Israel Lihat Sinyal Iran Mau Menyerang Duluan, Sedang Siapkan Rudal Buat Gempur Tel Aviv dan AS
Galuh Palupi May 23, 2026 03:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Israel semakin tegang melihat sinyal tak biasa dari aktivitas militer Iran.

Israel percaya Teheran sedang mempersiapkan rudal dan drone untuk serangan dadakan yang menyasar negara Teluk dan Tel Aviv.

Melihat kemungkinan ini, Israel langsung berdiskusi untuk membicarakan serangan pendahuluan ke Teheran.

Jerusalem Post pada Jumat (22/5/20260 melaporkan diskusi tersebut digelar oleh pejabat senior dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Para pejabat dilaporkan membandingkan potensi operasi tersebut dengan tahap awal Operasi Epic Fury dan Operasi Roaring Lion.

Untuk itulah, IDF yang dipimpin Hidai Zilberman mengaku memperkuat kesiapan operasional.

Baca juga: Gedung Putih Genting Negosiasi AS-Iran Buntu! Trump Batalkan Agenda, Ada Sinyal Serangan Dadakan

IRAN SERANG UEA - Perang Iran dimulai lagi, Teheran kirim rudal ke UEA (Threads/@anakjaksel.ai)

Termasuk berbagi intelijen dengan AS mengenai aktivitas militer Iran yang tidak biasa.

Sementara itu, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir melakukan konsultasi dengan para komandan militer sebagai bagian dari penilaian yang lebih luas sebelum menyerang Iran.

Zamir juga tetap menjalin kontak dengan para pejabat militer Amerika untuk mengkoordinasikan kemungkinan respons jika terjadi serangan dari Teheran.

Sejak sebulan terakhir, pengiriman peralatan militer AS ke Israel juga telah meningkat tajam.

Apalagi saat ini, Iran juga berpotensi mengembangkan sistem nuklir.

AS dan Israel meyakini bahwa Iran punya sekitar 900 pon uranium yang diperkaya.

Jumlah ini diperkirakan cukup untuk pengembangan senjata potensial untuk menghadapi AS dan juga Israel. 

Hubungan Trump dan Netanyahu Memanas

Sementara itu, di tengah situasi tegang ini, hubungan Donald Trump dengan Netanyahu justru disebut memanas.

Baca juga: 42 Armada Tempur Udara Milik AS Keok Selama Perang dengan Iran, Rusak Kena Tembakan Teheran

Keduanya bersitegang membahas kelanjutan perang Iran di Timur Tengah.

Dilansir dari TRT World pada Sabtu (23/5), perdebatan panas itu dilakukan melalui panggilan telepon.

Perdebatan itu dipicu oleh keputusan Trump yang tiba-tiba mengumumkan batalnya serangan terhadap Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar operasi Washington telah berhasil membuat Iran kalah secara militer. Pernyataan tersebut dipertanyakan karena berbanding terbalik dengan situasi di lapangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar operasi Washington telah berhasil membuat Iran kalah secara militer. Pernyataan tersebut dipertanyakan karena berbanding terbalik dengan situasi di lapangan. (Instagram @realdonaldtrump)

Netanyahu disebut telah bersiap melakukan serangan terbaru terhadap Iran yang dijadwalkan pada Selasa (19/5) waktu setempat.

Namun Trump tiba-tiba membatalkan serangan tersebut dengan alasan diminta oleh para pemimpin negara Teluk.

Percakapan telepon antara Netanyahu dengan Trump itu berlangsung selama satu jam pada Selasa (19/5) lalu.

Menurut sumber pejabat Amerika Serikat dan Israel, Netanyahu menyalahkan Trump karena telah menunda menyerang Iran.

Netanyahu kemudian mendesak Trump untuk melanjutkan aksi militer terhadap Iran seperti yang direncanakan semula.

Di sisi lain Trump masih memilih menjalankan upaya diplomatik daripada kembali perang.

Trump optimis negosiasi dengan Iran bakal mencapai kesepakatan yang diharapkan.

"Perbedaan itu jelas, Trump ingin melihat apakah kesepakatan dapat dicapai, tetapi Netanyahu mengharapkan sesuatu yang lain," kata seorang pejabat Israel. (Tribun Style/Tribun Video)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.