5 Populer Regional: Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo - Pengakuan Syahri Anggota DPRD Jember
Ayu Miftakhul Husna May 22, 2026 06:20 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari Panglima Jilah memimpin rombongan menemui mantan Presiden Joko Widodo di kediamannya di Solo, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan itu membahas budaya Dayak, kebangsaan, hingga proyek film kolosal bertema Dayak dan Majapahit.

Panglima Jilah juga menawarkan Jokowi menjadi pemeran utama dalam film tersebut.

Kemudian ada update Achmad Syahri As Siddiqi, anggota DPRD Jember yang main game dan merokok saat rapat.

Ia sudah dijatuhi sanksi teguran keras oleh MKP Gerindra.

Terbaru, terungkap alasan Syahri melakukan aksinya karena berdalih lupa memberi makan sapi di game online.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo, Ajak Main Film Kolosal Jadi Pemeran Utama

DAYAK CENTER - Presiden ke-7 RI Jokowi. Pemimpin Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah menyambangi kediaman Mantan Presiden Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (5/3/2026). (Tribunnews.com/tangkapan layar/tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin)

Panglima Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah kembali menemui mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia memimpin rombongan besar menemui Jokowi di kediaman pribadinya di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai hal, mulai dari kebudayaan Dayak, kebangsaan, hingga rencana pelibatan Jokowi dalam proyek film kolosal bertema sejarah Dayak dan Majapahit.

Panglima Jilah mengatakan kedatangannya ke Solo sekaligus untuk bersilaturahmi dan mengundang Jokowi menghadiri acara adat Dayak yang akan digelar pada Agustus mendatang.

“Kami silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya. Kami mengundang beliau untuk datang di acara adat Dayak bulan delapan,” ujar Panglima Jilah usai pertemuan.

Selain membahas undangan adat, keduanya juga berdiskusi mengenai kebangsaan dan pelestarian budaya Nusantara.

Dalam kesempatan itu, Panglima Jilah turut menawarkan Jokowi untuk bermain dalam film kolosal Dayak yang tengah dipersiapkan.

“Tentang kebangsaan saja,” katanya singkat.

Baca selengkapnya.

2. Ayah dan Anak Sekongkol Siram Air Keras ke Penjual Tempe di Pacitan, Terancam Penjara 4 Tahun

PENYIRAMAN AIR KERAS - Seorang penjual tempe disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).
PENYIRAMAN AIR KERAS - Seorang penjual tempe disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026). (Istimewa/TribunJatim.com)

Kasus penyiraman air keras menjadi satu di antara bentuk kekerasan yang tergolong brutal di Indonesia.

Kekerasan tersebut tidak hanya menyebabkan luka fisik serius, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis berkepanjangan bagi korban.

Kejadian tragis itu juga menimpa seorang penjual tempe bernama Eko Susanto, warga Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Ia menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal, Rabu (13/5/2026).

Seminggu pascainsiden itu, polisi menangkap pelaku yang terdiri dari ayah dan anak.

Pelaku adalah Sayitno (58) dan Ridho Candar Gusti (26), warga Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.

Kedua pelaku ditangkap di kediamannya.

“Kami lakukan penyelidikan mendalam. Menyisir satu per satu lokasi sehingga ditangkap kedua pelaku yang merupakan ayah dan anak ini di rumahnya,” ungkap Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Kamis (21/5/2026), dilansir TribunJatim.com.

Dari hasil penyelidikan sementara, keduanya telah merencanakan aksi penyiraman air keras terhadap korban.

Kedua tersangka berangkat dari rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario.

“Sayitno di belakang atau dibonceng dengan membawa air keras. Sedangkan anaknya Ridho yang di depan,” kata mantan Kasatreskrim Polres Gresik ini.

Baca selengkapnya.

3. Citra Margaretha Utangi Sugiri Sancoko dengan Bunga 10 Persen untuk Pilkada, Baru Dicicil Rp1,1 M

KORUPSI BUPATI PONOROGO - Pengusaha Pacitan, Citra Margaretha saat memberikan keterangan tentang penggeledahan di rumahnya, Desa Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jatim. Citra menyebut penggeledahan itu berkaitan dengan pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko.
KORUPSI BUPATI PONOROGO - Pengusaha Pacitan, Citra Margaretha saat memberikan keterangan tentang penggeledahan di rumahnya, Desa Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jatim. Citra menyebut penggeledahan itu berkaitan dengan pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko. (Istimewa)

Kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah di Indonesia masih menjadi perhatian serius.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 11 kepala daerah di Indonesia selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Satu di antara kepala daerah yang terkena OTT KPK adalah Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko pada November 2025.

Kasus yang menjerat Sugiri Sancoko masih bergulir.

Terbaru, KPK menggeledah rumah seorang pengusaha bernama Citra Margaretha.

Rumah yang digeledah KPK pada Senin (18/5/2026) itu berlokasi di Desa Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Penggeledahan itu berkaitan dengan pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko.

“Teman-teman KPK datang kesini melakukan penggeledahan karena ada pengembangan dari TPPU nya Pak Giri (Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko),” kata Citra, dikutip dari YouTube TribunJatim Official yang diunggah Rabu (20/5/2026).

Citra menjelaskan, hubungannya dengan Sugiri Sancoko sebatas urusan utang-piutang.

Menurutnya, Sugiri Sancoko meminjam uang padanya untuk modal saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024. 

“Ya saya ditanya-tanya. Apakah tahu asal pengembalian utang Pak Giri ke Saya,” kata Citra.

Baca selengkapnya.

4. Motif Pembunuhan Karyawan Cuci Motor di Badung Bali, Jasad Dikubur di Sawah

PEMBUNUHAN DI BADUNG - Pada Rabu 20 Mei 2026, penyidik Polres Badung memeriksa dua pelaku utama, yakni D.F. asal Lombok Timur dan M.K.H. asal Jember, Jawa Timur, untuk dimintai keterangan.
PEMBUNUHAN DI BADUNG - Pada Rabu 20 Mei 2026, penyidik Polres Badung memeriksa dua pelaku utama, yakni D.F. asal Lombok Timur dan M.K.H. asal Jember, Jawa Timur, untuk dimintai keterangan. (Tribunnews.com)

Sejumlah kasus pembunuhan berawal dari konflik personal di lingkungan kerja yang tidak terselesaikan dengan baik.

Pada Selasa (12/5/2026) lalu, warga Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, digegerkan dengan penemuan jasad pria.

Kondisi jasad sudah membusuk dan terkubur di persawahan.

Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap korban merupakan pria asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial DAD.

Selama di Bali, korban bekerja di sebuah cuci motor yang tak jauh dari lokasi penemuan jasad.

Polres Badung telah menangkap empat pelaku pembunuhan yakni DF (20) asal Lombok Timur, MKH (24) asal Jember, serta dua pelaku di bawah umur, AFP (17) dan IPR (16).

Mereka merupakan rekan kerja korban yang telah merencanakan aksi pembunuhan.

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, menyatakan para pelaku telah menyiapkan pisau dan membuat janji bertemu korban.

"Ternyata mayat yang kita temukan sebelumnya di Darmasaba, merupakan korban pembunuhan sadis. Ada empat pelaku yang kita amankan dalam kasus ini," paparnya, Rabu (20/5/2026), dikutip dari TribunBali.com.

Motif pembunuhan yaitu pelaku DF sakit hati sering di-bully, sehingga mengajak tiga temannya melakukan pengeroyokan.

Baca selengkapnya.

5. Pengakuan Syahri Anggota DPRD Jember yang Main Game saat Rapat, Kasih Makan Sapi Game Online

ANGGOTA DPRD MEROKOK - (Kiri) Foto anggota DPRD Jember, Jawa Timur, Achmad Syahri As Siddiqi dan (Kanan) Tangkap layar video Achmad Syahri asyik merokok dan main game saat Rapat Dengar Pendapat Komisi D bersama Dinas Kesehatan, BPJS, dan seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Jember, Senin (11/5/2026) kemarin.
ANGGOTA DPRD MEROKOK - (Kiri) Foto anggota DPRD Jember, Jawa Timur, Achmad Syahri As Siddiqi dan (Kanan) Tangkap layar video Achmad Syahri asyik merokok dan main game saat Rapat Dengar Pendapat Komisi D bersama Dinas Kesehatan, BPJS, dan seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Jember, Senin (11/5/2026) kemarin. (Kolase Tribunnews.com/Kolase: infopemilu.kpu.go.id dan Instgaram @fakta.indo)

Majelis Kehormatan Partai Gerindra menjatuhkan sanksi teguran keras terhadap Anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi.

Sidang etik digelar di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta pada Jumat (15/5/2026) lalu.

Achmad Syahri As Siddiqi terekam kamera sedang merokok serta main game online ketika rapat dengar pendapat (RDP) soal isu kesehatan pada Senin (11/5/2026).

Pimpinan sidang, Fikrah Auliyaurrahman, menyatakan pria 26 tahun tersebut terancam diberhentikan dari jabatannya jika kembali melakukan pelanggaran etika dan disiplin Partai Gerindra.

"Mengadili. Menyatakan saudara Ahmad Syahri Assidiqi SE selaku kader Partai Gerindra terbukti telah melanggar AD/ART Partai Gerindra." 

"Memberikan hukuman teguran keras dan terakhir kepada saudara Ahmad Syahri Assidiqi SE anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Jember," ungkapnya, Jumat.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, mengaku telah memanggil Achmad Syahri untuk meminta klarifikasi terkait videonya yang viral.

Berdasarkan keterangan Achmad Syahri, game yang dimainkan yakni digital Hay Day yakni permainan simulasi pertanian.

Saat kejadian rapat digelar mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. 

Pukul 13.00 WIB, Achmad Syahri teringat belum memberi makan sapi di game online tersebut.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.