DPRD Jabar Dorong Penguatan BUMD Pangan hingga Sidak Gudang Cegah Inflasi
Siti Fatimah May 24, 2026 12:11 AM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Fraksi PPP, Arief Maoshul Affandy menyebut DPRD Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah konkret, untuk memastikan stok pangan tetap aman, di tengah potensi tekanan inflasi dan ancaman terganggunya pasokan pangan nasional.

Menurut Arief, langkah tersebut dilakukan melalui tiga fungsi utama DPRD, yakni penganggaran, pengawasan dan legislasi, terutama untuk menjaga ketersediaan pangan di daerah rawan pangan dan wilayah pelosok Jawa Barat.

"Langkah konkret di Komisi II DPRD Jabar setidaknya pada tiga fungsi kami, di penganggaran, pengawasan dan legislasi," ujar Arief, Sabtu (23/5/2026).

Arief mengatakan, salah satu langkah yang didorong DPRD yakni optimalisasi peran PT Agro Jabar sebagai BUMD pangan untuk menjaga rantai distribusi kebutuhan pokok di Jawa Barat.

Menurutnya, BUMD pangan harus aktif menjadi offtaker sekaligus distributor agar distribusi pangan tidak dikuasai spekulan pasar.

"Kami terus mendorong BUMD PT Agro Jabar untuk berperan aktif sebagai offtaker sekaligus distributor pangan agar rantai pasok tidak dikuasai spekulan," katanya.

Selain itu, Komisi II DPRD Jawa Barat juga melakukan pengawasan terhadap sistem resi gudang dan lumbung pangan masyarakat di sejumlah daerah.

Arief meminta, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat memastikan stok pangan di lumbung desa tetap tersedia, khususnya di wilayah rawan pangan seperti Jawa Barat bagian selatan dan daerah pelosok dengan akses logistik terbatas.

"Kami meminta stok lumbung pangan desa terisi penuh, terutama di wilayah rawan pangan dan pelosok yang akses logistiknya cukup menantang," ucapnya.

Menjelang Idul Adha 2026, DPRD Jawa Barat juga menjadwalkan inspeksi mendadak ke gudang-gudang Bulog dan distributor besar untuk memastikan tidak terjadi penimbunan bahan pokok.

Arief menegaskan, stok pangan di Jawa Barat harus dipastikan aman hingga setelah momentum Lebaran Idul Adha.

"Stok harus aman minimal hingga pasca Lebaran," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.