PBNU: Ekonomi Syariah Jadi Peluang Serap Tenaga Kerja Baru di ASEAN
Dian Anditya Mutiara May 23, 2026 12:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa penguatan kerja sama ekonomi syariah antara Indonesia dan Malaysia berpotensi besar membuka lapangan kerja baru di kawasan Asia Tenggara.

Potensi tersebut dinilai dapat terwujud melalui pengembangan sektor pangan, usaha kecil menengah (UKM), industri halal, hingga penguatan investasi masyarakat berbasis akar rumput.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, saat menerima kunjungan delegasi Malaysia yang dipimpin Senator Dewan Negara Malaysia, Mujahid bin Yusof Rawa, di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (22/5/2026) malam.

Gus Yahya menekankan bahwa kekuatan basis masyarakat Nahdlatul Ulama hingga tingkat desa menjadi modal strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional maupun regional.

Baca juga: Sekjen PBNU Gus Ipul Usulkan Ploso Jadi Lokasi Munas dan Konbes NU, Pembukaan di Bangkalan

“Basis massa NU yang luas hingga tingkat desa menjadi modal penting untuk mendukung berbagai agenda strategis pemerintah sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di masyarakat,” ujar Yahya Cholil Staquf.

Menurutnya, kerja sama ekonomi syariah Indonesia-Malaysia tidak hanya berhenti pada hubungan antarnegara, tetapi juga diarahkan untuk membangun kolaborasi langsung di tingkat masyarakat melalui pendekatan grassroots economy.

Pengembangan Program Kolaboratif

PBNU bersama mitra dari Malaysia akan mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari produksi pangan, pembinaan UKM, peningkatan literasi bisnis internasional, hingga penguatan investasi masyarakat berbasis syariah.

Seluruh kerja sama tersebut dipastikan berjalan dalam kerangka syariah compliance guna memperkuat industri halal regional ASEAN.

“Kerja sama ini dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat di akar rumput. Kita akan saling berbagi pengetahuan dan teknologi untuk membantu mewujudkan target agenda prioritas pemerintah,” lanjutnya.

Baca juga: Pameran Pekan Halal Indonesia dan EduNation Festival 2026 Digelar Bersamaan 28-30 Agustus di JCC

Sementara itu, Senator Malaysia Mujahid bin Yusof Rawa menilai kawasan Asia Tenggara memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru dunia karena stabilitas kawasan yang relatif terjaga serta keberagaman budaya yang menjadi peluang besar bagi pengembangan bisnis halal.

“Langkah berikutnya, kita perlu mengubah stabilitas kawasan menjadi kesejahteraan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat luas. Kita mau mengangkat peace ini kepada prosperity, kesejahteraan ekonomi dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penguatan kerja sama ekonomi syariah lintas negara akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja baru dan perluasan perdagangan halal di kawasan ASEAN.

Selain sektor riil, Malaysia juga membuka peluang kerja sama di bidang keuangan syariah dan perbankan Islam sebagai bagian dari pendekatan people to people yang melengkapi hubungan antarpemerintah di Asia Tenggara.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama strategis PBNU dengan berbagai mitra internasional dalam memperkuat ekonomi syariah berbasis masyarakat sekaligus memperluas kontribusi Nahdlatul Ulama dalam pembangunan ekonomi kawasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.