Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Kamis (27/11/2025), mengakibatkan ruas jalan nasional dan sejumlah jembatan putus, serta merusak berbagai fasilitas lainnya.
Akibat kerusakan parah pada ruas jalan nasional penghubung Aceh Tenggara-Medan, khususnya di Kecamatan Ketambe, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh pada tahun 2026 mengusulkan anggaran sebesar Rp400 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca juga: Kabar Gembira! Ribuan PPPK Paruh Waktu di Aceh Tenggara akan Terima SK
Anggaran tersebut direncanakan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur, meliputi jalan nasional, jembatan terdampak banjir, serta sejumlah titik kerusakan lain yang menjadi kewenangan BPJN Aceh yang tersebar di 14 titik di Aceh Tenggara.
Hal tersebut disampaikan oleh PPK 35 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi kepada TribunGayo.com pada Kamis (21/5/2026).
"Tahun ini kita usulkan anggaran dana APBN ke Kementerian Pekerjaan Umum Rp400 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana banjir dan juga perbaikan jalan nasional secara permanen," ujarnya.
Ia mengatakan terdapat 14 titik kerusakan jalan dan jembatan di Aceh Tenggara yang diusulkan untuk diperbaiki.
Namun, dari jumlah tersebut, enam titik menjadi prioritas utama dan ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini.
"Yang menjadi prioritas dan tahun ini harus dikerjakan adalah di Lawe Mengkudu satu lokasi, Naga Kesiangan dua titik, lokasi Kafe Tingir Ketambe, Jembatan Lawe Penanggalan dan Desa Ketambe Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara," kata Jaya Yuliadi.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tenggara Besok 21 Mei 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah
Ia menjelaskan, perbaikan di enam lokasi tersebut akan dilakukan secara permanen agar pekerjaan tidak terus berulang dan penggunaan APBN menjadi lebih efisien.
"Mohon doa dan dukungan masyarakat dan Pemerintah Aceh Tenggara agar usulan anggaran Rp400miliar terealisasi di Aceh Tenggara.
Dan, untuk enam lokasi ini mereka tetap mengerjakan karena ini cukup mendesak dan mereka akan mencari anggaran darimanapun agar bisa dikerjakan," pungkasnya.
Selain kerusakan akibat banjir bandang, BPJN Aceh juga mengusulkan perbaikan permanen pada sejumlah ruas jalan nasional lain yang sudah mengalami kerusakan dan berlubang.
Menurutnya, perbaikan permanen dinilai lebih efektif untuk menghemat anggaran dalam jangka panjang.
"Apalagi, saat ini untuk proyek pengerjaan pengaspalan permanen dapat menghabiskan anggaran Rp4miliar lebih sepanjang satu kilometer," katanya. (*)
Baca juga: Kabar Gembira! Ribuan PPPK Paruh Waktu di Aceh Tenggara akan Terima SK