Sopir Sawit di Pasangkayu Keluhkan Antrean Panjang di Pabrik, Buah Membusuk dan Timbangan Menyusut
Nurhadi Hasbi May 25, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Antrean panjang truk pengangkut kelapa sawit di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Pasangkayu dikeluhkan sopir dan petani.

Salah satu sopir truk sawit, Imran, mengaku harus mengantre hingga tiga hari tiga malam untuk membongkar muatan tandan buah segar (TBS) di pabrik.

Keluhan itu disampaikannya saat ditemui di salah satu timbangan pengepul sawit di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Aliansi Rakyat Sulbar Kecewa Dinas Perkebunan Tinggalkan RDP DPRD saat Bahas Nasib Petani Sawit

Baca juga: Petani di Pasangkayu Tunda Panen Sawit, Harga TBS Anjlok dan Timbangan Banyak Tutup

Menurut Imran, lamanya antrean membuat para sopir harus bertahan di dalam truk selama berhari-hari sambil menunggu giliran masuk pabrik.

“Kadang sampai tiga hari tiga malam baru bisa masuk bongkar. Jadi mau tidak mau kami tidur di mobil,” ujarnya.

Selama menunggu, sopir juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli makan dan kebutuhan lainnya.

Ia menilai kondisi tersebut sangat memberatkan karena biaya operasional terus bertambah, sementara hasil yang diterima justru berkurang akibat buah sawit mulai membusuk.

Buah Sawit Membusuk dan Ditolak Pabrik

Imran mengatakan, truk yang awalnya mengangkut sekitar 10 ton buah sawit bisa mengalami penyusutan berat setelah terlalu lama mengantre.

“Kalau terlalu lama antre, buah mulai busuk dan kering. Awalnya muat 10 ton, pas ditimbang kadang tinggal 8 ton,” katanya.

Selain mengalami penyusutan berat, beberapa TBS juga kerap ditolak pihak pabrik karena dianggap sudah busuk dan tidak layak olah.

Akibatnya, kerugian tidak hanya dirasakan sopir, tetapi juga petani sawit yang menitipkan hasil panennya.

Truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terparkir di salah satu timbangan
KELUHAN SOPIR - Truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terparkir di salah satu timbangan pengepul di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Senin (25/5/2026). Sopir sawit mengeluhkan antrean panjang di pabrik kelapa sawit hingga mencapai tiga hari tiga malam yang menyebabkan buah membusuk, timbangan menyusut, dan kerugian bagi sopir maupun petani.

Menurut Imran, kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa hari terakhir dan menyebabkan antrean truk mengular di sekitar pabrik maupun timbangan pengepul.

Sementara itu, harga TBS sawit di tingkat pabrik saat ini berada di kisaran Rp1.100 per kilogram.

Sedangkan di tingkat pengepul, harga sawit bervariasi mulai Rp1.000 per kilogram, Rp900 per kilogram, bahkan ada yang hanya membeli Rp800 per kilogram.

Turunnya harga ditambah antrean panjang membuat banyak petani dan sopir semakin tertekan.

Sebagian petani bahkan memilih menunda panen karena khawatir merugi akibat kualitas buah menurun setelah terlalu lama mengantre. (*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.