BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Seorang remaja putri di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, meninggal dunia diduga akibat tersengat aliran listrik pada Kamis (21/5/2026) malam.
Korban diketahui bernama Dina Ardellia Syapa (14), pelajar atau siswi MTsN 2 Sungai Tabuk.
Berdasar informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 Wita, di rumah neneknya di Gang Sawahan RT 04 RW 04 Kelurahan Barabai Utara.
Saat itu, Dina hendak memandikan adiknya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
Baca juga: Siswi MTsN 2 Sei Tabuk HST Tewas Tersetrum Saat Hendak Mandikan Adik, Polisi Lakukan Penyelidikan
Ketua RT 04, M Budianur Setiawan, mengatakan, saat kejadian kondisi dapur rumah masih tergenang banjir setinggi mata kaki.
"Korban diduga tersengat arus listrik saat memegang pintu kamar mandi berbahan seng," ujar Budi.
Dia mengatakan, aliran listrik diduga berasal dari kabel lampu di dekat pintu kamar mandi yang mengalami kerusakan dan menempel pada bagian pintu.
“Kejadiannya kamis malam sekitar setengah sembilan. Setelah memandikan adiknya yang masih bersekolah di taman kanak-kanak, korban diduga tersengat listrik," tutur Ketua RT.
Dia menyebut, saat itu ada kabel lampu yang menempel di pintu kamar mandi berbahan seng, sementara kondisi banjir masih setinggi mata kaki.
"Adik korban yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga pun berdatangan dan menemukan korban tergeletak di kamar mandi dalam kondisi tidak sadarkan diri," jelasnya.
Korban selanjutnya dibawa ke RSUD H Damanhuri Barabai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia.
Personel Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah bersama Bhabinkamtibmas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga juga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Kapolres Hulu Sungai Tengah, Jupri JHP Tampubolon, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban serta mengimbau masyarakat lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik di rumah, terutama pada area yang rawan terkena air.
“Keselamatan instalasi listrik di rumah sangat penting diperhatikan. Pastikan kabel maupun peralatan listrik dalam kondisi aman agar tidak membahayakan penghuni rumah,” imbaunya.
Jenazah korban telah dimakamkan pada, Jumat (22/5/2026) siang usai salat Jumat.
(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)