MUI Mamuju Tengah Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal Pertama di Sulbar, Diikuti 84 Peserta
Nurhadi Hasbi May 25, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut menjadi pelatihan Juru Sembelih Halal pertama yang dilaksanakan MUI di Kabupaten Mamuju Tengah sekaligus di tingkat Provinsi Sulawesi Barat.

Pelatihan berlangsung di Aula Wisma Syariah Pasar Baru, Dusun Lomba Bou, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Senin (25/5/2026).

Sebanyak 84 peserta dari tiga kabupaten di Sulawesi Barat mengikuti kegiatan tersebut.

Baca juga: MUI Mamuju Tengah Minta Pelaku Rudapaksa Kurir Wanita Dihukum Berat

Baca juga: 12 Anak Suspek Campak Dirawat di Baras, Dinkes Pasangkayu Siapkan Imunisasi Massal

Peserta berasal dari kalangan panitia kurban, pengurus masjid, hingga pondok pesantren.

Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mempelajari tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam.

Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary Anwar, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia mengapresiasi langkah MUI Mamuju Tengah yang dinilai menjadi terobosan penting dalam meningkatkan kualitas penyembelihan hewan kurban.

“Kami dari pemerintah daerah akan terus mendukung setiap kegiatan MUI yang bertujuan untuk kemaslahatan umat, terutama dalam urusan kehalalan konsumsi masyarakat,” ujar Askary Anwar.

MUI Siapkan Program Berkelanjutan untuk Juru Sembelih Halal

Ketua MUI Mamuju Tengah, K.M. Muhammad Anwar, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah awal yang akan dilanjutkan dengan program berkelanjutan.

Menurutnya, MUI Mamuju Tengah berkomitmen menjadikan pelatihan Juru Sembelih Halal sebagai agenda rutin tahunan.

Bahkan, ke depan MUI juga berencana menggelar pelatihan khusus bagi pengelola rumah potong hewan (RPH) di wilayah Mamuju Tengah.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi keraguan di tengah masyarakat mengenai kehalalan daging yang mereka konsumsi. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan MUI harus terus berjalan aktif,” tegasnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Muh. Yusran, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan memastikan para juru sembelih mampu menjalankan proses penyembelihan sesuai syariat Islam.

Pelatihan diberikan dalam dua sesi, yakni teori dan praktik lapangan.

Materi teori mencakup syarat dan rukun penyembelihan hewan kurban.

Sementara praktik lapangan dilakukan dengan pendampingan instruktur berpengalaman.

Dengan pembekalan tersebut, pelaksanaan kurban Iduladha tahun ini diharapkan berjalan lebih tertib dan menghasilkan daging yang halal serta thayyib. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.