Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Anggota DPRK Yahukimo Daerah Pemilihan (Dapil) III, Enos Siep turun langsung dan memberikan bantuan kepada masyarakat korban pengungsian akibat konflik perang suku di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Bantuan tersebut disalurkan di sejumlah titik pengungsian yang tersebar di wilayah Megapura, Wouma, Maplima hingga Wesaput, Kabupaten Jayawijaya.
Konflik perang suku yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan 808 lebih warga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi mencari tempat yang lebih aman. Situasi tersebut membuat aktivitas masyarakat sempat lumpuh, termasuk kegiatan pendidikan, pelayanan pemerintahan hingga aktivitas ekonomi warga.
Melihat kondisi tersebut, Enos Siep langsung ke lapangan untuk melihat keadaan masyarakat sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak konflik.
Baca juga: Kas Daerah Kosong, Hak Ratusan Guru PAUD Kabupaten Jayapura Tertunggak Tiga Semester
Enos Siep mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian akibat perang suku.
“Kami dari DPRK Yahukimo Dapil III turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat korban pengungsian di beberapa titik mulai dari Megapura, Wouma, Maplima sampai Wesaput,” kata Enos Siep kepada Tribun-Papua.com, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, masyarakat yang terdampak konflik saat ini sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintah maupun semua pihak, terutama perempuan, anak-anak, dan warga lanjut usia yang mengalami kesulitan selama berada di lokasi pengungsian.
Ia mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat yang harus meninggalkan rumah dan hidup dalam keterbatasan akibat konflik perang suku.
Baca juga: DPRD Fakfak Siapkan Tim Lapangan Usut Izin Operasi Perusahaan Kayu
“Kami melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Banyak warga yang membutuhkan perhatian karena aktivitas mereka terganggu akibat konflik perang suku yang terjadi. Anak-anak, mama-mama dan orang tua juga ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.
Ia memastikan kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat merasa diperhatikan dan tidak sendirian menghadapi situasi tersebut.
Sebab saat ini masyarakat membutuhkan dukungan moral dan rasa aman agar bisa kembali menjalankan kehidupan secara normal.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Nabire Cairkan Klaim Pekerja Hingga Rp29,2 Miliar
“Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan kepada warga yang terdampak konflik. Kami ingin masyarakat merasa tenang karena pemerintah dan DPRK hadir bersama mereka,” katanya.
Saat menyalurkan bantuan, Enos berdialog langsung dengan masyarakat di sejumlah titik pengungsian untuk mendengarkan kondisi dan kebutuhan yang diperlukan warga.
Di sana sebagian masyarakat berharap situasi keamanan segera pulih agar mereka dapat kembali ke rumah dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Harapan masyarakat tentu ingin situasi cepat aman supaya mereka bisa kembali beraktivitas, berkebun, bekerja dan anak-anak bisa sekolah dengan tenang,” ujarnya.
Baca juga: HEBOH Gaji ASN Pensiun dan Meninggal di Dogiyai Masih Dibayar, Anggaran Bobol Rp 3,7 Miliar
Enos menyebut keamanan di Distrik Wouma dan beberapa wilayah sekitar kini mulai berangsur kondusif setelah pemerintah daerah, DPRK, dan aparat keamanan turun langsung melakukan penanganan di lapangan.
“Puji Tuhan situasi sekarang mulai aman dan masyarakat perlahan mulai beraktivitas kembali. Sekolah sudah mulai berjalan dan aktivitas pemerintahan juga mulai normal,” katanya.
Meski demikian, ia berharap semua pihak tetap menjaga situasi keamanan dan mengedepankan perdamaian agar konflik serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Menurutnya, perang suku hanya akan merugikan masyarakat sendiri karena berdampak pada kehidupan sosial, pendidikan dan masa depan generasi muda Papua.
Baca juga: HEBOH Gaji ASN Pensiun dan Meninggal di Dogiyai Masih Dibayar, Anggaran Bobol Rp 3,7 Miliar
“Kami berharap semua pihak bisa saling menahan diri, menjaga hubungan persaudaraan, dan mengedepankan penyelesaian secara damai. Jangan sampai konflik seperti ini terus terjadi karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil,” katanya.
Enos mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan untuk saling menjaga, saling membantu dan memperkuat kehidupan sosial yang damai sebab mereka semua adalah sudara sebagai orang asli Papua.
“Mari kita sama-sama menjaga perdamaian supaya masyarakat bisa hidup aman, nyaman dan generasi muda bisa memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(*)