Neymar akhirnya masuk dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia meskipun sempat diragukan kebugarannya. Carlo Ancelotti memutuskan untuk mempercayakan pengalaman sang penyerang veteran tersebut, sementara beberapa pemain depan lainnya gagal mendapatkan tempat, termasuk penyerang Chelsea, Joao Pedro.
Pelatih Brasil tetap percayakan Neymar meski kondisi fisik masih diragukan
Ancelotti memasukkan nama Neymar dalam skuad Piala Dunia Brasil meskipun muncul keraguan mengenai kondisi fisiknya. Penyerang berusia 34 tahun yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional dengan torehan 79 gol itu kembali ke panggung internasional setelah menjalani masa pemulihan yang sulit akibat cedera ligamen anterior (ACL) kiri yang dialaminya pada Oktober 2023. Banyak analis dan mantan pemain yang sempat mempertanyakan apakah bintang Santos tersebut akan berhasil masuk dalam daftar akhir.
Ancelotti, yang resmi menangani tim Brasil sejak Mei 2025, sebelumnya belum pernah memanggil Neymar ke skuadnya sebelum mengumumkan daftar pemain dalam konferensi pers di Rio de Janeiro. Pengumuman tersebut juga membawa kekecewaan bagi sejumlah pemain depan lain. Pedro menjadi salah satu yang tersingkir karena pelatih asal Italia itu memilih opsi lain di lini serang.
Ancelotti jelaskan alasan pemanggilan Neymar
Ancelotti membela keputusannya untuk memasukkan Neymar, dengan menyoroti perkembangan kebugaran sang pemain serta pengalamannya di level tertinggi. Pelatih asal Italia itu juga menekankan bahwa peran Neymar bisa berbeda-beda tergantung pada situasi pertandingan.
"Kondisi fisiknya semakin membaik," ujar Ancelotti seperti dikutip oleh ESPN. "Dia akan menjadi pemain penting di Piala Dunia ini. Dia memiliki pengalaman dalam kompetisi semacam ini, dicintai oleh rekan-rekannya, dan dapat menciptakan suasana yang positif di dalam tim."
"Kami memilih Neymar bukan karena kami pikir dia hanya akan menjadi pemain cadangan yang baik. Kami memilih Neymar karena kami yakin dia bisa membantu tim, entah itu selama satu menit, lima menit, 90 menit, atau bahkan saat adu penalti."
Pedro gagal menembus skuad akhir
Meskipun sorotan utama tertuju pada Neymar, pengumuman skuad kali ini juga membawa kekecewaan bagi beberapa nama mapan. Endrick dan Rayan berhasil mendapatkan panggilan perdana mereka ke Piala Dunia, mengungguli Pedro dari Chelsea dan Antony dari Real Betis dalam perebutan tempat di lini depan. Persaingan ketat di sektor serangan membuat kedua pemain tersebut harus rela tersingkir, sementara Ancelotti memilih untuk memberikan ruang bagi darah muda dalam rotasinya.
Kekecewaan terlihat jelas bagi mereka yang tertinggal di London dan Sevilla. Menanggapi pencoretannya, Pedro menulis di Instagram: "Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik setiap saat. Sayangnya, saya belum berhasil mewujudkan mimpi untuk mewakili negara saya di Piala Dunia, tetapi saya tetap tenang dan fokus, seperti biasanya. Kebahagiaan dan kekecewaan adalah bagian dari sepak bola. Mulai sekarang, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi mereka yang berjuang di sana dan akan menjadi salah satu pendukung yang berharap mereka membawa pulang gelar keenam untuk Brasil."
Brasil bersiap hadapi fase grup
Brasil akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Maroko di New Jersey pada 13 Juni, sebelum melanjutkan laga grup melawan Haiti dan Skotlandia. Sebelum turnamen dimulai, tim asuhan Ancelotti akan terlebih dahulu menjalani dua laga uji coba melawan Panama dan Mesir.