HUT ke-69 Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Tekankan Penting Identitas Budaya Falsafah Huma Betang
Sri Mariati May 23, 2026 02:51 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atau Pemprov Kalteng, menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Sabtu (23/5/2026).

Dalam momentum tersebut, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan, pentingnya menjaga sejarah dan identitas budaya daerah sebagai fondasi pembangunan di Kalimantan Tengah.

“Jas merah ya, barang siapa melupakan sejarah maka akan diinjak sejarahnya sendiri,” ujar Agustiar usai upacara.

Menurutnya, daerah maupun negara yang menghargai jasa para pendahulu dan pahlawannya akan menjadi kuat dan mampu berkembang lebih maju.

“Siapa yang menghargai para pahlawannya, pendahulunya, pasti negara itu kuat, negara itu pasti maju,” katanya.

Agustiar juga menyoroti, pentingnya membangun karakter generasi muda yang tetap berpegang pada identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Ia menyebut budaya Huma Betang harus tetap menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah dan tidak boleh ditinggalkan.

“Identitas kita adalah budaya timur, kalau di Kalteng berarti Huma Betang identitas kita,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu malu terhadap budaya dan identitas sendiri meski pengaruh globalisasi terus berkembang.

“Coba lihat negara maju, China, Rusia, enggak mau mereka pakai bahasa Inggris, kita harus bangga dengan diri sendiri,” katanya.

Selain menyinggung soal budaya dan sejarah, Agustiar memastikan berbagai program pembangunan daerah tetap dijalankan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Ia mengatakan pemerintah provinsi akan terus mengoptimalkan pendapatan daerah agar pembangunan tetap berjalan, terutama di sektor infrastruktur yang menjadi tantangan besar di Kalimantan Tengah karena luas wilayahnya.v

“Program kami pasti kami implementasikan, optimal pendapatan daerah di tengah efisiensi ini,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina Salurkan 5.000 KL BBM Penuhi Kebutuhan Warga Kalimantan Tengah

Baca juga: UT Palangkaraya Semarakkan HUT Kalteng-FBIM 2025: Usung Semangat Betang Terbuka di Karnaval Budaya

Menurut Agustiar, kebijakan efisiensi bukan sekadar pemangkasan anggaran, melainkan memastikan penggunaan uang negara benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Tapi kami sangat mengapresiasi efisiensi ini bukan hanya sekadar pemangkasan, tapi bagaimana uang satu sen pun, uang rakyat yang digunakan kita ini, bermanfaat untuk rakyat, tepat guna, tepat sasaran,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.