KA Bangunkarta Terlambat, Penumpang Cemas Takut Tiba Tengah Malam di Nganjuk
Dwi Rizki May 22, 2026 04:21 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Suasana ruang tunggu Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, dipenuhi penumpang yang menanti kepastian keberangkatan kereta api pada Jumat (22/5/2026) siang.

Di antara keramaian itu, pasangan suami istri lanjut usia (lansia), Joko Hariyadi (66) dan Yekti (55), tampak duduk lesehan sambil menjaga barang bawaan mereka.

Keduanya sedianya berangkat menggunakan KA Bangunkarta menuju Nganjuk, Jawa Timur, dengan jadwal keberangkatan pukul 12.25 WIB. Namun hingga pukul 13.27 WIB, kereta yang mereka tunggu belum juga diberangkatkan.

Joko mengatakan dirinya sudah tiba di Stasiun Pasar Senen sejak pukul 11.00 WIB. Setibanya di lokasi, ia mendapat informasi bahwa sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan.

“Terus dikonfirmasi kereta itu banyak yang terlambat,” ujar Joko saat ditemui di lokasi.

Meski demikian, ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci terkait penyebab keterlambatan tersebut.

“Enggak tahu. Hanya dengar-dengar ada kereta yang anjlok,” katanya.

Baca juga: Gelar Razia di Jakarta Pusat, Polisi Sita Narkoba dan Celurit dari Sejumlah Remaja

Menurut Joko, hingga siang hari belum ada kepastian mengenai waktu keberangkatan KA Bangunkarta yang akan membawanya menuju Nganjuk, Jawa Timur.

Ia dan penumpang lainnya hanya diminta menunggu pengumuman lanjutan dari petugas stasiun.

“Ini nunggu pengumuman saja. Untuk kereta Bangunkarta itu disuruh antre di Gate 1. Nanti kalau ada perubahan akan diumumkan lebih lanjut,” tuturnya.

Keterlambatan tersebut membuat Joko khawatir perjalanan menuju kampung halamannya akan molor hingga larut malam.

Dalam kondisi normal, perjalanan menuju Nganjuk biasanya memakan waktu sekitar 10 jam dan ia diperkirakan tiba sekitar pukul 22.25 WIB. Namun dengan adanya penundaan keberangkatan, ia takut tiba di stasiun tujuan saat transportasi umum sudah tidak tersedia.

“Kalau normal itu sampai sekitar jam 10 malam lebih sedikit. Tapi sekarang belum tahu berangkatnya jam berapa. Jadi khawatir nanti sampai tengah malam,” ucapnya.

Kekhawatiran terbesar Joko adalah soal transportasi lanjutan setelah tiba di Stasiun Nganjuk. Menurutnya, kondisi kota yang relatif kecil membuat kendaraan umum tidak selalu tersedia hingga larut malam.

“Nanti ada jemputan atau kendaraan umum apa enggak, kita belum tahu. Mudah-mudahan nanti masih ada ojek juga,” katanya.

Ia menambahkan, apabila tiba sesuai jadwal malam hari biasanya masih ada kendaraan yang bisa digunakan untuk pulang. Namun dengan tambahan keterlambatan lebih dari satu jam, kecemasannya semakin bertambah.

“Kalau tepat waktu jam 10 malam masih ada biasanya. Ini sudah mundur lagi satu jam ya khawatir juga,” ujarnya.

Joko juga menyinggung pengalaman keluarganya yang pernah tertinggal kereta hanya karena keterlambatan lima menit saat hendak naik KA eksekutif menuju Surabaya. Karena itu, ia merasa ironis ketika kali ini justru penumpang yang harus menunggu akibat keterlambatan kereta.
“Pengalaman anak saya dulu terlambat lima menit saja ditinggal kereta. Lah sekarang malah keretanya yang terlambat,” katanya sambil tersenyum tipis.

Meski harus menunggu lama dan diliputi ketidakpastian, Joko dan istrinya tetap memilih bertahan di ruang tunggu sambil berharap ada kepastian keberangkatan secepatnya.(m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.