WARTAKOTALIVE.COM, PANCORAN MAS - Keluh kesah warga di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna.
Masalah yang terjadi di warga adalah konsistensi untuk terus memilah sampah dari rumah. Namun, konsistensi itu belum ditunjang pendanaan dari Pemkot Depok.
Baca juga: Ade Supriyatna Ingin Depok Tentram Kawal Kasus PTSL Harjamukti Hingga Tuntas
Maka dari itu, Ade mendorong agar Dana RW Rp 300 juta yang sudah dialokasikan Pemkot Depok dapat benar-benar menyentuh kebutuhan warga di lapangan, termasuk untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
"Saya melihat satu hal penting. Semangat warga sebenarnya sudah ada. Bahkan beberapa RW sudah mulai menjalankan pemilahan sampah dan pengolahan organik secara mandiri. Tinggal bagaimana gerakan ini benar-benar didukung dan tidak dibiarkan berjalan sendiri," kata Ade Supriyatna.
Oleh sebab itu, lanjut Ade, ia meminta agar agenda pemilahan sampah dimasukkan sebagai kegiatan wajib dalam penggunaan Dana RW tersebut.
Baca juga: Rumah Warga Mekarsari Depok Sudah Setahun Ambruk, Ade Supriyatna Tinjau Lokasi
Jadi anggarannya bukan sekadar habis untuk kegiatan rutin, tapi bisa dipakai untuk kebutuhan nyata seperti ember pilah, motor gerobak, komposter, hingga mesin pencacah sampah.
"Persoalan sampah tidak bisa dibebankan hanya kepada pengurus Bank Sampah. RT, RW, kelurahan, kecamatan, sampai DLHK harus sama-sama hadir membangun awareness warga dan memastikan fasilitas pendukungnya tersedia.
Ade menambahkan bahwa agar program pemilihan sampah tidak hanya berhenti di sosialisasi dan pelatihan, sehingga bisa benar-benar berjalan di lingkungan warga.
"Kalau pengelolaan sampah ingin selesai, maka pemilahan dari rumah harus jadi gerakan bersama," tandas Ade Supriyatna.