TRIBUNTRENDS.COM - Polemik antara Ketua Umum DPP GRIB Jaya Rosario de Marshall alias Hercules dengan keluarga penulis Ahmad Bahar terus bergulir dan memunculkan saling bantah terkait dugaan penyekapan terhadap Ilma Sanu Fitriana (33), putri Ahmad Bahar.
Dalam konferensi pers di Markas GRIB Jaya pada Minggu (24/5/2026) malam, Hercules akhirnya membeberkan alasan dirinya membawa Ilma ke markas organisasi tersebut pada Minggu (17/5/2026).
Hercules mengaku tindakan itu dilakukan setelah istrinya yang bernama Nia menerima pesan WhatsApp bernada hinaan dan tantangan dari nomor yang diduga milik Ilma.
Baca juga: Sosok Hercules, Mantan Preman Berani Mendebat Menteri Maruarar Sirait, Pernah 16 Kali Dibacok
Menurut Hercules, ia ingin meminta klarifikasi langsung terkait pesan tersebut sekaligus mempertanyakan bagaimana pihak Ahmad Bahar bisa mendapatkan nomor pribadi istrinya yang disebut hanya diketahui orang tertentu.
"Saya membawa anak itu ke sini untuk klarifikasi baik-baik. Saya tanya kepadanya, 'Kenapa bapakmu mencari-cari saya dan menghina saya?' Saya juga bertanya bagaimana mereka bisa mendapatkan nomor ponsel istri saya, karena hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya," tutur Hercules.
Hercules juga membantah seluruh tudingan yang menyebut dirinya melakukan penyekapan, intimidasi, hingga menodongkan pistol kepada Ilma.
Ia menegaskan, selama berada di markas GRIB Jaya, Ilma disebut didampingi Ketua RW setempat dan beberapa anggota perempuan GRIB Jaya.
"Ada saksi mata, yaitu pak RW. Anak itu kami perlakukan dengan baik. Di sini ada lima anggota GRIB perempuan yang menemani," sambung dia.
Hercules bahkan mengaku sempat meminta anak buahnya membelikan makanan dan obat setelah Ilma mengeluh sakit kepala dan flu.
Menurut Hercules, persoalan tersebut sebenarnya sempat diselesaikan secara damai pada malam yang sama.
Ia menjelaskan, pihak Polres Depok sempat menghubungi tim kuasa hukumnya. Saat itu, Hercules memastikan Ilma berada dalam kondisi baik dan kemudian meminta kuasa hukumnya mengantarkan Ilma bertemu Ahmad Bahar yang sudah berada di Polres Depok.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak disebut sepakat berdamai dan saling memaafkan.
Karena itu, Hercules mengaku terkejut ketika Ilma kemudian muncul ke publik dan mengaku mengalami penyekapan, intimidasi, hingga penodongan pistol.
Baca juga: Hercules Dilaporkan atas Dugaan Penyekapan Anak Penulis Ahmad Bahar, GRIB Jaya Siap Lapor Balik
Sebelumnya, Ilma menyampaikan pengakuan berbeda terkait peristiwa yang terjadi di rumahnya di kawasan Cimanggis, Depok.
Ia mengaku dipaksa ikut oleh sejumlah orang yang datang mencari keberadaan ayahnya.
"Saya sudah bilang, saya enggak mau ikut gitu kan. Ya, karena kan yang dicari bapak. Tapi mereka tetap memaksa saya untuk ikut,” kata Ilma kepada wartawan usai mendatangi Komnas HAM, Kamis (21/5/2026).
Ilma mengatakan jumlah orang yang datang ke rumahnya terus bertambah hingga membuat dirinya merasa takut. Menurut dia, mereka meminta dirinya ikut ke kantor GRIB dengan alasan untuk menjamin keamanan situasi di rumah.
“Mereka bilang, 'nanti kita bikin surat di atas meterai bahwa menjamin kamu akan aman'. Saya bilang 'saya enggak mau',” lanjut dia.
Ilma menyebut akhirnya ikut ke markas GRIB Jaya setelah Ketua RW dan Babinsa datang ke lokasi.
Sesampainya di markas, ia mengaku diminta menunggu Hercules yang masih dalam perjalanan.
"Setelah Pak Hercules datang, Pak Hercules masih tetap bilang, 'kamu nih ya ngapain ancam-ancam saya dan istri saya'. Saya bilang, 'maaf Pak, bukan saya'. Tapi beliau tetap tidak percaya,” ujar Ilma.
Ia juga mengaku mendapat intimidasi verbal serta sempat diminta membuka hijabnya.
Dalam keterangannya, Ilma bahkan menuduh Hercules sempat mengeluarkan pistol dan menembakkannya dua kali.
“Dia mengeluarkan pistol itu kan. Terus, 'kamu kalau berani nih kamu lihat nih ya', sambil tunjuk-tunjuk.
Saya pikir enggak bakal sampai menembakkan gitu kan. 'Nih saya tembakkan, dor dor', dua kali dia tembakkan,” ujar Ilma menirukan ucapan Hercules.
Hingga kini, persoalan tersebut masih menjadi perhatian publik setelah kedua pihak saling melaporkan dan memberikan versi berbeda terkait kejadian yang berlangsung di markas GRIB Jaya tersebut.
***
(TribunTrends/Kompas)