Sayembara dari Dedi Mulyadi Senilai Rp750 Juta Bagi Siapapun yang Berhasil Temukan Sosok Aman Yani
Tribun-video May 21, 2026 07:57 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) turut menyoroti perjalanan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Nama Aman Yani, seorang pensiunan pegawai perbankan, tiba-tiba mencuat dan dituding oleh terdakwa sebagai otak intelektual di balik eksekusi keji tersebut.Dedi Mulyadi bahkan sampai mengambil langkah membuka sayembara berhadiah Rp750 juta bagi siapa saja yang berhasil menemukan Aman Yani.Pasalnya, keberadaan Aman Yani kini menjadi kunci krusial dalam pengungkapan kasus pembunuhan berantai satu keluarga Haji Sahroni pada 29 Agustus 2025 laluLangkah tersebut diambil KDM bukan tanpa alasan.Ada sejumlah kejanggalan hukum dan dorongan rasa keadilan yang membuat mantan Bupati Purwakarta ini rela menggelontorkan dana pribadi dalam jumlah besar.Alasan utama Dedi Mulyadi adalah untuk menghentikan saling lempar tanggung jawab di dalam persidangan. Melalui unggahan Instagramnya pada Rabu (20/5/2026), KDM sapaan akrabnya kembali mengundang adik dari Aman Yani, Titi."Saya bertemu dengan adiknya Pak Aman Yani yang hari ini (Aman Yani) tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah meninggal dunia," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari Instagram pribadinya, Kamis (21/5/2026).Untuk mempermudah proses pencarian, Titi juga memperlihatkan foto wajah sang kakak."Begini deh karena Pak Yani ini sosok yang misterius ada bahkan sempat disebut sebagai otak pelaku pembunuhan keluarga Budi atau Sahroni oleh Ririn,"KDM menyatakan tidak mempermasalahkan apakah Aman Yani ditemukan dalam kondisi hidup atau sudah meninggal dunia."Yang pertama, apabila Pak Aman Yani masih ada di Indonesia atau di luar negeri, Bapak tahu sudah ada pengakuan dari Bapak pengacara Khotib, bahwa dana pensiun Bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari Bapak walaupun si pemberi kuasa dan yang diberi kuasa tidak bertemu. Ini peristiwa paling aneh," tuturnya.Guna memancing Aman Yani keluar dari persembunyiannya (jika masih hidup), KDM bahkan berjanji akan menyerahkan uang Rp750 juta itu langsung kepada Aman Yani jika ia mau pulang dan menemui keluarganya di Desa Penganjang, Sindang, Indramayu."Bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta, saya tambahin jadi Rp750 juta deh, saya kasih buat Bapak asalkan Bapak balik," ucap KDM."Sekarang balik ke rumah di Indramayu temui istri, anak-anak dan keluarga walaupun istrinya sudah menjadi mantan," sambungnya.Selain itu, KDM secara terbuka menggelar sayembara dengan nilai fantastis bagi siapa saja yang bisa menemukan Aman Yani, baik dalam kondisi hidup maupun mati."Kalau ada yang menemukan Pak Aman Yani, saya kasih juga Rp750 juta. Silakan bawa Bapak Aman Yani balik ke Indramayu. Itu pesan saya untuk semua," katanya.Ia berharap dari sayembara ini dapat menuntaskan kasus pembunuhan yang menimpa Haji Sahroni dan empat keluarganya.Ia tidak peduli apakah Aman Yani masih hidup atau sudah meninggal dunia.Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Alasan Dedi Mulyadi Sayembara Rp750 Juta Cari Aman Yani Terseret Pembunuhan Sekeluarga Indramayu, https://sumsel.tribunnews.com/news/1017587/alasan-dedi-mulyadi-sayembara-rp750-juta-cari-aman-yani-terseret-pembunuhan-sekeluarga-indramayu?page=all.Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny#viraldimediasosial #dedimulyadi #amanyani #pembunuhanberencana #bankbjb #jawabarat #indramayu Penulis:Editor:Program:Host:Editor Video: UlungUploader:Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:YouTube: https://www.youtube.com/@tribunnewsbogorvideoFacebook: https://www.facebook.com/TRIBUNnewsBogorSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2tTikTok: https://www.tiktok.com/@tribunbogor​Instagram: @tribunbogor
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.