TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono sebut Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen telah mencapai best practice.
Pernyataan itu disampaikannya saat acara panen raya bersama Presiden, Prabowo Subianto di BUBK Kebumen yang terletak di Desa Tegalretno Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen pada Sabtu (23/5/2026) siang.
Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, ada 24 hekatre tambak udang yang berada di kawasan BUBK Kebumen ini.
Pihaknya tengah mencoba untuk memaksimalkan padat terbar benih udangnya dengan jumlah 250 ekor per meter persegi.
"Kita ingin uji apakah bisa mencapai titik optimum.
Kalau bisa mencapai titik optimum, maka itu satu hektarenya akan menuju best practice, best practice itu 40 ton.
Alhamdulillah ini bisa mencapai best practice," katanya kepada Tribunbanyumas.com.
Dia mengungkapkan, hasil panen parsial udang di BUBK Kebumen kali ini totalnya mencapai 80 ton.
Apabila panen secara keseluruhan hasilnya bisa mencapai 960 ton di lahan tambak seluas 24 hekatre.
Hasil panen tersebut semuanya diekspore ke luar negeri seperti Amerika, Cina, Jepang dan beberapa negara eropa.
Baca juga: Prabowo Ikut Panen Udang di BUBK Kebumen, Hasilnya Sangat Menjanjikan
"Paling besar Amerika," terangnya.
Menurutnya panen kedelapan itu membuktikan bahwa per hektarenya bisa menghasilkan targrt terbaik yang disebut best practice.
Saat ditanya nilai ekonomi yang dihasilkan dari budidaya udang di BUBK Kebumen, terangnya, bisa menghasilkan Rp 153 miliar.
Menteri KKP sebut bahwa menjaga konsistensi kualitas air untuk budidaya, menjaga benih udang yang berkualitas dan pemberian pakan secara efektif menjadi tantangan dalam mengelola budidaya udang berbasis kawasan.
Kini pihaknya tengah mengerjakan budidaya dengan konsep serupa di Waingapu Sumba Timur NTT dengan luas 2.000 hektare yang ditargetkan selesai pada 2027. Begitu juga di Gorontalo.
Dia menambahkan, BUBK Kebumen yang telah dibangiun ini nantinya akan diserahkan untuk dikelola oleh operasionalnya kepada Agrinas Jaladri Nusantara. (Ais).