TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Siswa kelas 3 SD Royal Islamic School Palembang, Muhammad Arsenio Radinka Pratama atau yang akrab disapa Arsenio, berhasil mengharumkan nama Indonesia usai meraih medali perak pada ajang Philippine International Math and Science Olympics (PIMSO) 2025–2026 kategori siswa kelas 3–4 sekolah dasar belum lama ini.
Putra sulung pasangan Novia Marsela Sari dan Achmad Ichwani Reza Pratama itu berhasil meraih prestasi internasional tersebut setelah melalui persiapan panjang selama 2,5 bulan dengan belajar intensif sebelum berangkat ke Filipina mengikuti kompetisi sains internasional tersebut.
Sang bunda, Novia, mengatakan Arsenio menjalani pelatihan intensif sebelum bertanding. Ia bersyukur putra sulungnya mampu pulang membawa kemenangan dengan meraih medali perak di ajang internasional tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Persiapannya 2,5 bulan penuh dengan latihan intensif sebelum berangkat ke Filipina,” ujar Novia saat dibincangi Tribunsumsel.com, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, sejak kecil Arsenio memang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap dunia sains. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris Arsenio yang baik sangat membantu dirinya saat mengikuti kompetisi.
Pada kompetisi tersebut, peserta harus menjawab sekitar 30 soal sains menggunakan bahasa Inggris.
Kecintaan Arsenio terhadap sains bahkan sudah terlihat sejak usia prasekolah. Melihat minat besar sang anak, Novia kemudian mengarahkan Arsenio dengan mengikuti les bahasa Inggris serta pendidikan prataman kanak-kanak.
Hasilnya, kemampuan dan rasa ingin tahu Arsenio terhadap sains berkembang menjadi berbagai prestasi membanggakan. Sebelum mengikuti kompetisi internasional di Filipina, Arsenio juga sempat mengikuti ajang sains tingkat nasional di Yogyakarta.
Saat itu, Novia mengaku awalnya tidak terlalu percaya diri karena kompetisi nasional tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Terlebih, kompetisi itu menjadi pengalaman pertama Arsenio mengikuti perlombaan sains.
“Awalnya hanya untuk coba-coba dan melatih keberanian karena itu pertama kalinya Arsenio ikut lomba. Tapi hasilnya justru di luar dugaan, alhamdulillah juara pertama meraih medali emas,” katanya.
Prestasi itu pun menjadi kebanggaan besar bagi kedua orang tuanya.
Novia juga mengaku dirinya kerap kewalahan menjawab berbagai pertanyaan sains dari sang putra yang dinilai cukup rumit.
Ia khawatir memberikan jawaban yang kurang tepat sehingga akhirnya memilih menyalurkan rasa ingin tahu Arsenio melalui kursus sains intensif dan guru privat.
Selain belajar melalui kursus, Arsenio juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan seperti Gemini atau ChatGPT untuk bertanya berbagai hal seputar sains, mulai dari apa, bagaimana, hingga mengapa suatu fenomena bisa terjadi dalam kehidupan manusia.
Jawaban dari teknologi kecerdasan buatan tersebut kemudian kembali dikoreksi dan dipelajari bersama guru privatnya guna memastikan informasi yang diterima benar dan sesuai.
Dukungan keluarga serta semangat belajar tinggi inilah yang akhirnya membawa Arsenio menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Dari sisi prestasi akademik sendiri, Arsenio juga tidak kalah baik dengan meraih nilai nyaris sempurna di semua mata pelajaran yakni 98–100 poin.
Nama: Muhammad Arsenio Radinka Pratama
Putra pasangan: Novia Marsela Sari dan Achmad Ichwani Reza Pratama
Sekolah: SD Royal Islamic School Palembang
Kelas: 3 SD
Prestasi:
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel