Profil Cristiano Ronaldo, Dari Penyapu Jalanan Madeira, Kini Berburu Gelar Piala Dunia 2026
Dwi Setiawan May 23, 2026 01:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Cristiano Ronaldo telah memberikan rentetan gebrakan di dunia sepak bola sejak 2002. Pemain berjuluk CR7 meniti karier dari Lisbon, menunjukkan magisnya di Manchester, meruntuhkan berbagai rekor fantastis di Madrid, hingga tetap memancarkan sinarnya di Arab Saudi. 

Kapten sekaligus pilar andalan Timnas Portugal ini telah merengkuh segala trofi yang hanya bisa menjadi angan-angan bagi pesepak bola lain.

Kini masih ada satu kepingan puzzle yang belum lengkap dalam lemari prestasinya, yaitu memimpin negaranya merebut mahkota juara Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Piala Dunia 2026 dinilai akan jadi tarian terakhir Ronaldo sekaligus perburuan terakhir dalam mencari kepingan puzzle terakhir dalam kariernya.

lihat foto
KAPTEN PORTUGAL - Cristiano Ronaldo saat merayakan gol Portugal bersama rekan-rekannya saat menghadapi Turki di Euro 2024, Sabtu (22/6/2024).

Berawal Dari Menyapu Jalanan Madeira

Eks jagoan Manchester United itu lahir di Funchal, sebuah kota kecil di Pulau Madeira yang terletak di lepas pantai barat Portugal.

Masa kecil Ronaldo jauh dari kemewahan. Saat masih anak-anak, ia harus menyapu jalanan demi membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.

Ketika bakatnya tercium oleh Manchester United, Ronaldo remaja tidak lantas berpuas diri jika merangkum dari FIFA.

Mentalitas juaranya sudah terlihat sejak dini. Di lapangan latihan Carrington, ia sengaja mengikatkan beban tambahan di pergelangan kakinya saat melatih trik step-over (gerakan mengecoh lawan).

Baca juga: Ronaldo Belum Pensiun usai Juara Bersama Al Nassr, Target 1000 Gol Butuh Satu Musim Lagi

Tujuannya agar saat bertanding tanpa beban tersebut, kakinya bisa bergerak lebih lincah dan cepat.

Hasil dari kegilaan latihan itu melahirkan sebuah gerakan ikonik yang melambungkan namanya di jagat sepak bola, yang kita kenal sebagai 'Ronaldo Chop'.

Awal Mula Petualangan di Piala Dunia, Rekor Bersejarah di Qatar

Jika ditarik garis lurus ke belakang, petualangan Ronaldo di panggung Piala Dunia FIFA dimulai dua dekade lalu, tepatnya pada edisi Jerman 2006.

Di sana, ia mencetak gol perdana di turnamen ini saat bersua Iran. Tak hanya itu, Ronaldo juga menjadi algojo penentu dalam drama adu penalti di babak perempat final melawan Inggris.

Piala Dunia Rusia 2018 menjadi saksi di mana Ronaldo berada dalam performa terbaiknya yang sulit dibendung lawan.

Momen paling fenomenal langsung tersaji pada laga pembuka. Melalui sebuah hat-trick heroik Ronaldo memaksa Spanyol bermain imbang 3-3.

Ia kemudian melanjutkan tren positif tersebut dengan mencetak gol tunggal kemenangan atas Maroko. Walau demikian, dewi fortuna belum memihak Portugal karena mereka terjungkal di babak 16 besar.

Sejarah baru tercipta ketika Ronaldo menginjakkan kaki di Qatar 2022.

lihat foto
RONALDO - Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo bereaksi selama pertandingan sepak bola kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 antara Portugal dan Azerbaijan pada 24 Maret 2021 di Stadion Juventus. Marco (Foto Arsip Maret 2021). BERTORELLO / AFP

Memasuki menit ke-65 pada laga pembuka kontra Ghana di Stadion 974, sang penyerang dengan dingin melesakkan gol lewat titik putih.

Gol tersebut tidak sekadar membawa Portugal menang 3-2, tetapi juga menobatkan dirinya sebagai pesepak bola pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol di lima edisi Piala Dunia secara beruntun.

Konsistensi mencetak gol ini dimulai dari melawan Iran (Jerman 2006), lalu berlanjut ke gawang Korea Utara (Afrika Selatan 2010), Ghana (Brasil 2014), hat-trick kontra Spanyol serta sundulan maut lawan Maroko (Rusia 2018), hingga penalti pembuka di Qatar (2022).

Menatap Piala Dunia 2026 bersama Roberto Martinez

Kini, tatapan Ronaldo tertuju pada Piala Dunia 2026.

Di bawah komando taktik Roberto Martinez, sang kapten siap memimpin Portugal dengan satu target yakni membawa pulang trofi yang sangat didambakan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah negara mereka.

Ronaldo tentu tidak berjuang sendirian di atas lapangan. Komposisi skuad Portugal saat ini terbilang sangat mewah dan merata di setiap lini.

Mereka memiliki benteng kokoh dalam diri penjaga gawang Diogo Costa, kreator serangan jempolan Bruno Fernandes dan Bernardo Silva, winger Rafael Leao, serta talenta muda berbakat Joao Neves.

Di kursi pelatih, Roberto Martinez juga memiliki modal pengalaman berharga di panggung dunia.

Pelatih asal Spanyol tersebut pernah menukangi Belgia pada edisi Rusia 2018, di mana ia sukses membawa skuad Red Devils meraih peringkat ketiga, serta pada edisi Qatar 2022.

Di turnamen edisi 2026 nanti, Ronaldo diprediksi akan kembali bersanding dengan rival abadinya, Lionel Messi, dalam misi menembus sejarah baru sebagai para pemain pertama yang berpartisipasi dalam enam edisi Piala Dunia.

Saat ini, Ronaldo berada di peringkat kelima dalam daftar penampilan terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan mengoleksi 22 pertandingan dan telah mengemas total 8 gol.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.