Wabup Kotim Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Jalan H Imran Sampit dan Siapkan Rumah Dinas
Sri Mariati May 23, 2026 02:51 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Suasana haru menyelimuti lokasi kebakaran di Gang Mutiara, Jalan H Imran, Sampit, Sabtu (23/5/2026). Di tengah puing bangunan yang hangus terbakar, Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, tampak mendatangi satu per satu korban kebakaran sambil memberikan semangat.

Bahkan, beberapa korban terlihat berpelukan dengan orang nomor dua di Kotim tersebut saat menerima bantuan.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB itu menghanguskan sedikitnya tiga bangunan dan berdampak pada dua rumah lainnya. 

Api diketahui muncul di kawasan permukiman padat penduduk yang berada di depan SDN 1 Ketapang.

Saat meninjau lokasi, Irawati menyerahkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan dapur kepada para korban terdampak. 

Ia menyebut kehadirannya mewakili Bupati Kotim untuk memastikan warga mendapatkan perhatian dan bantuan pascakebakaran.

"Alhamdulillah saya hari ini mewakili Bapak Bupati dalam rangka meninjau masyarakat kita yang terkena kebakaran di Jalan Haji Imran di Gang Mutiara,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari bangunan yang terdampak, terdapat dua rumah dinas guru yang ikut terbakar. 

Pemerintah daerah pun bergerak cepat mencari alternatif tempat tinggal sementara bagi para guru tersebut.

“Tolong dicarikan rumah dinas yang kosong atau yang sudah pensiun,” kata Irawati kepada jajaran dinas terkait di lokasi.

Menurutnya, pemerintah telah mendata sejumlah rumah dinas yang masih memungkinkan untuk ditempati sementara, di antaranya di kawasan Ayu Andira dan belakang kompleks Pemda.

“Yang penting bisa untuk tidur, bisa untuk berteduh,” ucapnya menirukan harapan para korban.

Selain bantuan darurat, Pemkab Kotim juga akan mengkaji kemungkinan bantuan perbaikan rumah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). 

Menurut Irawati, salah satu rumah yang terbakar sebelumnya pernah menerima program bedah rumah pada tahun 2023.

“Mudah-mudahan nanti bisa kita usulkan untuk memperbaiki rumah tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Akhmad Taufik, mengatakan pihaknya menerima laporan warga menjelang pukul 05.00 WIB dan langsung menerjunkan personel ke lokasi.

“Kami segera respon tim cepat, tindakan tim 0 sampai tim 3, yaitu kurang lebih 15 menit setelah diterima laporan kami bertindak ke lapangan,” jelasnya.

Ia menyebut langkah pertama yang dilakukan petugas adalah melakukan pemblokiran area agar api tidak menjalar ke rumah lain. 

Apalagi kondisi angin saat kejadian cukup kencang ke arah barat dan sebagian besar rumah di sekitar lokasi berbahan kayu.

"Alhamdulillah api tidak banyak menjalar karena kita respon cepat terhadap pekerjaan kita, yaitu memblok dan memadamkan api secepatnya,” katanya.

Dalam penanganan kebakaran itu, Disdamkarmat menerjunkan satu peleton personel dengan empat unit mobil pemadam dan sekitar 26 petugas. 

Proses pemadaman juga dibantu relawan Redkar, BPBD, serta tim dari Ketapang, Baamang hingga Eka Bahurui.

Berdasarkan data sementara, tiga bangunan mengalami kebakaran langsung dan dua lainnya terdampak rembetan api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Terkait penyebab kebakaran, Akhmad Taufik mengatakan dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan pihak kepolisian.

"Dugaan sementara mungkin korsleting listrik. Informasi sementara api pertama muncul dari bagian atap bangunan,” ungkapnya.

Baca juga: Kebakaran di Jalan H Imran Sampit Kotim Kalteng, Tiga Rumah Ludes Dilalap Api

Ia pun mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan dengan usia jaringan listrik yang sudah lama.

“Jaringan listrik bila sudah di atas 10 tahun biasanya kelemahannya ada pada sambungan-sambungan. Kalau terus panas bisa menimbulkan titik api dan menyebabkan kebakaran,” tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.