TRIBUNJAMBI.COM – Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam pelayaran bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 kini berada dalam tahanan militer Israel setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat di perairan menuju Gaza.
Insiden yang terjadi pada Minggu (19/5/2026) itu sempat memicu perhatian luas setelah beredar sejumlah video dari para peserta asal Indonesia yang menyebut diri mereka “diculik” oleh tentara Israel.
Namun, Menteri Luar Negeri RI Sugiono meluruskan bahwa peristiwa tersebut bukan termasuk kasus penculikan maupun penyanderaan.
Menurut Sugiono, yang terjadi adalah tindakan pencegatan terhadap kapal bantuan yang berupaya memasuki wilayah yang diblokade Israel.
“Situasi ini bukan kasus penculikan ataupun penyanderaan,” ujar Sugiono, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, kapal yang membawa misi kemanusiaan itu dihentikan karena otoritas Israel memang melarang kapal mana pun memasuki area tersebut, tanpa memandang tujuan pelayarannya.
“Ini merupakan kasus kapal bantuan kemanusiaan yang diintercept, karena mereka melarang kapal apa pun masuk ke wilayah itu, untuk kepentingan apa pun,” jelasnya.
Baca juga: Laporan Intelijen AS Bongkar Langkah Senyap Iran Bangun Mesin Perang Baru
Video WNI Viral: Mengaku Diculik Tentara Israel
Sebelumnya, sejumlah video dari para relawan Indonesia yang berada di kapal tersebut beredar luas di media sosial.
Salah satu yang paling banyak dibagikan adalah rekaman dari Bambang Noroyono, jurnalis Republika yang akrab disapa Abeng.
Dalam video itu, Bambang memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza.
“Saya Bambang Noroyono alias Abeng, warga negara Indonesia dan partisipan dalam pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026,” ujarnya dalam rekaman.
Ia kemudian menyampaikan permohonan kepada pemerintah Indonesia agar segera mengambil langkah untuk membebaskan dirinya dan rekan-rekan lain yang ditahan.
“Jika video ini sampai kepada publik, saya mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini berada dalam penculikan tentara Zionis Israel,” katanya.
Tak hanya meminta pertolongan, Bambang juga menyerukan agar Indonesia tetap konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Saya berharap pemerintah Indonesia membantu membebaskan kami dan tetap berdiri mendukung kemerdekaan Palestina,” lanjutnya.
Misi Kemanusiaan untuk Gaza Berujung Penahanan
Global Sumud Flotilla 2026 merupakan pelayaran internasional yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Kapal tersebut berisi relawan dari berbagai negara yang bertujuan menyalurkan bantuan kepada warga sipil di wilayah konflik.
Namun sebelum mencapai tujuan, kapal itu dicegat oleh militer Israel, dan seluruh peserta di dalamnya diamankan.
Daftar 9 WNI yang Ditahan Israel
Berikut daftar warga negara Indonesia yang ikut dalam misi tersebut dan saat ini diketahui berada dalam penahanan:
Herman Budianto Sudarsono – Relawan Dompet Dhuafa
Ronggo Wirasanu – Relawan Dompet Dhuafa
Andi Angga Prasadewa – Relawan Rumah Zakat
Asad Aras Muhammad – Aktivis Spirit of Aqsa
Hendro Prasetyo – Relawan SMART 171
Bambang Noroyono (Abeng) – Jurnalis Republika
Thoudy Badai Rifan Billah – Fotografer Republika
Andre Prasetyo Nugroho – Jurnalis Tempo
Satu WNI lainnya masih menunggu konfirmasi identitas resmi.
Pemerintah RI Pantau Situasi
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan keselamatan seluruh WNI.
Meski menegaskan bahwa insiden ini bukan penculikan, pemerintah tetap berupaya memberikan perlindungan diplomatik dan akses konsuler kepada para warga negara yang ditahan.
Kasus ini kembali menyoroti ketegangan di kawasan Gaza serta sulitnya akses bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah tersebut di tengah konflik yang masih berlangsung.