Tarwiyah Dimulai, Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Mina dan Arafah
M Iqbal May 25, 2026 10:29 AM

Laporan Jemaah haji Riau, Ibnu Mas’ud dari Makkah

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Memasuki tanggal 8 Zulhijjah 1447 Hijriah, suasana Kota Makkah mulai berubah. Kesibukan jamaah haji semakin terasa seiring dimulainya pergerakan menuju Mina dan Arafah untuk rangkaian puncak ibadah haji.


Sebagian jamaah memilih lebih awal bergerak menuju Mina untuk melaksanakan tarwiyah atau bermalam di Mina sebelum wukuf di Arafah. Sementara sebagian lainnya, terutama jamaah haji reguler Indonesia, mulai diberangkatkan menuju Arafah setelah Ashar tanggal 8 Zulhijjah.


Beberapa tahun terakhir, jamaah yang memilih mengikuti program tarwiyah juga semakin banyak. Selain ingin lebih tenang menghadapi puncak haji, banyak jamaah ingin mengikuti sunnah perjalanan haji Rasulullah SAW bersama para sahabat pada Haji Wada’.


Di tengah jutaan jamaah yang bergerak hampir bersamaan, pengaturan transportasi menjadi salah satu kunci utama kelancaran ibadah haji. Untuk jamaah reguler Indonesia, pola pengangkutan dari Mina ke Arafah, kemudian menuju Muzdalifah hingga kembali ke Mina, masih menggunakan pola taraddudi.


Pola ini sudah digunakan sejak musim haji tahun 2003. Sistemnya menggunakan armada bus yang terus berputar dan bergantian mengangkut jamaah dari satu titik ke titik lainnya sesuai jalur dan jadwal yang telah diatur.


Walaupun beberapa tahun lalu sempat terjadi keterlambatan penjemputan jamaah di Muzdalifah menuju Mina, pola yang sama tetap digunakan karena dinilai masih efektif mengurai kepadatan jutaan jamaah dalam waktu singkat. Tahun ini sejumlah perbaikan dan evaluasi juga dilakukan agar pergerakan jamaah lebih lancar.


Menjelang fase Armuzna, sebagian besar jamaah kini mulai mengurangi aktivitas di luar hotel. Banyak yang memilih fokus menjaga stamina, memperbanyak istirahat, mengikuti pemantapan manasik, serta mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa selama perjalanan puncak haji.


Suasana hotel-hotel jamaah pun mulai berbeda. Koper kecil, tas perlengkapan ibadah, hingga bekal makanan ringan mulai dipersiapkan jamaah sejak malam hari. Semua bersiap menghadapi perjalanan ibadah yang menjadi inti pelaksanaan haji.


Pelaksanaan haji yang terus berkembang dari tahun ke tahun tidak lepas dari berbagai evaluasi dan perubahan yang dilakukan pemerintah Saudi. Sistem transportasi, pengaturan jalur, hingga pelayanan jamaah terus diperbaiki agar pelaksanaan ibadah lebih aman dan nyaman. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.