Indonesia menghadapi peluang strategis, sekaligus tantangan besar dalam memastikan seluruh produk dairy yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi yang tinggi

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut perlunya mengoptimalkan pengawasan keamanan pangan dan peningkatan mutu produk dairy di Indonesia, merespons tren konsumsi susu global yang diproyeksikan melampaui satu miliar ton pada 2030.

“Indonesia menghadapi peluang strategis, sekaligus tantangan besar dalam memastikan seluruh produk dairy yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi yang tinggi. Untuk itu BPOM menerapkan sistem pengawasan terpadu dari hulu hingga hilir (farm-to-table approach), memperkuat regulasi berbasis risiko, dan mengacu pada standar internasional Codex Alimentarius Commission,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Jumat.

Saat ini BPOM mengawasi sekitar 9.350 produk dairy, terdiri atas 7.610 produk domestik dan 1.740 produk impor. Pengawasan dilakukan melalui sistem digital berbasis risiko, inspeksi sarana produksi, pengawasan label dan iklan, hingga penindakan terhadap pelanggaran keamanan pangan.

Dia juga menyoroti peran BPOM dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pengawasan ketat terhadap produk susu pasteurisasi, agar aman dan berkualitas bagi masyarakat, terutama anak-anak.

Selain pengawasan dia juga menekankan pentingnya edukasi konsumen dan pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), dan peningkatan literasi keamanan pangan serta gizi seimbang.

Adapun Taruna hadir sebagai pembicara utama pada "The 9th Global Dairy Industry Conference (GDIC) Asia 2026" yang berlangsung di Singapura pada 22–23 April 2026.

Konferensi yang mengangkat tema “Seize the Momentum of Dairy Innovation” ini diikuti lebih dari 800 peserta dari lebih 10 negara, yang merupakan bagian dari regulator, asosiasi industri, produsen makanan dan minuman, penyedia bahan baku, perusahaan pengemasan, hingga investor.

Dia berharap partisipasi Indonesia dalam forum internasional ini semakin memperkuat posisi negara dalam diskusi global terkait keamanan pangan, inovasi produk dairy, dan pengembangan industri pangan berkelanjutan di kawasan Asia.

“Melalui keterlibatan aktif di forum internasional seperti GDIC Asia, Indonesia dapat berkontribusi pada pengembangan praktik terbaik global sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan produk dairy yang aman, sehat, dan bernutrisi,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar.