TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sinjai, Andi Tenri Rawe angkat bicara terkait dugaan penggunaan kendaraan dinas desa oleh anak Kepala Desa Bonto Sinala.
Andi Tenri Rawe mengaku sudah konfirmasi kepada Kepala Desa Bonto Sinala, Agus terkait penggunaan kendaraan dinas tersebut.
“Sudah dikonfirmasi pak desa, menurutnya memang dipakai adiknya untuk antar anaknya karena motornya rusak,” kata Andi Tenri Rawe kepada Tribun-Timur, Senin (25/5/2026).
Meski demikian, pihak PMD Sinjai mengaku akan melakukan pembinaan agar penggunaan fasilitas desa tidak terulang kembali di luar kepentingan pelayanan masyarakat.
“Tentu kita lakukan pembinaan supaya ini tidak diulang kembali dan berhati hati menggunakan fasilitas layanan,” ujarnya.
Sebelumnya, warga Desa Bonto Sinala menyoroti dugaan penyalahgunaan fasilitas desa setelah anak kepala desa berinisial AN disebut kerap menggunakan kendaraan dinas untuk pergi ke sekolah.
Warga setempat bernama Riswan mengatakan AN diduga menggunakan mobil maupun motor dinas desa hampir setiap hari untuk aktivitas sekolah.
AN diketahui merupakan pelajar kelas satu di SMA Negeri 8 Borong.
“Hampir setiap hari AN menggunakan motor atau mobil dinas Desa Bonto,” kata Riswan kepada Tribun-Timur.
Menurut Riswan, kendaraan dinas seharusnya digunakan untuk menunjang pelayanan masyarakat, bukan dipakai layaknya kendaraan pribadi.
“Kami sayangkan tindakan tersebut padahal fasilitas tersebut diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat desa setempat,” ujarnya.
Warga lainnya, Suardi mengaku penggunaan kendaraan dinas desa oleh anak kepala desa sudah lama menjadi perhatian masyarakat.
“Sudah beberapa warga yang memberikan teguran kepada pihak terkait, namun penggunaan kendaraan dinas desa tetap terus berlangsung,” katanya.
Suardi berharap pemerintah menindaklanjuti persoalan tersebut demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.
“Kami berharap masalah ini diproses baik. Jika tidak ditindaklanjuti, kami berencana melakukan demonstrasi,” ujarnya. (*)