Hari Jadi Lamongan ke-457 Diawali Ziarah Leluhur, Kaji Yes: Jaga Jati Diri
Cak Sur May 25, 2026 01:32 PM

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 tahun 2026 diawali dengan tradisi ziarah leluhur, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang berjasa dalam sejarah berdirinya Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Senin (25/5/2026).

Tradisi tahunan tersebut, kembali digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan untuk mengenang, sekaligus meneladani perjuangan para tokoh dan sesepuh daerah.

Rangkaian ziarah dan tabur bunga dilakukan di sejumlah makam tokoh penyebar agama dan pendiri wilayah Lamongan yang tersebar di:

  • Kecamatan Paciran
  • Kecamatan Karangbinangun
  • Kecamatan Deket
  • Kecamatan Sugio
  • Kecamatan Turi
  • Kecamatan Maduran
  • Kecamatan Lamongan
  • Kecamatan Mantup
  • Kecamatan Glagah

Selanjutnya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Kaji Yes) bersama Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara dan jajaran Forkopimda Lamongan melanjutkan ziarah ke makam Mbah Sabilan, Mbah Punuk dan Mbah Lamong di Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan.

Suasana khidmat tampak mewarnai prosesi doa bersama dan tabur bunga di kompleks makam para leluhur.

Kaji Yes: Hari Jadi Lamongan Bukan Sekadar Seremoni

Bupati Kaji Yes menegaskan, peringatan Hari Jadi Lamongan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk mengingat sejarah berdirinya Lamongan.

Menurutnya, Hari Jadi Lamongan bermula dari dilantiknya Tumenggung Surajaya atau Ranggahadi yang dikenal sebagai Mbah Lamong oleh Sunan Giri IV atau Sunan Prapen sebagai Adipati pertama Lamongan.

“Kenapa harus kita peringati setiap tahunnya? Tentu ini mengingatkan kepada kita semua, bahwa kita semua diberikan amanah untuk memimpin di Kabupaten Lamongan, untuk memimpin masyarakat di sekitarnya, untuk memimpin keluarga-keluarganya, untuk memimpin diri sendiri. Artinya kita harus amanah terhadap apa yang dipimpinnya,” ujar Kaji Yes.

Ia menilai nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan para leluhur harus terus dijaga, dan dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Jati Diri Lamongan Diminta Tetap Dijaga

Selain menjadi pengingat sejarah, peringatan HJL ke-457 juga disebut sebagai momentum memperkuat jati diri masyarakat Lamongan, di tengah derasnya arus perubahan sosial dan budaya akibat perkembangan teknologi informasi.

Menurut Kaji Yes, masyarakat Lamongan memiliki karakter santun, penuh keteladanan, serta menjunjung tinggi budaya lokal yang harus terus dipertahankan.

“Kita harus membuat jati diri kita agar tidak berubah karena perubahan sosial, karena arus budaya asing, dan arus budaya-budaya lainnya, sebagai akibat teknologi informasi yang semakin berkembang. Untuk itu terus kita kuatkan jati diri sebagai masyarakat Lamongan, sebagai masyarakat Jawa, dan juga sebagai masyarakat Indonesia yang kita cintai ini,” katanya.

Berikut pesan yang disampaikan dalam momentum Hari Jadi Lamongan:

  • Menjaga amanah kepemimpinan
  • Menguatkan budaya lokal dan jati diri daerah
  • Menjaga nilai keteladanan para leluhur
  • Memperkuat kebersamaan masyarakat Lamongan

HJL Jadi Momentum Bangun Lamongan Lebih Maju

Kaji Yes berharap, peringatan Hari Jadi Lamongan ke-457 mampu memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun daerah.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HJL sebagai refleksi bersama demi mewujudkan Lamongan yang semakin maju, damai dan sejahtera.

“Mudah-mudahan kita senantiasa dengan peringatan Hari Jadi ini, kita terus berkomitmen, siapa pun kita punya tanggung jawab untuk menjadikan Lamongan ini semakin megilan, semakin jaya dan selalu menjadikan kesejukan, kedamaian serta kesejahteraan bagi seluruh warganya,” imbuhnya.

Tradisi ziarah leluhur sendiri telah menjadi bagian penting dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan setiap tahun. Selain mengenang jasa para pendiri daerah, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda, agar tidak melupakan akar budaya dan perjuangan para pendahulu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.