Harta Kekayaan Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Minta Maaf usai Blackout di Sumatra
Weni Wahyuny May 25, 2026 12:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Mengintip harta kekayaan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, yang jadi sorotan imbas insiden pemadaman listrik total (blackout) secara massal yang melanda wilayah Sumatra sejak (22/5/2026).

Darmawan muncul mengungkapkan bahwa pemadaman listrik di Sumatera terjadi akibat gangguan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo, Sungai Rumbai, Jambi.

Merespons kondisi tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sumatra.

Lumpuhnya jaringan kelistrikan yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, kini berangsur pulih.

Baca juga: Profil Darmawan Prasodjo, Dirut PT PLN yang Minta Maaf Imbas Listrik Padam Massal di Sumatra

DIRUT PLN -- Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN yang berlangsung pada Kamis (14/11/2024), Menteri BUMN Erick Thohir kembali mengangkat Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero).
DIRUT PLN -- Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN yang berlangsung pada Kamis (14/11/2024), Menteri BUMN Erick Thohir kembali mengangkat Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). (KompasTV)

Imbas kejadian ini, kekayaan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, langsung menjadi sorotan tajam netizen.

Dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Darmawan, sosok orang nomor satu di PLN telah menjabat sejak 2021.

Berdasarkan penelusuran melalui laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta kekayaan Darmawan Prasodjo tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp5 miliar dalam kurun waktu satu tahun.

Pada laporan periodik 2024, kekayaan Darmawan berada di angka Rp104.422.909.444.

Namun, dalam laporan terbaru periodik 2025 yang diserahkan pada 3 Februari 2026, total harta kekayaannya melonjak drastis hingga menembus Rp110.072.697.106.

Rincian Harta Kekayaannya:

II. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp45.706.500.000

  1. Tanah dan Bangunan Seluas 570 m⊃2;/1.300 m⊃2; di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp12.000.000.000
  2. Tanah dan Bangunan Seluas 600 m⊃2;/72 m⊃2; di KAB / KOTA BANTUL, Rp1.200.000.000
  3. Tanah dan Bangunan Seluas 1.120 m⊃2;/500 m⊃2; di KAB / KOTA BANTUL, Rp2.800.000.000
  4. Tanah Seluas 2.060 m⊃2; di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp2.000.000.000
  5. Tanah dan Bangunan Seluas 1.308 m⊃2;/1.594 m⊃2; di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp22.900.000.000
  6. Tanah dan Bangunan Seluas 555 m⊃2;/400 m⊃2; di KAB / KOTA KLATEN, Rp832.500.000
  7. Tanah Seluas 1.310 m⊃2; di KAB / KOTA KLATEN, Rp250.000.000
  8. Tanah Seluas 1.110 m⊃2; di KAB / KOTA KLATEN, Rp150.000.000
  9. Tanah dan Bangunan Seluas 2.047 m⊃2;/500 m⊃2; di KAB / KOTA BANTUL, HASIL SENDIRI Rp2.400.000.000
  10. Tanah Seluas 74 m⊃2; di KAB / KOTA BANTUL, HASIL SENDIRI Rp74.000.000 2025
  11. Tanah dan Bangunan Seluas 575 m⊃2;/372 m⊃2; di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI Rp1.100.000.000

Baca juga: Listrik Padam Massal di Sumatra, Dirut PLN Minta Maaf dan Ungkap Penyebab

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp1.262.000.000

  1. MOBIL, HYUNDAI IONIQ Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp350.000.000
  2. MOTOR, E-MOTOR UNITED T1800 Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp7.000.000
  3. MOTOR, SMOOT TEMPUR Tahun 2023, HADIAH Rp5.000.000
  4. MOBIL, DENZA D9 Tahun 2025, HASIL SENDIRI Rp900.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp130.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp20.588.000.000

E. KAS DAN SETARA KAS Rp42.976.764.551

F. HARTA LAINNYA Rp35.000.000

Sub Total Rp110.698.264.551

III. UTANG Rp625.567.445

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp110.072.697.106

Gaji Dirut PLN

Untuk diketahui, besaran gaji maupun tantiem sangat ditentukan oleh skala bisnis maupun keuntungan masing-masing BUMN.

Semakin besar bisnisnya, maka nominalnya semakin tinggi.

Dilansir dari Kompas.com, besaran tantiem yang diterima jajaran direksi dan komisaris BUMN juga berbeda-beda.

Rinciannya, direktur utama mendapatkan porsi 100 persen, direksi lainnya 90 persen, komisaris utama 40 persen, dan komisaris lainnya 36 persen.

Angka tersebut ditentukan lebih dulu dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada awal tahun buku, kemudian diputuskan secara final melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Salah satu dari deretan BUMN dengan nominal gaji dan tantiem tertinggi adalah PT PLN (Persero).

Nominal gaji ditambah tantiem bisa mencapai puluhan miliar rupiah per orang.

Pada tahun 2023, sebagaimana dikutip dari situs resmi perusahaan, dalam setahun PLN mengalokasikan gaji, bonus, dan fasilitas lain untuk direksi sebesar Rp435,861 miliar, belum termasuk komisaris.

Rinciannya:

  • Gaji 10 direksi: Rp45,241giliar
  • Tantiem 10 direksi dan 2 direksi lama: Rp229,377 miliar
  • Tunjangan perumahan untuk 7 direksi yang tidak menempati rumah dinas: Rp2,128 miliar
  • THR untuk 10 direksi: Rp4,057 miliar
  • Tanggungan PPh Pasal 21: Rp152,6 miliar
  • Tanggungan BPJS: Rp2,459 miliar.

Ambil contoh untuk gaji Direktur PLN yang dialokasikan sebesar Rp45.241.000.000 untuk 10 orang anggota direksi, dengan asumsi setiap direksi menerima angka yang sama, maka gaji yang diterima 1 orang direksi adalah Rp4,524 miliar setahun atau Rp277 juta per bulan.

Untuk nominal tantiem adalah Rp229,377 miliar dibagi 12 direksi, maka dengan asumsi yang sama, setiap 1 orang direksi PLN berhak atas bonus tantiem sebesar Rp19,11 mliar.

Perjalanan karier

Darmawan Prasodjo adalah Direktur Utama PT PLN (Persero) yang dikenal sebagai ekonom energi dengan latar belakang akademik kuat di bidang ilmu komputer, ekonomi terapan, dan sumber daya alam.

Ia lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 19 Oktober 1970.

Darmawan dikenal publik sebagai pejabat BUMN yang memiliki fokus pada isu energi, kelistrikan, perubahan iklim, dan transisi menuju energi bersih.

Sebelum memimpin PLN, namanya sudah lama muncul di lingkaran kebijakan publik dan kajian ekonomi energi.

Adapun latar belakang pendidikannya, ia menempuh pendidikan tinggi di Texas A&M University, Amerika Serikat.

Darmawan Prasodjo meraih gelar Bachelor of Computer Science pada 1994, kemudian melanjutkan studi hingga memperoleh gelar master dan doktor, termasuk bidang ekonomi terapan dan ekonomi sumber daya alam melalui kolaborasi Texas A&M University dengan Duke University.

Latar pendidikan ini menjadi dasar kuat bagi kiprahnya di bidang energi dan kebijakan pembangunan.

Selepas menyelesaikan studi, Darmawan menghabiskan lebih dari 15 tahun di Amerika Serikat sebagai konsultan dan peneliti di Texas A&M University serta Duke University.

Setelah kembali ke Indonesia pada 2012, ia mulai aktif di berbagai peran strategis, antara lain sebagai Direktur Indonesia Center for Green Economy, Kepala Jurusan Program Studi Green Economy di Surya University, serta Co-chair Post 2015 Millennium Development Goals.

Kariernya kemudian berlanjut ke level kebijakan nasional.

Ia pernah menjabat Presiden Komisaris Ametis Energi Nusantara, lalu menjadi Deputi I Bidang Pengendalian, Pembangunan, Monitoring, dan Evaluasi Program Prioritas di Kantor Staf Presiden pada periode 2015–2019.

Setelah itu, ia juga dipercaya menjadi Komisaris PT PLN (Persero) pada 2018–2019.

Jabatan di PLN Nama Darmawan semakin menonjol di PLN ketika ia ditetapkan sebagai Wakil Direktur Utama sebelum akhirnya diangkat menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) pada Desember 2021.

Pengangkatannya saat itu disebut sebagai langkah untuk memperkuat transformasi PLN, terutama dalam isu percepatan transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan.

Pada 2024, ia kembali diangkat sebagai Dirut PLN, menandakan kepercayaan berkelanjutan terhadap kepemimpinannya di perusahaan listrik negara tersebut.

Rekam jejaknya yang panjang di bidang energi membuatnya dipandang sebagai salah satu figur penting dalam agenda modernisasi dan keberlanjutan sektor kelistrikan Indonesia.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.