TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) Alam Karangsewu bisa menjadi rujukan masyarakat untuk berlibur.
Terlebih lagi bagi warga yang suka dengan suasana alam yang tenang dengan view yang tak terbayarkan oleh apapun.
Kini ODTW Karangsewu resmi dikelola oleh kelompok masyarakat.
Berbagai kegiatan bisa dilakukan di obyek yang terletak di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana ini. Mulai dari camping hingga bermain kano.
Baca juga: Di Balik Kilau Turis, UMKM Bali Dibayangi Risiko Kejahatan Siber, Judi Online dan Pencucian Uang
Sebagai informasi, wisata alam Karangsewu Gilimanuk resmi berbasis masyarakat terhitung sejak 11 Mei 2026 lalu.
Sejak saat itu, kelompok masyarakat resmi mengelola tempat wisata dan menerima manfaat dari itu.
Bahkan, dalam sebulan Karangsewu dikunjungi lebih dari 200 orang.
Dan saat weekend, kunjungan meningkat hingga 80-85 orang dalam satu hari.
Di Karangsewu sendiri, pengunjung akan disajikan pemandangan padang Savana yang cukup luas, kemudian pemandangan air laut tenang hingga gunung yang hijau.
Masyarakat disarankan bermalam untuk bisa menikmati sunrise atau matahari terbit di lokasi ini. Pemandangannya sudah pasti ciamik.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Jembrana di Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Isai Yusidarta menjelaskan, menyediakan masyarakat untuk berkembang guna mengelola tempat wisata dan mendapatkan penghasilan tanpa merusak alam yang ada.
"Dari Padang Savana, pesisir, perairan, karang mangrove hingga gunung. Itu semua kami berikan masyarakat yang mengelola dan menerima manfaatnya," kata Yusidarta saat dikonfirmasi.
Dia melanjutkan, pihak Taman Nasional Bali Barat (TNBB) tetap mempertahankan ekosistem aslinya. Kemudian soal pengelolaan dibagi sesuai zonasi yang telah ditetapkan.
Khusus ini (Karangsewu), dikelola oleh masyarakat dengan tujuan edukasi, pengembangan wisata hingga penunjang budidaya.
"Sejumlah program yang bisa dikembangkan adalah budidaya lobster, diving untuk melihat biota makro, spot mancing, adopsi karang, adopsi mangrove dan lainnya lagi," ungkapnya.
Berapa masyarakat yang dilibatkan dalam ODTW ini? Yusidarta menyebutkan, tercatat sekitar 176 KK warga Gilimanuk.
Mereka bertugas mengelola dan menjaga alamnya sebagai fondasi dasar obyek wisata tersebut.
"Fasilitas yang disediakan adalah mulai dari toilet, UMKM yang buka 24 jam serta lainnya. Ada berbagai tawaran paket untuk kegiatan dengan tarif mulai 50 ribu bahkan hingga 500 ribu," tandasnya.
Terpisah, Perwakilan Kelompok Masyarakat menjelaskan, masyarakat mengembangkan kegiatan seperti camping, kemudian ada bird watching, kegiatan kano, menyusuri mangrove menggunakan perahu, campervan, mancing dan lainnya.
"Snorkeling dan diving nantinya juga bisa dikembangkan. Saat ini masih dalam proses dan masyarakat akan dilatih untuk melakukan hal tersebut," katanya.
Dia melanjutkan, untuk kegiatan yang paling diminati oleh pengunjung selama ini adalah paket camping.
Di Karangsewu sendiri saat ini sudah tersedia 15 tenda dan kemungkinan nantinya terus bertambah seiiring meningkatnya jumlah pengunjung.
"Yang paling banyak sementara adalah camping. Tarifnya bervariasi tergantung jumlah yang datang karena berkaitan dengan tiket masuk. Mulai dari Rp 450-500an ribu," ungkapnya.
Bagaimana animo masyarakat saat ini? Sangat antusias. Aktivitas yang paling diminati adalah camping.
Jumlah pengunjung di setiap bulannya sekitar 200an orang. Namun, khusus untuk weekend saja bisa mencapai 85 orang sehari.
"Pengunjung didominasi oleh masyarakat Bali dan ada beberapa dari Jawa seperti Banyuwangi dan sekitarnya. Mereka sengaja datang untuk camping," tandasnya.
Sementara itu, Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma menegaskan, ada tiga kelompok masyarakat yang dilibatkan dalam pengelolaan.
Tentunya mereka kecipratan rezeki dari adanya izin pengelolaan di Karangsewu, Gilimanuk.
"Masyarakat kami sangat terbantu dan menerima manfaatnya," ungkapnya.
"UMKM bisa hidup, sebelum ada izin pengelolaan oleh kelompok, UMKM yang ada di Karangsewu angat kesulitan mendapat rezeki sekarang meningkat penghasilannya. Semoga ini terus berkembang ke depannya," harapnya.