Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Pelaku pariwisata Kabupaten Manggarai Timur menilai kerusakan Crossway Waemusur yang diterjang banjir bandang pada Rabu, 13 Mei 2026 berdampak langsung pada sektor pariwisata.
Kondisi ini dinilai berpotensi menurunkan kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Kornelis Dola, salah satu pelaku pariwisata Manggarai Timur sekaligus pemilik Hotel Gloria Borong, kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat (22/5/2026).
Ia mengatakan, rusaknya crossway yang menjadi bagian dari jalur lintas selatan penghubung Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat juga memperburuk kondisi ekonomi masyarakat karena warga harus membayar jasa penyeberangan sepeda motor dengan biaya Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.
Baca juga: Crossway Waemusur Ambruk, Warga Terpaksa Bayar Rp 50 Ribu agar Motor Bisa Lewat
Selain berdampak pada ekonomi, kerusakan infrastruktur tersebut juga mengganggu aktivitas pariwisata dan akses menuju sejumlah destinasi unggulan seperti Pulau Mules (Nuca Molas), Kampung Adat Wae Rebo, serta berbagai wisata pantai di wilayah selatan Flores yang dikenal eksotis.
Kornelis mengungkapkan, sejumlah wisatawan bahkan membatalkan kunjungan ke Pulau Mules karena akses yang terputus.
Ia berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen di Waemusur guna memperlancar akses transportasi, meningkatkan kunjungan wisata, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di wilayah tersebut.(rob)