Warga Pulau Punjung Serbu Pasar Murah Pemkab Dharmasraya, Telur Ayam Ras Dijual Rp45.000 per Tray
Rezi Azwar May 22, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Warga memadati halaman Masjid Babussalam di Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Jumat (22/5/2026) pagi. 

Antrean panjang didominasi ibu rumah tangga sudah mengular demi mendapatkan bahan pangan dengan harga miring.

Langkah ini menjadi bagian dari intervensi langsung Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam menjaga daya beli masyarakat. 

Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Kumperdag), pemerintah daerah berupaya menekan laju inflasi yang kian membayangi perekonomian masyarakat tingkat bawah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, turun langsung ke lapangan untuk meninjau jalannya operasi pasar tersebut. 

Baca juga: Harga Cabai Merah di Padang Panjang Tembus Rp 50 Ribu per Kg, Daging Sapi Rp 153 Ribu

Kehadiran birokrat tertinggi di kabupaten ini sekaligus untuk memastikan distribusi logistik pangan murah berjalan tertib dan tepat sasaran.

Di sela-sela peninjauan, Medison menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah warga yang sedang mengantre. 

Ia mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi masyarakat terkait fluktuasi harga kebutuhan pokok dalam beberapa pekan terakhir.

"Kami ingin memastikan bahwa negara, dalam hal ini pemerintah daerah, hadir secara nyata di tengah masyarakat ketika situasi ekonomi sedang menantang," ujar Medison.

Keberhasilan penyelenggaraan pasar murah ini tidak lepas dari kolaborasi taktis berbagai pihak. Pemkab Dharmasraya menggandeng Bank Indonesia, Perum Bulog, dan Bank Nagari untuk menyubsidi serta menyuplai komoditas pangan utama.

Dalam operasi pasar ini, komoditas yang disediakan dijual jauh di bawah harga pasar tradisional. Beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram, misalnya, dibanderol seharga Rp60.000.

Selain beras, minyak goreng kemasan Minyakita juga menjadi buruan warga karena hanya dijual seharga Rp12.000 per liter. 

Baca juga: Detik-detik Banjir Terjang Rumah Syamsinur di Kuranji Padang, Air Masuk Jam 9 Malam

Begitu pula dengan gula pasir merek Rose Brand yang dipatok Rp15.000 per kilogram, serta telur ayam ras seharga Rp45.000 per tray.

Medison menegaskan, pengendalian inflasi saat ini telah menjadi agenda prioritas nasional yang wajib diterjemahkan dengan aksi konkret di tingkat daerah. Setiap keterlambatan merespons gejolak harga berpotensi memperburuk kesejahteraan warga.

Menurut Medison, pelaksanaan pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri terkait pengendalian inflasi daerah secara berkesinambungan. Arahan tersebut kemudian direspons cepat secara internal.

"Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk bergerak cepat. Kami diminta melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga dan daya beli," kata Medison.

Langkah taktis ini dinilai esensial mengingat komoditas pangan memiliki andil yang cukup besar terhadap pembentukan angka inflasi di daerah. Melalui subsidi dan distribusi langsung, rantai pasok yang panjang dapat dipangkas.

Di sisi lain, respons positif datang dari masyarakat setempat. Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya selisih harga yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan harga eceran di pasar umum.

Baca juga: Meski Harga Cabai Naik, Harga Beras dan Gula di Solok Selatan Pekan Ini Tak Ikut Berubah

Rina (42), salah seorang warga Pulau Punjung, menyebutkan bahwa selisih harga pangan di pasar murah ini sangat berarti untuk memangkas pengeluaran rumah tangganya. Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda temporer.

"Harapannya kalau bisa diadakan rutin bulanan atau bergilir ke jorong-jorong (dusun), karena sangat meringankan beban belanja dapur kami," ungkap Rina.

Pemerintah daerah sendiri memang telah merancang program ini sebagai rangkaian kegiatan yang masif dan merata. Sebelum di Pulau Punjung, operasi pasar serupa telah sukses digelar di halaman Kantor Wali Nagari Koto Baru pada Rabu (13/5/2026) lalu.

Sebagai langkah keberlanjutan, Pemkab Dharmasraya menjadwalkan agenda pasar murah berikutnya di wilayah selatan. Kegiatan selanjutnya akan dipusatkan di halaman Kantor Camat Sungai Rumbai pada Jumat (5/6/2026) mendatang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.