Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Terendam Paling Parah
Dian Anditya Mutiara May 25, 2026 12:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --  Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (24/5/2026) menyebabkan banjir di sejumlah kawasan Jakarta Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat sebanyak 26 rukun tetangga (RT) masih terendam banjir hingga Senin (25/5/2026) pagi.

Wilayah terdampak paling parah berada di Kelurahan Kampung Melayu dengan total 16 RT tergenang.

Selain itu, banjir juga merendam tujuh RT di Kelurahan Cawang, satu RT di Kelurahan Cililitan, dan dua RT di Kelurahan Bidara Cina.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan banjir dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan kenaikan tinggi muka air di sejumlah pintu air dan pos pemantauan.

Baca juga: Mitigasi Banjir Jadi Prioritas, Kawasan Hunian di Parung Panjang Perkuat Infrastruktur Drainase

“Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu, 24 Mei 2026 menyebabkan kenaikan Tinggi Muka Air Bendung Katulampa menjadi Siaga 3 pukul 18.00 WIB, Pos Angke Hulu Siaga 3 pukul 18.00 WIB, Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2 pukul 21.00 WIB, serta Pos Depok Siaga 3 pukul 21.00 WIB,” kata Marulitua dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

BPBD juga mencatat banjir di tiga RT di Kelurahan Pejaten Timur telah surut.

Untuk menangani genangan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel ke sejumlah titik banjir guna memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Petugas melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal bersama lurah serta camat setempat. BPBD juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.

“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” ujar Marulitua.

Potensi Genangan Susulan

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam tanpa biaya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek, Sabtu (23/5/2026) mulai pukul 16.50 WIB. 

"Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," bunyi keterangan resmi lembaga dari laman resmi mereka.

Baca juga: Bertahun-tahun Tak Kunjung Tuntas, Ketua DPRD Depok Desak Penanganan Banjir di Cipayung

Cuaca buruk berpotensi melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.

Guyuran hujan diprakirakan pertama kali mengguyur Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi sebelum meluas ke wilayah Jakarta.

Wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masuk dalam zona perluasan dampak cuaca buruk akhir pekan ini.

Deretan kawasannya mencakup kecamatan Tebet, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Pancoran, dan Jagakarsa di Jakarta Selatan. Kemudian Jatinegara, Kramatjati, Pasar Rebo, Duren Sawit, Makasar, Ciracas, dan Cipayung di Jakarta Timur.

Kondisi ini patut diwaspadai lantaran bertepatan dengan jam sore hari, saat warga Jakarta biasanya mulai banyak beraktivitas di luar ruangan untuk menikmati akhir pekan. 

Hujan deras di kawasan hulu seperti Bogor dan Bekasi juga berpotensi memicu kiriman air ke sungai-sungai yang melintasi Jakarta, termasuk Sungai Ciliwung, sehingga ancaman banjir dan genangan di wilayah terdampak perlu diantisipasi sejak dini.

Warga yang berada di wilayah terdampak disarankan untuk menunda perjalanan atau segera mencari tempat berlindung sebelum pukul 17.00 WIB.(m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.