Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, melakukan pemantauan langsung harga bahan pokok di Pasar Banjarejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, senin (25/5/2026).
Kunjungan ini bertujuan memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga menjelang peringatan hari besar islam atau hari raya Idhul Adha 2026.
Hasil pantauan menunjukkan kondisi pasar relatif terkendali, daya beli masyarakat terpantau masih stabil. meski harga sebagian komoditas bumbu dapur mengalami kenaikan.
Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP ke 13 Negara
Khofifah mengungkapkan momentum hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Adha biasanya diikuti peningkatan kebutuhan rumah tangga.
Kondisi tersebut, kata dia, biasanya memicu kenaikan harga pada beberapa komoditas karena permintaan masyarakat meningkat sementara pasokan relatif tetap.
“Kalau permintaan naik sementara pasokan tetap, biasanya ada kecenderungan harga beberapa barang ikut naik,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Khofifah mendapati harga daging sapi mulai bergerak naik. Sebagian pedagang masih menjual Rp120 ribu per kilogram, namun ada yang sudah naik menjadi Rp125 ribu per kilogram.
"Artinya ada kenaikan harga 5.000 harga untuk daging sapi dari Rp120 ribu ke Rp125 ribu, beberapa pedagang juga memberi sinyal kenaikan harga itu dalam waktu dekat," jelasnya.
Sementara itu, untuk harga daging ayam dinilai masih stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Rata-rata pedagang menjual ayam potong di kisaran Rp33 ribu per kilogram, sedangkan HET berada pada rentang Rp34 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Selain memantau harga daging, Khofifah juga memastikan stok beras dalam kondisi aman. khususnya untuk beras (SPHP).
Terpantau untuk harga beras SPHP medium kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp62.500 sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain beras, stok Minyakita juga disebut mencukupi dengan harga tetap sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter.
Kemudian, untuk komoditas gula pasir, harga di pasaran bervariasi tergantung merek. Ada pedagang yang menjual Rp16 ribu per kilogram, sementara merek tertentu mencapai Rp18 ribu per kilogram.
Di sisi lain, harga telur ayam disebut lebih rendah dibandingkan periode menjelang Idul Fitri lalu. Saat ini, rata-rata harga telur berada di angka Rp26 ribu per kilogram setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan.
Baca juga: Geger Foto Pocong Gentayangan di Baureno Bojonegoro, Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya
Namun demikian, untuk komoditas bumbu dapur seperti cabai dan bawang merah harga saat ini mulai merangkak naik. Harga cabai berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram.
Sedangkan, harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram. Sementara harga bawang putih masih terpantau stabil.
"Harga cabai masih relatif terjangkau meski harganya fluktuatif, kadang naik dan turun. yang mengalami kenaikan ini bawang merah. Saat ini dari 33.000 sekarang 45.000. Itu bawang merah. Kalau bawang putih standar," bebernya.
Selain melakukan peninjauan langsung harga kebutuhan pokok, dalam kunjungannya ini Gubernur Jatim didampingi Wakil DPRD Jatim Sri Wahyuni dan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Serta Wakil Bupati Nurul Azizah. Juga memberikan bantuan kepada tukang becak dan pedagang pasar.
Khofifah berharap kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha dapat terpenuhi, baik dari sisi ketersediaan barang maupun keterjangkauan harga. Ia juga menilai aktivitas pasar yang ramai menunjukkan daya beli masyarakat masih cukup baik.