Biasanya mereka memanfaatkan hari pasar karena perlintasan ramai, ada ojek dan aktivitas masyarakat yang meningkat

Jayapura (ANTARA) - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas pelintas dan kendaraan pada hari pasar guna mencegah penyelundupan ganja dari Papua Nugini (PNG) ke wilayah Indonesia.

Kepala PLBN Skouw Ni Luh Puspa Jayaningsih di Jayapura Senin, mengatakan peningkatan pengawasan dilakukan karena hari pasar dinilai rawan dimanfaatkan pelaku untuk menyelundupkan barang terlarang di tengah tingginya aktivitas masyarakat di kawasan perbatasan.

“Biasanya mereka memanfaatkan hari pasar karena perlintasan ramai, ada ojek dan aktivitas masyarakat yang meningkat,” katanya.

Seperti baru-baru ini, kata Puspa, petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ganja seberat lebih dari dua kilogram yang dibawa melalui jalur resmi PLBN Skouw oleh warga PNG.

"Saat petugas keamanan bersama Bea Cukai melakukan pemeriksaan barang bawaan, pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan paket ganja tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan saat hari pasar di kawasan perbatasan RI-PNG jumlah pelintas mencapai lebih dari 1.000 hingga 2.000 orang per hari dengan jadwal seminggu dua kali. Dan sebagian besar warga PNG yang melintas datang untuk berbelanja di pasar perbatasan menggunakan dokumen manifes.

"Oleh karena itu kami bersama instansi terkait terus memperketat pengawasan jalur lintas batas negara tersebut agar tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang dilarang," katanya lagi.

Dia menambahkan, sebelumnya jalur penyelundupan narkotika lebih sering dilakukan melalui jalur tidak resmi atau jalur laut, namun karena keamanan telah diperketat kini pelaku melewati pintu resmi perlintasan.

"Karena itu, kami bersama Bea Cukai, Imigrasi dan aparat keamanan lainnya meningkatkan pemeriksaan terhadap seluruh pelintas dan kendaraan yang masuk melalui PLBN Skouw," ujarnya.