SURYA.CO.ID - Berikut teks khutbah sholat Jumat yang menyentuh hati, dengan tema pentingnya tabayyun.
Adab Digital: Pentingnya Tabayyun di Era Banjir Informasi
oleh Moh. Syukron Aby, Sekretaris Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan
Apa Itu Tabayyun?
Tabayyun berarti mencari kejelasan atau memeriksa kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Dalam ajaran Islam, tabayyun merupakan bagian dari akhlak mulia dan bentuk tanggung jawab sosial. Prinsip ini mengajarkan agar seseorang tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang diterima.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Mengapa Tabayyun Penting di Era Digital?
3. Melatih Berpikir Kritis
Tabayyun membuat seseorang tidak mudah terpengaruh opini publik. Kita belajar membandingkan sumber, memahami konteks, dan berpikir rasional sebelum bereaksi.
4. Menunjukkan Akhlak dan Tanggung Jawab
Jejak digital memiliki dampak panjang. Apa yang kita bagikan mencerminkan karakter dan nilai diri kita. Orang yang bijak tidak asal “share” demi sensasi atau popularitas.
Cara Menerapkan Tabayyun di Media Sosial
Kurangnya tabayyun dapat menyebabkan fitnah, kesalahpahaman, perundungan digital, hingga rusaknya reputasi seseorang.
Bahkan, informasi palsu dapat memengaruhi keamanan masyarakat dan memecah persatuan bangsa.
Tabayyun adalah adab penting dalam bermedia digital. Di tengah derasnya arus informasi, setiap orang perlu menjadi pengguna media yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Sebelum mengetik, membagikan, atau mempercayai suatu informasi, pastikan terlebih dahulu kebenarannya.
Dengan menerapkan tabayyun, kita tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga menjaga ketenangan dan kebaikan masyarakat secara luas.
Teknologi pada dasarnya hanyalah alat. Yang menentukan bernilai ibadah atau menjadi dosa adalah cara kita menggunakannya. Oleh karenanya, mari kita jadikan media sosial sebagai ladang dakwah dan kebaikan, bukan sebagai ajang perpecahan.
Utamakan Tabayyun, sebarkan kebenaran, hindari hoaks, dan jangan biarkan jempol kita menabur fitnah.
Mari kita gunakan teknologi untuk memperkuat iman, ilmu, dan persaudaraan.