Pengakuan Kakak Priyo ke Dedi Mulyadi, Bongkar Cara Ririn Bunuh Bayi 8 Bulan
Noval Andriansyah May 21, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Indramayu - Pengakuan kakak Priyo Bagus Setiawan di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat suasana mendadak hening, saat kisah kematian bayi 8 bulan dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu, diungkap.

Di balik pengakuan itu, terselip cerita memilukan tentang seorang bayi yang disebut sempat disusui terlebih dahulu sebelum akhirnya dihabisi oleh terdakwa Ririn Rifanto.

Kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan setelah terdakwa Priyo Bagus Setiawan mencabut kesaksian lamanya di persidangan.

Sebelumnya, Priyo sempat menyebut ada empat pelaku lain dalam pembunuhan tersebut dan menyatakan Ririn tidak terlibat.

Namun dalam sidang terbaru, Priyo mengaku selama ini dirinya ditekan dan dipaksa mengikuti skenario Ririn Rifanto.

Baca juga: Gubernur Dedi Mulyadi Syok Usai Tahu Sadisnya Ririn Habisi Nyawa Cucu Haji Sahroni

Priyo akhirnya menyebut bahwa eksekutor utama pembunuhan lima korban, termasuk seorang bayi, adalah Ririn seorang diri.

Pengakuan itu kemudian diperkuat oleh kakak kandung Priyo bernama Citra saat berbincang di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Menurut Citra, dirinya mulai curiga saat Ririn dalam persidangan terkesan menyudutkan Priyo sebagai sosok yang paling berperan dalam kasus tersebut.

“Kan ditanya hakim kenapa kabur ke sini, ‘saya diajak sama Priyo ke Semarang’,” kata Citra, dilansir TribunnewsBogor.com.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi menilai seolah-olah semua skenario pelarian dan pembunuhan diarahkan kepada Priyo.

Namun Citra mengaku tidak percaya karena mengenal karakter adiknya yang disebut bahkan tidak paham bepergian jauh sendiri.

“Iya. Nah dari situ kita berdiskusi sama suami. Masa Priyo bisa tahu Semarang, Surabaya, sedangkan di Cirebon aja dia enggak tahu naik apa,” ujarnya.

Karena merasa adiknya mulai dijadikan tumbal, Citra kemudian meminta Priyo untuk berkata jujur.

Ia mengaku sempat menangis saat bertemu Priyo sebelum persidangan.

“Udah yo jujur aja, kalau udah jujur tenang. Meskipun dihukum mati, kamu enggak gentayangan. Kasihan orang tua,” kata Citra mengingat percakapannya dengan sang adik.

Dari situlah, menurut Citra, Priyo akhirnya membongkar kejadian sebenarnya.

Ia menyebut Ririn menghabisi para korban menggunakan palu, termasuk Budi, Sahroni, istri korban, hingga anak perempuan mereka.

Namun bagian paling membuat syok adalah pengakuan soal bayi delapan bulan yang ikut menjadi korban.

“Budi pakai palu, Pak Sahroni pakai palu, istrinya pakai palu, Ratu pakai palu, yang bayi ditenggelemin,” ungkap Citra.

Mendengar pengakuan itu, Dedi Mulyadi tampak langsung geleng-geleng kepala karena tak menyangka kekejaman tersebut.

Citra lalu mengungkap detail yang lebih memilukan.

Menurutnya, berdasarkan cerita Priyo, bayi itu sempat ditenangkan terlebih dahulu karena terus menangis.

“Priyo sempet nyusuin, didotin dulu. Karena nangis mulu, sama Ririn dimasukin ke bak,” ucap Citra.

Ia kembali mengulang cerita tersebut saat diminta memastikan keterangannya.

“Karena enggak tega, disusuin dulu. Terus karena bayinya nangis mulu, diambil sama Ririn, diambil terus ditenggelemin ke bak,” katanya lagi.

Mendengar itu, Dedi Mulyadi spontan bereaksi syok.

“Gila!” ujar Dedi.

Citra pun meyakini adiknya bukan pelaku utama pembunuhan tersebut karena mengenal Priyo sebagai sosok yang dekat dengan anak kecil.

“Kalau Priyo mah enggak akan tega. Priyo ngurusin ponakannya dari bayi. Anak saya diurus sama Priyo dari bayi,” tuturnya.

Kelima korban yakni:

  • Budi (45)
  • Sahroni (75), ayah Budi
  • Euis (40), istri Budi
  • RK (7), anak Budi
  • B (8 bulan), anak Budi
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.