan RS Bhayangkara Kediri guna menghadirkan dokter spesialis THT sebagai tenaga pendukung sementara.
"Kami sengaja mendatangkan dokter spesialis THT dari luar daerah untuk menjaga supaya pelayanan kepada warga Trenggalek bisa berjalan normal," imbuhnya.
Dengan skema tersebut, poli THT sore tetap membuka layanan setiap Kamis dan Jumat mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Lalu, petugas juga membuka pendaftaran pasien lebih awal melalui Pusat Administrasi Terpadu (PAT) mulai pukul 14.00 WIB.
Sujiono menambahkan untuk keberangkatan dokter spesialis radiologi tidak mengganggu operasional rumah sakit.
Pasalnya rumah sakit rujukan kedua ini masih memiliki dua dokter radiologi lain yang tetap bersiaga melayani pasien.
Kondisi serupa juga terjadi di poli penyakit dalam dan poli saraf. Kedua layanan tersebut masih memiliki masing-masing dua dokter spesialis aktif yang siap menggantikan tugas dokter yang sedang berhaji.
"Sebelumnya kita mempunyai tiga dokter spesialis penyakit dalam, sehingga saat ini masih ada dua dokter yang standby di RSUD. Dokter spesialis saraf juga sama, komposisinya aman," ulasnya.
Tak hanya menjaga layanan poli reguler pagi, RSUD dr. Soedomo tetap mengoperasikan sejumlah poli sore untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan spesialis.
Rumah sakit membuka Poli Jantung pada Selasa, Kamis, dan Jumat, serta Poli Bedah setiap Kamis. Khusus hari Jumat, RSUD juga membuka layanan subspesialis seperti jantung anak, paru onkologi, dan penyakit dalam.
Baca juga: Syarat Jika Ingin Adopsi Bayi yang Ditemukan di Demuk Tulungagung, Berstatus Anak Negara
Sujiono menegaskan dokter spesialis dari luar daerah hanya bertugas sementara selama dokter utama menjalankan ibadah haji.
"Dokter dari luar ini murni untuk mem-back up pelayanan selama dokter utama kami menjalankan ibadah haji," tandasnya.
Melalui skema penjadwalan dan tambahan tenaga medis dari luar daerah, pihak rumah sakit yakin bisa menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi kebutuhan masyarakat.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com