JLS Babat Lamongan Mulai Dibangun, Ditargetkan Buka Akses Baru ke Bojonegoro
Cak Sur May 22, 2026 04:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pembangunan Jalur Lingkar Selatan (JLS) Babat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), mulai menunjukkan progres. Proyek strategis daerah itu disiapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, sekaligus membuka konektivitas baru menuju wilayah Bojonegoro.

Proyek strategis daerah tersebut, diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Babat, sekaligus membuka konektivitas baru yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan pembangunan JLS Babat dimulai dari jalan depan Pasar Agro Bis menuju Desa Gedongkulon, hingga Pereng dan tembus ke Puncakwangi menuju Jalan Jombang.

“Pembangunan JLS ini penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar Pasar Babat dan mendukung pengembangan wilayah,” ujar Bupati yang akrab disapa Kaji Yes, Jumat (22/5/2026).

JLS Disiapkan Kurangi Kepadatan di Pusat Kota Babat

Menurut Kaji Yes, keberadaan jalur lingkar selatan nantinya akan mengalihkan arus kendaraan besar agar tidak lagi melintas di pusat keramaian Kota Babat.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pusat kota diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan aman.

Secara teknis, jalur lingkar selatan tersebut dirancang melintasi wilayah Plaosan, Sogo, Gedongkulon, Puncakwangi hingga Karangkembang.

Jalur itu nantinya juga akan terhubung dengan akses menuju Kabupaten Bojonegoro sehingga menjadi jalur alternatif baru antardaerah.

“Kita upayakan segera agar pembangunan infrastruktur ini bisa dirasakan manfaatnya meski pelaksanaannya bertahap, karena ada pembebasan lahan yang kurang,” tuturnya.

  • JLS Babat dibangun untuk mengurangi kemacetan di pusat kota
  • Jalur akan terhubung hingga akses menuju Bojonegoro
  • Pembangunan dilakukan bertahap sejak 2025
  • Pembebasan lahan masih diperlukan sekitar 400 meter

Pembebasan Lahan Masih Jadi Kendala

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Andhy Kurniawan, melalui Kadis Kominfo Sugeng Widodo menjelaskan pembangunan JLS sebenarnya telah dimulai sejak 2025.

Pekerjaan awal dilakukan melalui peningkatan dan pelebaran jalan di wilayah Plaosan, termasuk perbaikan jembatan.

“Tahun ini dilanjutkan lagi. Untuk akses jalan kabupaten sebenarnya sudah tuntas karena ada perbaikan sepanjang 1,1 kilometer,” katanya.

Meski demikian, jalur tersebut masih akan disambungkan hingga wilayah Karangkembang sebagai bagian dari konektivitas menuju Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Andhy, masih diperlukan tambahan pembebasan lahan sekitar 400 meter agar proyek dapat berjalan sesuai rencana.

“Yang masih perlu pembebasan itu sekitar 400 meter ada di selatan,” ujarnya.

Pemkab Targetkan Pengerjaan Berlanjut Tahun Depan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menargetkan pengerjaan fisik JLS Babat dilakukan secara bertahap hingga tahun depan, termasuk penyelesaian proses pembebasan lahan.

“Tahun depan semoga bisa tuntas untuk pembebasan jadi bisa kita lanjutkan sisa JLS ini,” kata Andhy.

Ia menjelaskan, kawasan yang akan dibebaskan mayoritas berupa lahan tegalan.

Masyarakat disebut menyambut baik proyek tersebut, karena diyakini dapat membuka akses jalan baru, sekaligus memunculkan pusat-pusat ekonomi baru di sekitar jalur lingkar.

Andhy menegaskan, Pemkab Lamongan akan terus melanjutkan pembangunan jalan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan progres pembebasan lahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.