Kondisi Banjir Kampung Guo Padang: Sempat Setinggi Pinggang, Kini Sisakan Lumpur Sebetis
Rezi Azwar May 22, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Banjir yang melanda Kelurahan Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (21/5/2026) malam, disebut datang dengan cepat hingga merendam rumah warga setinggi pinggang orang dewasa.

Camat Kuranji, Rozaldi Rosman mengatakan, hujan badai mulai mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 19.35 WIB sebelum air dan lumpur masuk ke permukiman warga.

“Kalau untuk kondisi air yang masuk ke rumah warga ada yang setinggi pinggang semalam, tinggi pinggang orang dewasa,” kata Rozaldi Rosman saat meninjau lokasi banjir, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, wilayah terdampak berada di RT 02, 03 dan 04 RW 06 Kelurahan Kampung Guo.

Dari data sementara, sebanyak 50 rumah dengan 60 kepala keluarga atau sekitar 150 jiwa terdampak banjir tersebut.

Baca juga: Dapur Dipenuhi Lumpur Usai Banjir, Warga Kampung Guo Padang Tak Sempat Siapkan Sarapan Pagi

Selain genangan air, rumah warga juga dipenuhi lumpur dengan ketebalan bervariasi mulai 10 sentimeter hingga mencapai setinggi betis orang dewasa.

“Laporan banyak lumpur untuk kondisi ketinggian mulai dari 10 cm hingga 30 cm, bahkan ada yang setinggi betis,” ujarnya.

Menurut Rozaldi, begitu menerima laporan dari masyarakat melalui RT dan RW setempat, pihak kecamatan langsung turun ke lapangan bersama sejumlah unsur terkait.

“Kita langsung melakukan tindakan gerak cepat dibantu RT dan RW setempat berkoordinasi dengan stakeholder terkait yang terdiri dari BPBD, Tim SAR, Satpol PP, Dubalang serta pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” katanya.

Ia menyebut, warga sempat berjibaku membersihkan lumpur hingga dini hari. Namun hingga Jumat siang, banyak rumah yang belum sepenuhnya bersih.

“Sementara tinjauan kita langsung ke lokasi rumah-rumah warga dan terbukti ternyata rumah warga di sini digenangi dengan lumpur yang semalaman warga membersihkan tetapi masih tertunda dan belum tuntas hingga saat sekarang ini,” ucapnya.

Baca juga: Update Banjir Kampung Guo Padang, Camat Kuranji Sebut 150 Jiwa Terdampak

Rozaldi memastikan lumpur yang masuk ke rumah warga merupakan lumpur baru akibat banjir yang terjadi Kamis malam.

Menurutnya, banjir berlangsung sejak usai maghrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB sampai 22.30 WIB.

“Untuk lumpur ini merupakan lumpur baru, kejadian banjir tadi malam yang melanda wilayah Kota Padang, khususnya di Kelurahan Guo, Kuranji ini,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Kuranji kini fokus pada penyaluran bantuan logistik makanan dan penanganan pascabanjir.

Selain itu, posko bencana dan dapur darurat juga akan didirikan di titik tengah kawasan terdampak agar distribusi bantuan lebih mudah dilakukan.

“Untuk solusi saat sekarang ini kita akan membantu untuk logistik makanan bagi warga yang terdampak,” ujarnya.

Meski tidak ada laporan korban luka, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk yang tinggal di sepadan sungai atau di dekat aliran sungai untuk segera mengantisipasi hal tidak diinginkan,” tuturnya.

Cerita Amidar Detik-detik Banjir di Padang Terjang Rumah

KORBAN BANJIR PADANG - Amidar (60), warga RT 02/RW 06, Kelurahan Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menceritakan pengalamannya saat banjir bercampur lumpur menerjang rumahnya pada Kamis (21/5/2026) malam. Peristiwa tersebut membuat dirinya dan cucunya trauma karena banjir datang secara tiba-tiba saat ia hendak beristirahat usai pulang bekerja di sawah.
KORBAN BANJIR PADANG - Amidar (60), warga RT 02/RW 06, Kelurahan Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menceritakan pengalamannya saat banjir bercampur lumpur menerjang rumahnya pada Kamis (21/5/2026) malam. Peristiwa tersebut membuat dirinya dan cucunya trauma karena banjir datang secara tiba-tiba saat ia hendak beristirahat usai pulang bekerja di sawah. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Mata Amidar (60) tampak memerah saat menyambut kedatangan TribunPadang.com di rumahnya, Jumat (22/5/2026). 

Baju yang dikenakannya terlihat lusuh, sementara kedua kakinya masih dipenuhi lumpur sisa banjir yang menerjang kawasan tempat tinggalnya.

Dengan langkah perlahan, Amidar berjalan menuju rumah yang kini dipenuhi lumpur. 

Rumah sederhana yang berada di RT 02/RW 06, Kelurahan Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) itu menjadi tempat ia berteduh bersama anak dan cucunya setelah banjir melanda pada Kamis (21/5/2026) malam.

Lantai rumah tampak masih basah dan berlumpur. Perabotan di dalam rumah juga terlihat berantakan akibat terjangan air bercampur lumpur yang masuk secara tiba-tiba.

Baca juga: Hujan Badai Terjang Padang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga Surau Gadang hingga Rusak

Amidar bercerita, malam itu dirinya baru saja hendak beristirahat usai bekerja di sawah milik warga.

Kondisi tubuhnya yang lelah membuat ia memilih tetap tinggal di rumah meski cucunya sempat mengajak mengungsi.

"Kejadian saat saya mau tidur usai pulang dari sawah. Cucu saya mengajak saya mengungsi ke rumah keluarga yang lain karena lebih tinggi. Karena saat itu masih hujan, saya tetap tidur dan saya sampaikan ke cucu saya bahwa tidak banjir," kata Amidar kepada TribunPadang.com di rumahnya.

Namun, ketenangan itu hanya berlangsung sesaat. 

Setelah mencoba menenangkan cucunya dan membaringkan badan di kasur, air tiba-tiba masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Pemko Padang Perkuat Operator ATS, 6.615 Anak Tidak Sekolah Jadi Perhatian

"Baru saat saya meletakkan kepala ke bantal, air tiba-tiba masuk ke kamar saya. Warnanya keruh dan membawa lumpur," ujarnya.

Air terus masuk dengan cukup deras hingga menggenangi rumahnya.

"Air di rumah saya setinggi betis. Sementara air di luar cukup dalam dan tinggi," jelasnya.

Di tengah kepanikan itu, Amidar juga mendengar suara dentuman keras dari luar rumah.

Suara tersebut membuat suasana semakin mencekam.

"Suara dentuman cukup keras. Karena air tinggi saya panik dan berteriak minta tolong. Tapi karena orang di sini juga terdampak, tidak bisa membantu saya saat itu," katanya.

Baca juga: Pemko Padang Perpanjang Kerja Sama Sertifikat Elektronik hingga 2030, BSrE Beri Apresiasi

Peristiwa tersebut membuat Amidar kembali dihantui trauma. 

Ia mengaku banjir kali ini menjadi yang kedua kalinya merendam rumahnya dalam waktu tidak terlalu lama.

"Ini yang kedua kali. Sebelumnya banjir besar terjadi saat November 2025, dan semalam yang kedua kali. Itu membuat saya dan cucu sangat trauma," ungkapnya.

Kini, Amidar hanya berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat banjir.

"Yah saya berharap bisa dibantu, perbaiki rumah saya," tuturnya.

Sementara itu, pantauan TribunPadang.com di lokasi, tidak hanya rumah Amidar yang terdampak. 

Puluhan rumah warga lainnya juga dipenuhi lumpur pascabanjir.

Selain merendam permukiman, banjir juga merusak sawah warga yang baru ditanami padi.

Hamparan sawah terlihat tertimbun lumpur dan material bawaan arus.

Sejumlah perangkat daerah, mulai dari camat, lurah, hingga pengurus RW dan RT, juga telah mendatangi rumah-rumah warga terdampak untuk melakukan pendataan dan melihat kondisi korban banjir. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.