Tribunlampung.co.id, Makassar - Geger seorang wanita ditemukan tewas di sebuah penginapan di Jalan Sungai Saddang Baru, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Sulawesi Selatan.
Korban berinisial MA (40) asal Kabupaten Kepulauan Selayar.
Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pria berinisial EB (40), warga Kecamatan Tamalanrea, Makassar, yang diduga sebagai pelaku.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diketahui masuk ke penginapan bersama pelaku EB pada Minggu (17/5/2026).
Kecurigaan mencuat ketika korban tak kunjung keluar dari kamar hingga masa sewa penginapan berakhir pada Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: 2 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Hantam Warung Kopi dan Pagar di Banyumas
Petugas penginapan pun mencoba memeriksa kondisi kamar melalui jendela dan menemukan korban dalam kondisi mengenaskan.
“Saat dicek melalui jendela, korban ditemukan dalam keadaan terlentang dan sudah tidak bergerak, dengan darah keluar dari hidung dan mulut,” terang Wawan, Kamis (21/5/2026) kemarin.
Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses autopsi.
Tak membutuhkan waktu lama, aparat kepolisian berhasil menangkap EB di kediamannya di wilayah Tamalanrea.
Dari hasil pemeriksaan, pria tersebut mengakui perbuatannya.
Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Wawan Suryadinata mengungkapkan bahwa motif pembunuhan diduga dipicu rasa cemburu.
Pelaku diduga emosi setelah mengetahui korban memiliki hubungan dengan pria lain.
Menurut polisi, EB disebut telah menyiapkan rencana untuk menghabisi nyawa korban.
Ia diduga mencampurkan empat tablet obat pereda nyeri jenis asam mefenamat ke dalam air minum korban.
“Minuman itu diberikan kepada korban saat baru terbangun dari tidur,” ucap Wawan.
Setelah meminum air tersebut, korban disebut sempat meninggalkan tempat.
Namun keesokan harinya, pelaku kembali mendatangi penginapan untuk memeriksa kondisi korban dari luar kamar.
Saat mengintip melalui jendela, pelaku mendapati korban sudah tidak sadarkan diri dan terdapat luka lebam di bagian lengan.
Polisi menyebut pelaku baru mengetahui korban meninggal dunia setelah dirinya diamankan petugas di rumahnya.
Hingga kini, aparat masih mendalami kasus tersebut termasuk hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Sumber: TribunJateng.com