Harapan Ayah Andre Jurnalis TV Tempo yang Diculik Israel, Minta Pemerintah Tak Tutup Mata
Eko Sutriyanto May 21, 2026 10:22 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana cemas masih menyelimuti keluarga dari Andre Prasetyo Nugroho jurnalis TV Tempo yang menjadi salah satu korban penculikan tentara Israel di perairan internasional saat menjalani misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina pada Senin (18/5/2026) lalu.

Andre diketahui tergabung dalam misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla (GSF). Namun saat dalam perjalanan, kapal yang ditumpanginya mendapat intersep hingga akhirnya diculik tentara Israel.

Kepada Tribunnews.com, Warsono, ayah Andre bercerita, bahwa pada hari Minggu atau sehari sebelum mendapat kabar resmi bahwa putranya itu diculik, pihak keluarga sempat mendapat pesan SOS dari nomor WhatsApp Andre.

Akan tetapi pesan SOS itu juga dibarengi dengan pernyataan dari Andre yang meminta agar keluarganya tidak perlu khawatir soal kondisinya.

"Dia ngomongnya gini 'Tenang aja kalian tenang-tenang semua aja kami masih ada rapat'," kata Warsono menirukan pesan yang disampaikan putranya itu.

Meski mendapat pesan itu, Warsono dan keluarganya pada saat itu mengaku tetap menaruh curiga.

Baca juga: 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel Sudah Bebas, Kini Proses Pemulangan

Pasalnya di hari itu Warsono juga melihat informasi terkait aktivitas drone milik tentara Israel sedang memantau kapal-kapal relawan, termasuk yang ditumpangi sang anak.

Kemudian keesokan harinya yakni Senin (18/5/2026) pagi, kontak WhatsApp Andre sejatinya masih bisa dikirimi pesan meski saat itu tidak ada balasan apapun dari Andre.

Hingga akhirnya, pihak keluarga benar-benar hilang kontak dengan Andre pada Senin siang. Hal itu juga ditandai dengan kiriman pesan SOS yang kedua yang berasal dari WhatsApp putranya.

"Pagi di hari Senin masih di WA dengan anak saya Desi itu masih centang dua ya artinya masih masuk tapi nggak ada balasan. Nah pas tengah hari ke atas itu sudah centang satu. Nah di situlah ada kirim SOS lagi gitu," kata Warsono

Setelah tidak mendapat kabar apapun dari Andre, hal yang dikhawatirkan pun terjadi. Warsono menyatakan keluarga mendapat kabar dari penyelenggara misi kemanusiaan ke Gaza bahwa kapal yang ditumpangi Andre mengalami intersepsi dari militer Israel.

Mendapat kabar tersebut, Warsono mengaku cukup syok begitupun sang istri.

Meski menyadari risiko yang akan dihadapi sang anak ketika pertama kali memutuskan untuk bertugas meliput sekaligus menjalankan misi kemanusiaan tersebut, Warsono mengaku tetap syok berat ketika mendengar kabar tersebut.

Harap Pemerintah Tak Tutup Mata

Kini, harapan pun Warsono gantungkan kepada pemerintah Republik Indonesia sambil memantau informasi lanjutan melalui grup WhatsApp yang dibentuk oleh GSF.

Warsono menyadari, dirinya beserta keluarga tidak mempunyai kapasitas lebih untuk menjangkau secara langsung kepada pemerintah terkait keselamatan anaknya itu.

Namun Warsono tetap berharap bahwa pemerintah termasuk Kementerian Luar Negeri dan Presiden Prabowo Subianto bisa mengambil langkah konkret dan tidak menutup mata untuk segera mungkin membebaskan seluruh WNI termasuk anaknya yang kini disandera Israel.

"Harapannya melalui media seperti ini mudah-mudahan pemerintah maupun anggota dewan terutama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mudah-mudahan mendengar keluhan dari pihak tersandera seperti anak-anak kami ini bisa didengar," ujarnya.

"Pemerintah secepatnya dan pemerintah secepatnya jangan tutup mata atau leha-leha artinya cepat bergerak dengan cepat dan tepat gitu lho," sambungnya.

Selain itu Warsono juga mengatakan, meski Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan secara diplomatik, namun dia meminta agar Presiden memiliki cara lain untuk membebaskan putranya salah satunya melalui jalur Board of Peace (Bop).

Sebab menurut dia, misi kemanusiaan yang sedang dilakukan oleh Andre dan beberapa relawan yang lain itu berhubungan dengan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.

"Jadi mohon-mohon sekali untuk pemerintah Indonesia terutama Pak Prabowo dan Kemlu RI ya untuk bertindak secepatnya untuk menyelamatkan warga Indonesia yang disandera dengan IDF itu," jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.