TRIBUNJAKARTA.COM - Nasib Mauricio Souza bersama Persija Jakarta masih belum menemui kepastian setelah berakhirnya Super League 2025/2026.
Mauricio mengaku belum mengetahui apakah dirinya akan tetap menangani Persija pada musim depan atau justru berpisah.
Pelatih asal Brasil itu mengatakan pembicaraan dengan manajemen akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Mengenai masa depan saya, kami harus duduk bersama dan berbicara lebih lanjut soal kelanjutan kerja sama," kata Mauricio Souza kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
"Saya yakin mungkin besok atau lusa pembicaraan itu akan terjadi,” tambahnya.
Di sisi lain, Mauricio Souza menegaskan dirinya masih memiliki ambisi besar jika kembali dipercaya menangani Persija musim depan.
Ia menilai Macan Kemayoran merupakan klub besar yang selalu memiliki target untuk menang di setiap pertandingan.
“Apa yang bisa kami janjikan adalah memberikan yang terbaik setiap saat. Kami tahu sebesar apa klub ini," katanya.
"Setiap kali Persija bermain, targetnya adalah menang. Persija bukan klub yang hanya datang untuk bermain, tapi untuk menang,” tegasnya.
Mauricio juga merasa Persija sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi tim yang lebih kuat pada musim berikutnya.
Menurutnya, evaluasi dan konsistensi kerja keras menjadi kunci agar kesalahan musim ini tidak kembali terulang.
“Yang bisa kami lakukan adalah bekerja keras setiap hari, baik saat panas maupun hujan, dan berusaha menjadi lebih baik,” ucap Mauricio.
“Saya yakin kami tinggal sedikit lagi untuk bisa mencapai level yang lebih tinggi. Yang penting adalah tidak mengulangi kesalahan yang sama,” lanjutnya.
Meski gagal membawa pulang gelar juara, musim ini tetap menjadi salah satu pencapaian terbaik Persija dalam beberapa tahun terakhir.
Di bawah arahan Mauricio Souza, Persija berhasil mengumpulkan 71 poin dan finis di posisi ketiga klasemen akhir Super League 2025/2026.
Jumlah tersebut menjadi rekor poin tertinggi Persija sepanjang era Liga 1 sejak 2017.
Catatan itu melampaui pencapaian musim 2022/2023 ketika Macan Kemayoran finis sebagai runner-up dengan 66 poin.
Menariknya, saat menjadi juara Liga 1 musim 2018, Persija hanya mengoleksi 62 poin.
Sementara itu, Mauricio memastikan seluruh pemain Persija kini telah memasuki masa libur setelah menjalani musim kompetisi yang panjang.
“Hari ini kami menyelesaikan pekerjaan. Para pemain sudah dibebaskan untuk pulang ke rumah masing-masing,” pungkas Mauricio.
Baca juga: Anak-anak SD di Jakarta Utara Cari Solusi Berbagai Isu Lingkungan Lewat Proyek Kreatif di Sekolah
Baca juga: Siapa Ilma Sani Fitriana? Lulusan UGM yang Kini Berseteru dengan GRIB Jaya, Mengaku Diintimidasi
Baca juga: Velg dan Tromol Truk Jadi Sasaran Baru Maling, Polisi Tangkap Dua Pelaku di Penjaringan