Daging kurban bisa dimasak menggunakan berbagai macam olahan santan, seperti gulai, gule, atau kari. Sekilas, ketiga olahan ini mungkin terlihat mirip, tetapi racikan bumbunya berbeda loh!
Sebentar lagi Muslim akan menyambut hari raya lebaran haji atau Idul Adha. Setelah melaksanakan ibadah sholat sunah dan menyembelih hewan kurban, potongan hewan tersebut akan didistribusikan.
Potongan daging kurban tersebut pun bisa diolah menjadi aneka macam masakan. Tetapi jika bosan dengan sate atau dendeng, kamu bisa mengolahnya dengan bahan utama santan, seperti gulai, gule, maupun kari. Olahan santan ini menawarkan cita rasa gurih, sedikit pedas berempah, dan sangat nikmat dimakan bersama keluarga.
Ketiganya mungkin punya tampilan mirip. Tetapi sebenarnya gule, gulai, dan kari memiiki racikan bumbu rempah yang berbeda-beda. Cita rasanya pun tidak sama.
Berikut perbedaan antara olahan gulai, gule, dan kari:
1. Gulai
Gulai merupakan salah satu olahan santan yang populer. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ravsky
|
Gulai yang berasal dari Sumatera ini disebut-sebut merupakan hasil pengaruh dan penerapan seni memasak dari India. Tak heran jika cita rasanya kaya rempah dan bumbunya mirip seperti kari.
Gulai banyak ditemukan di masakan Minangkabau. Bukan hanya daging yang bisa diolah menjadi gulai, tetapi nangka, tunjang, hingga cumi juga bisa dimasak dengan bumbu ini.
Tekstur gulai cenderung kental berwarna merah atau kuning karena pada dasarnya, gulai merupakan tahapan proses bahan makanan sebelum menjadi kalio atau rendang di Sumatera. Cita rasanya pun gurih dan agak pedas.
Bumbu gulai tidak sebanyak kari. Biasanya bumbu ini dibuat menggunakan tambahan ketumbar, adas, jinten, lada, cabai, dan kunyit.
Untuk versi gulai merah, porsi cabainya harus lebih banyak. Biasanya menggunakan campuran cabai segar dan cabe bubuk.dan seringkali dijadikan bumbu olahan untuk daging sapi, kambing, dan jeroan.
Sedangkan gulai kuning, bisa ditambah dengan takaran kunyit lebih banyak. Umumnya diolah bersama ikan dan seafood.
2. Gule
Gule cenderung punya rasa yang lebih manis dibandingkan gulai. Foto: Instagram
|
Banyak orang sering menganggap gule sama seperti gulai, padahal dua hidangan ini cukup berbeda.
Gule berasal dari Pulau Jawa, khsususnya Jawa Tengah dan Timur. Bahan yang dijadikan gule tidak sebanyak gulai. Biasanya gule hanya berupa sapi atau kambing beserta dengan tulang atau jeroanya.
Kuah gule pun cenderung encer dan tidak pekat karena dimasaknya tidak sampai mengental. Rasa gule juga cenderung sedikit lebih manis karena ada tambahan gula, tetapi tetap ada sentuhan rasa gurih agak pedas.
Bumbu rempah gule sebenarnya hampir sama seperti gulai. Di antaranya ada merica, kayu manis, kapulaga, pala, kunyit, dan sedikit cabe merah. Tetapi ada satu bumbu yang memberi aroma khas gule yaitu cabe Jawa yang sering dipakai dalam racikan jamu Jawa.
Selain rempah yang berbeda, gule juga dibuat menggunakan kuah santan encer yang dimasak sampai berwarna kuning kecokelatan.
Perpaduan rasa yang pas membuat gule nikmat disantap bersamanasi putih dan acar rawit timun.
3. Kari
Ada juga kari yang menggunakan rempah komplet. Foto: Charolin Pebrianti
|
Daging kurban juga bisa diolah menjadi kari. Bumbu ini diperkirakan muncul di wilayah Pakistan dan semakin berkembang melalui berbagai cara, salah satunya dengan perdagangan.
Asal usul kari berasal dari bahasa Dravida, yeng berarti sayuran dalam saus. Sedangkan dalam bahasa Kannada, kari memiliki arti hidangan gorengan, lapor www.ruparupa.com (4/3/2022).
Seiring berjalanya waktu, kari lalu menjadi hidangan yang mendunia. Tidak hanya berasal dari India, tetapi jenisnya juga cukup beragam. Namun kari di Indonesia berakar dari India. Oleh karena itu racikannya mirip dan populer di daerah Sumatera Utara, seperti Aceh dan Medan.
Kari diolah dengan bumbu rempah komplet, seperti kunyit, kayu manis, kapulaga, lada, ketumbar, jinten, hingga cengkeh. Selain itu ditambah daun kari supaya aromanya semakin sedap.
Bedanya dengan kari India, kari Indonesia biasanya punya cita rasa yang lebih ringan, tidak terlalu pekat. Kari pun cocok dimasak bersama daging sapi, kambing, hingga ayam.








