Januari dikenal sebagai waktu yang kurang ideal bagi pembeli karena jarang ada klub yang ingin melepas pemain bintang di tengah musim. Meski begitu, selalu ada pengecualian. Beberapa klub perlu menjual pemain untuk menyeimbangkan keuangan, sementara yang lain tidak punya pilihan selain melepas pemain yang sudah tidak bahagia dan ingin pindah ke tim yang lebih kuat.
Namun secara umum, sulit mendapatkan nilai yang baik dalam bursa Januari, seperti yang terlihat pada jendela transfer musim dingin 2025. Manchester City, misalnya, menghabiskan hampir £180 juta untuk enam pemain tahun lalu, namun tidak satu pun di antara mereka yang benar-benar sukses besar.
Tentu saja, hal itu tidak menghentikan klub-klub untuk kembali mengeluarkan uang besar kali ini, baik untuk mempertahankan momentum maupun memperbaiki performa musim mereka. Karena itu, GOAL kembali memberikan penilaian terhadap transfer-transfer terbesar di bulan Januari ini, dari sudut pandang kedua klub yang terlibat serta pemainnya sendiri...
2 Februari: Jeremy Jacquet (Rennes ke Liverpool, £60 juta)
Untuk Rennes: Kemenangan besar lainnya bagi akademi Rennes yang kerap diremehkan! Jeremy Jacquet akan bergabung dengan daftar panjang lulusan akademi Rennes yang menjadi bintang dunia, seperti Raphinha, Eduardo Camavinga, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Jeremy Doku. Chelsea serta Manchester United juga sempat meminatinya, namun Liverpool akhirnya memenangkan persaingan dengan menyepakati transfer £60 juta agar Jacquet bergabung ke Anfield pada musim panas. Nilai yang luar biasa besar mengingat pengalaman Jacquet di level tertinggi masih minim, dan Rennes berhasil mempertahankannya hingga akhir musim demi perjuangan meraih tiket kompetisi Eropa. Pemain asal Prancis ini akan meninggalkan klub sebagai salah satu kisah sukses terbesar mereka. Nilai: A
Untuk Liverpool: Arne Slot sangat membutuhkan tambahan di lini belakang, terutama karena Ibrahima Konate akan pergi sebagai agen bebas di musim panas dan Giovanni Leoni masih cedera ACL. Menemukan pendamping bagi Virgil van Dijk dan Joe Gomez menjadi prioritas, dan Jacquet dianggap pilihan ideal meski usianya masih muda. The Reds memang membayar mahal untuk bek timnas U-21 Prancis ini, tetapi potensinya sangat besar untuk segera membayar investasi tersebut. Jacquet memiliki kecepatan, kekuatan, serta kemampuan mengoper yang dapat memperkaya permainan dari belakang. Nilai: B-
Untuk Jacquet: Ini jelas mimpi yang jadi kenyataan, meskipun penuh tekanan. Belum jelas apakah ia siap untuk tantangan sebesar ini, mengingat baru musim ini ia menjadi starter reguler di Rennes. Mungkin satu tahun lagi di Prancis akan membantunya matang, tapi kesempatan bergabung dengan klub elit Eropa tidak datang setiap hari. Keputusannya memilih Liverpool dibanding Chelsea juga menunjukkan kedewasaan, karena ia memprioritaskan waktu bermain yang lebih besar di bawah asuhan Slot. Ini langkah besar yang bisa membawanya ke tim utama Prancis. Nilai: B+
2 Februari: Jorgen Strand Larsen (Wolves ke Crystal Palace, £48 juta)
Untuk Wolves: Luar biasa! Strand Larsen adalah sensasi musim lalu, hingga Newcastle sempat menawar £55 juta. Namun performanya musim ini menurun drastis dengan hanya satu gol dari 19 laga Premier League. Karena itu, menjualnya dengan harga £48 juta jelas pencapaian luar biasa. Selama dana tersebut diinvestasikan kembali ke skuad, kepergiannya tak akan terlalu dirindukan, terutama oleh fans yang sudah frustrasi dengan performanya. Nilai: A-
Untuk Palace: Sebuah pertaruhan besar. Palace memang butuh striker baru setelah Jean-Philippe Mateta ingin pergi, dan Strand Larsen sudah membuktikan bisa mencetak gol di Premier League — setidaknya musim lalu. Namun hampir £50 juta untuk pemain yang mungkin hanya bersinar satu musim terasa berlebihan. Dari enam gol musim ini, tiga di antaranya bahkan datang di Piala FA melawan Shrewsbury Town dari League Two. Meski masih berusia 25 tahun dan berpotensi berkembang di bawah Oliver Glasner, masa depannya tidak pasti karena pelatih asal Austria itu bisa saja pergi akhir musim. Palace memang berusaha keras menyelamatkan musimnya, tapi mereka jelas membayar terlalu mahal kali ini. Nilai: C
Untuk Strand Larsen: Pergantian suasana yang dibutuhkan. Setelah musim debut gemilang, performanya anjlok dan ia jadi sasaran kritik. Kekecewaannya karena gagal pindah ke Newcastle musim panas lalu mungkin memengaruhi fokusnya. Kini, pindah ke Palace memberinya kesempatan baru untuk kembali tajam di tim yang lebih ofensif. Meski bukan klub besar, ini langkah positif menjelang kampanye Piala Dunia bersama Norwegia. Nilai: B+
2 Februari: Ademola Lookman (Atalanta ke Atletico Madrid, €35 juta)
Untuk Atalanta: Kepergian yang disayangkan. Seharusnya Atalanta menjual Lookman saat Atletico pertama kali menaruh minat musim panas lalu, ketika nilainya masih tinggi setelah mencetak 20 gol. Kini mereka hanya mendapat €35 juta, mencerminkan penurunan performanya enam bulan terakhir. Lookman adalah sosok kunci dalam keberhasilan Atalanta menjuarai Liga Europa 2024 dan finis ketiga di Serie A, dan penjualan ini terasa terlalu terlambat. Nilai: D-
Untuk Atletico: Akhirnya Diego Simeone mendapatkan pemain incarannya dengan harga murah. Lookman membawa kecepatan dan kemampuan penyelesaian yang dibutuhkan tim, terutama setelah hasil imbang 0-0 melawan Levante. Penampilan apiknya di Piala Afrika meredakan kekhawatiran soal penurunan performa, dan Simeone yakin bisa mengembalikan performa terbaiknya. Nilai: B+
Untuk Lookman: Kesempatan emas bergabung dengan klub yang punya ambisi besar. Meski musim ini hanya mencetak dua gol di Serie A, Atletico tetap percaya padanya. Gaya bertahan Simeone mungkin tantangan, tapi Lookman berpotensi jadi sukses besar seperti Julian Alvarez. Ia meninggalkan Bergamo dengan kepala tegak dan motivasi tinggi untuk membuktikan dirinya di Spanyol. Nilai: A-
27 Januari: Douglas Luiz (Juventus ke Aston Villa, pinjaman)
Untuk Juventus: Dorongan besar. Luiz dianggap salah satu pembelian terburuk dalam sejarah klub. Ia gagal mencetak atau memberi assist dalam 27 laga musim lalu. Setelah gagal bersinar di Nottingham Forest, kini Juve berharap Villa bersedia mempermanenkannya di musim panas. Nilai: C
Untuk Villa: Tanda keputusasaan. Villa sedang bersaing di papan atas Premier League, tapi kehilangan tiga gelandang utama karena cedera. Dengan keterbatasan dana akibat aturan PSR, meminjam Luiz adalah solusi darurat. Meski kembali ke klub lamanya bisa jadi titik balik, performa 18 bulan terakhirnya tidak memberi banyak harapan. Nilai: D+
Untuk Luiz: Langkah ideal meski belum pantas mendapatkannya. Ia membutuhkan kebangkitan besar setelah gagal total di Juventus dan Forest. Cedera dan performa buruk membuatnya kehilangan tempat di tim nasional Brasil. Kini ia punya kesempatan menyelamatkan kariernya di bawah Unai Emery. Nilai: A
27 Januari: Dro Fernandez (Barcelona ke Paris Saint-Germain, €8 juta)
Untuk Barcelona: Mengecewakan. Fernandez adalah prospek besar La Masia dan Hansi Flick sangat percaya padanya. Keputusan sang pemain pindah ke PSG membuat klub hanya mendapatkan €8 juta, jumlah kecil untuk talenta sepertinya. Presiden Joan Laporta menyebut situasi ini "tidak menyenangkan". Nilai: F
Untuk PSG: Pencurian cerdas lainnya. PSG kembali berhasil merebut pemain muda berbakat dari Barcelona, seperti yang mereka lakukan pada Lionel Messi dan Xavi Simons sebelumnya. Fernandez mungkin tidak langsung mendapat menit bermain banyak, namun potensinya besar dan PSG bisa mendapat keuntungan besar di masa depan. Nilai: B+
Untuk Fernandez: Langkah berani. Ia sudah mulai mendapat kesempatan di tim utama Barca, namun memilih pindah ke PSG dengan kompetisi yang bahkan lebih sengit. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan diri besar, meski mungkin terlalu dini. Nilai: C-
21 Januari: Ethan Nwaneri (Arsenal ke Marseille, pinjaman)
Untuk Arsenal: Keputusan cerdas. Mikel Arteta tahu betul bakat Nwaneri, tapi saat ini Arsenal terlalu kuat untuk memberinya banyak waktu bermain. Dipinjamkan ke Marseille di bawah Roberto De Zerbi adalah langkah logis dan menguntungkan secara finansial. Nilai: B+
Untuk Marseille: Tambahan menarik. Nwaneri bisa memperkaya lini serang Marseille yang sudah produktif. Meski tanpa opsi pembelian permanen, De Zerbi akan sangat diuntungkan dengan kehadiran pemain muda berbakat ini. Nilai: B
Untuk Nwaneri: Transfer yang menyenangkan dan berpotensi besar. Ia akan mendapat menit bermain lebih banyak di Stade Velodrome dan pengalaman berharga bermain bersama pemain berpengalaman. Langkah berani yang akan mempercepat perkembangannya. Nilai: A
20 Januari: Marc-Andre ter Stegen (Barcelona ke Girona, pinjaman)
Untuk Barcelona: Langkah pertama untuk mengurangi beban gaji. Klub berharap Girona akan mempermanenkannya setelah masa pinjaman. Nilai: C-
Untuk Girona: Waktu yang agak aneh, namun masuk akal. Girona butuh pengalaman di bawah mistar, dan Ter Stegen bisa meningkatkan kualitas pertahanan mereka jika fit. Nilai: B
Untuk Ter Stegen: Penurunan status yang drastis. Dari kapten Barcelona menjadi kiper ketiga setelah cedera panjang. Kini, ia berharap bisa menunjukkan kualitasnya lagi demi peluang tampil di Piala Dunia bersama Jerman. Nilai: B
19 Januari: Marc Guehi (Crystal Palace ke Manchester City, £20 juta)
Untuk Crystal Palace: Kepergian yang mengecewakan namun tak terhindarkan. Dengan kontrak yang akan habis, Palace tak punya pilihan selain menjualnya sekarang. Kehilangannya sangat terasa karena ia adalah pemimpin di lapangan. Nilai: D
Untuk Manchester City: Pembelian cerdas! City kali ini fokus pada pemain dengan pengalaman Premier League. Guehi akan langsung berpengaruh besar di lini belakang. City tampaknya sudah memenangkan bursa Januari ini. Nilai: A+
Untuk Guehi: Langkah karier besar. Setelah sukses bersama Palace, ia kini mendapat kesempatan bermain di level tertinggi bersama Pep Guardiola. Meski berisiko karena tahun Piala Dunia, peluangnya untuk bersinar sangat besar. Nilai: A
14 Januari: Conor Gallagher (Atletico Madrid ke Tottenham, £35 juta)
Untuk Atletico: Hasil ideal. Meski Gallagher tampil energik, ia hanya jadi pemain rotasi. Menjualnya dengan harga yang sama seperti saat membelinya dari Chelsea adalah langkah bagus. Nilai: B
Untuk Tottenham: Tambahan penting di lini tengah setelah cedera Rodrigo Bentancur. Gallagher bisa langsung jadi starter dan membawa semangat baru. Nilai: B
Untuk Gallagher: Kembali ke London adalah hal positif. Ia ingin bermain reguler menjelang Piala Dunia dan Tottenham memberinya peluang itu. Nilai: A-
13 Januari: Joao Cancelo (Al-Hilal ke Barcelona, pinjaman)
Untuk Al-Hilal: Mengecewakan mengingat investasi besar yang dikeluarkan. Cedera dan performa buruk membuatnya tak terpakai. Kini Barca menanggung sebagian gajinya. Nilai: D
Untuk Barcelona: Solusi sementara yang lumayan. Cancelo memberi fleksibilitas di lini belakang dan bisa membantu Hansi Flick menutup kekurangan di bek tengah. Nilai: C
Untuk Cancelo: Kembali ke level tertinggi yang tak terduga. Setelah periode sulit di Arab Saudi, ia mendapat kesempatan kedua di Camp Nou. Nilai: A
9 Januari: Antoine Semenyo (Bournemouth ke Manchester City, £65 juta)
Untuk Bournemouth: Kehilangan besar yang akan memengaruhi peluang Eropa mereka. Namun secara finansial, keuntungan besar dari pemain yang dibeli hanya £10 juta tetap patut dipuji. Nilai: B
Untuk City: Transfer yang memuaskan. Semenyo memberi opsi berbeda dengan kecepatan dan kekuatan yang dibutuhkan Guardiola. Nilai: A
Untuk Semenyo: Langkah besar yang pantas ia dapatkan. Meski ada risiko karena ketidakpastian di City, ia memiliki kemampuan untuk sukses di sana. Nilai: B+
2 Januari: Brennan Johnson (Tottenham ke Crystal Palace, £35 juta)
Untuk Spurs: Keputusan aneh, mengingat Johnson masih cukup produktif. Namun secara finansial masuk akal dan sesuai dengan visi pelatih baru. Nilai: B-
Untuk Palace: Rekrutan yang berpotensi jadi brilian. Johnson bisa menambah daya serang dengan kecepatannya. Nilai: B+
Untuk Johnson: Pilihan tepat untuk kariernya. Ia akan mendapat lebih banyak waktu bermain dan tetap tinggal di London. Nilai: A
2 Januari: Niclas Fullkrug (West Ham ke AC Milan, pinjaman)
Untuk West Ham: Kesempatan untuk mengurangi kerugian dari pembelian gagal senilai £27 juta. Nilai: C
Untuk Milan: Perekrutan yang membingungkan tapi bisa dimaklumi karena keterbatasan dana. Nilai: D+
Untuk Fullkrug: Keberuntungan besar di akhir kariernya. Kesempatan bermain di klub papan atas Italia adalah mimpi yang jadi nyata. Nilai: A
1 Januari: Endrick (Real Madrid ke Lyon, pinjaman)
Untuk Real Madrid: Keputusan bijak. Endrick akan mendapat menit bermain lebih di Lyon tanpa opsi pembelian permanen. Nilai: B+
Untuk Lyon: Perekrutan yang bisa mengubah musim. Mereka butuh penyerang tajam dan Endrick bisa jadi solusi. Nilai: A
Untuk Endrick: Kesempatan emas untuk bangkit. Bermain reguler di Prancis bisa menghidupkan kembali peluangnya di timnas Brasil. Nilai: A