POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Sektor peternakan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menunjukkan tren positif menjelang momentum Hari Raya Iduladha 2026.
Ketergantungan masyarakat terhadap pasokan hewan kurban dari luar daerah perlahan mulai terkikis seiring meningkatnya produktivitas peternak lokal, Jumat (22/5/2026).
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur, persentase ketercukupan stok sapi lokal di pasaran kini mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni merangkak naik ke angka 40 persen dari yang semula hanya berkisar 30 persen.
Kenaikan grafik ini adanya lonjakan kesadaran serta minat yang tinggi dari masyarakat Belitung Timur untuk mulai mandiri dan menekuni dunia usaha budidaya ternak sapi.
Baca juga: Suhu di Makkah 43 Derajat Celcius, Jemaah Haji Asal Beltim Diminta Fokus Istirahat di Hotel
Menyikapi hal tersebut, pemilik peternakan Alfi Farm di Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Dalila merespons positif data pertumbuhan peternak baru di wilayahnya.
Ia mengatakan kehadiran para peternak baru di berbagai desa justru menjadi penyemangat bagi dirinya untuk terus mempertahankan dan meningkatkan mutu hewan ternak.
"Oh ya bagus, bagus sekali itu. Karena semakin banyak peternak lokal atau petani lokal, ya berarti kita lebih bagus dan lebih baik lagi ke depannya dalam hal kemandirian," ujar Dalila.
Dalila menilai kehadiran para kompetitor baru ini tidak menjadi ancaman bagi keberlangsungan usahanya, melainkan persaingan yang positif.
"Kita bersaingnya secara sehat. Terus kita juga jadi punya rasa ingin meningkatkan kualitas sapi kita lebih tinggi lagi karena banyak petani-petani baru yang bermunculan," ucapnya.
Dalila juga menjelaskan bahwa harga jual sapi di tingkat peternak lokal masih berada di angka yang relatif stabil dan terjangkau.
Untuk jenis sapi biasa di pasaran Belitung Timur, nilai jual per ekornya rata-rata dipatok mulai dari puluhan juta rupiah tergantung bobot dan ukuran fisik hewan.
"Harganya saat ini berkisar antara Rp25 juta sampai Rp30 juta, ada juga yang mencapai Rp32 juta per ekor," ungkapnya.
Dalila lalu memprediksi jika persentase populasi sapi lokal ke depan terus melonjak hingga menembus angka 70 persen, harga daging sapi di Pulau Belitung berpotensi mengalami penurunan yang menguntungkan konsumen.
Hal itu dikarenakan para peternak dan pedagang tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi tambahan yang besar untuk mengirim pasokan sapi menggunakan kapal laut dari luar pulau.
Sejauh ini, seluruh sapi yang digemukkan di Alfi Farm murni merupakan sapi lokal. Pasar penjualannya pun sudah merambah luas sampai kabupaten tetangga.
"Mayoritas pembeli ada yang dari wilayah Belitung Timur sendiri, tapi banyak juga konsumen yang datang dari wilayah Belitung induk," katanya.
Baca juga: Masuk Hari Kelima, Haris Pemancing Dendang Hilang Terus Dicari, Tim SAR Perluas Area hingga 98 NM⊃2;
Sekadar informasi, peternakan milik Dalila sendiri rata-rata mampu mengeluarkan puluhan ekor sapi kualitas terbaik untuk keperluan ibadah kurban masyarakat.
"Kalau sekali musim Iduladha, rata-rata sapi yang laku untuk kebutuhan kurban itu biasanya bisa mencapai 20 ekor," ujarnya.
Terakhir, Dalila menaruh harapan besar pada pemerintah daerah untuk terus memberikan pendampingan. Hal ini supaya minat beternak warga terus terjaga demi mewujudkan swasembada pangan.
"Harapan saya memang minat ternak warga ini harus ditingkatkan lagi. Biar Belitung nambah makmur, nambah banyak petani, dan yang paling penting masyarakat kita bisa mandiri," tutupnya.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)