TRIBUNKALTIM.CO - Penantian panjang dan berliku Arsenal akhirnya berujung manis lewat raihan gelar juara Liga Inggris 2025/2026.
Langkah Arsenal menuju podium juara Liga Inggris sebenarnya sempat dihantui oleh momen-momen yang amat menegangkan, terutama saat jumlah perolehan poin mereka berhasil disamai oleh sang rival terberat, Manchester City, pada pekan ke-33.
Namun hebatnya, Arsenal tidak panik.
Baca juga: Skuad Timnas Inggris Piala Dunia 2026 Diumumkan, 4 Pemain Arsenal Dipanggil Thomas Tuchel
Mereka justru mampu membalikkan momentum psikologis tersebut dan tampil jauh lebih konsisten dalam menyapu bersih kemenangan hingga laga pemungkas di akhir musim.
Kemenangan tipis atas Crystal Palace dengan skor 1-2 di pekan terakhir yang berlangsung di Selhurst Park, Minggu (24/5/2026) tadi malam menjadi penutup yang sempurna bagi perjalanan fantastis Arsenal musim ini.
Merujuk pada papan klasemen akhir Liga Inggris musim ini, Arsenal berhak bertengger di posisi puncak dan menjadi juara setelah sukses mengumpulkan total 85 poin dari 38 pertandingan yang telah dimainkan.
Catatan impresif berupa 25 kali kemenangan, 7 kali hasil imbang, dan hanya menelan 5 kali kekalahan menjadi warna utama yang menghiasi perjalanan hebat Arsenal di Liga Inggris musim ini.
Tak hanya itu, catatan produktivitas dengan membukukan 71 gol dan hanya kebobolan 27 gol menjadi rapor mentereng yang menggambarkan betapa seimbangnya lini serang sekaligus lini pertahanan Arsenal sebagai sang juara baru.
Dengan hasil akhir tersebut, Arsenal pun berhak unggul cukup jauh yakni tujuh angka dari Manchester City yang harus rela menyudahi musim sebagai runner-up dengan koleksi 78 poin.
Posisi mereka disusul oleh Manchester United (71 poin) yang mengunci peringkat ketiga klasemen, serta Aston Villa (65 poin) yang berhak mengamankan posisi keempat.
Keberhasilan Arsenal dalam merengkuh gelar juara kasta tertinggi musim ini terasa begitu istimewa dan emosional bagi seluruh publik Emirates Stadium.
Baca juga: Manchester City Terpeleset, Arsenal Resmi Juara Liga Inggris 2025/26, Penantian 22 Tahun The Gunners
Bagaimana tidak, Arsenal seakan mampu menghapus memori kelam berupa kegagalan beruntun setelah mereka hanya bisa finis sebagai runner-up dalam tiga musim terakhir secara berturut-turut.
Selain itu, kesuksesan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang serta dahaga gelar juara selama 22 tahun lamanya, di mana klub London Utara ini tidak pernah lagi mengangkat trofi liga sejak terakhir kali meraihnya pada tahun 2004 silam di era keemasan The Invincibles.
Bagi sang juru taktik, Mikel Arteta, keberhasilan ini juga menempatkan namanya dalam jajaran pelatih elit.
Keberhasilan Arsenal dalam memenangkan trofi liga domestik musim ini tentu saja tidak bisa dilepaskan begitu saja dari berbagai statistik mentereng yang mereka torehkan di atas lapangan hijau.
Terdapat beberapa statistik kunci yang membuat tim asal London Utara itu benar-benar sangat layak untuk mendeklarasikan diri sebagai penguasa tertinggi kompetisi.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah statistik kebersihan tim Arsenal yang sama sekali tidak pernah mendapatkan kartu merah sepanjang musim ini.
Ya, sejak bergulirnya kompetisi dari pekan pertama hingga pekan terakhir semalam, tidak ada satupun pemain Arsenal yang mendapatkan hadiah kartu merah dari kantong wasit.
Tak sekadar bersih dari kartu merah saja, lini belakang Arsenal juga tercatat tidak pernah melakukan pelanggaran fatal di dalam kotak terlarang yang berbuah hadiah penalti untuk tim lawan di musim ini.
Baca juga: Klasemen Arsenal vs Burnley, The Gunners Tunggu Hasil Man City untuk Angkat Trofi Liga Inggris
Catatan ini menunjukkan tingkat kedisiplinan serta ketenangan yang luar biasa yang ditunjukkan oleh skuad Arsenal dalam mengarungi ketatnya kompetisi musim ini.
Fakta bahwa Arsenal kerapkali dirugikan oleh keputusan kartu merah pada musim-musim sebelumnya tampaknya sudah dipelajari dan dievaluasi dengan sangat baik oleh Mikel Arteta agar hal merugikan tersebut tidak kembali terulang musim ini.
Benar saja, sepanjang musim ini bergulir, Arsenal tidak pernah sekalipun berada dalam situasi rumit atau kalah jumlah pemain dalam sebuah pertandingan akibat hukuman kartu merah.
Dilansir dari data Opta, dengan catatan ajaib ini, Arsenal pun berhak menyandang predikat sangat elit sebagai juara Liga Inggris pertama dalam sejarah sejarah kompetisi yang mampu menyudahi musim tanpa pernah mendapat kartu merah dari wasit, sekaligus tidak pernah memberikan hadiah penalti ke tim lawan akibat sebuah pelanggaran.
Selain faktor tingkat kedisiplinan skuad yang luar biasa, Arsenal juga sangat layak dinobatkan sebagai jawara sejati karena mereka menjadi tim dengan pertahanan terbaik yang paling sedikit kebobolan gol.
Sepanjang kompetisi yang ketat ini, gawang Arsenal yang musim ini dikawal dengan sangat apik oleh kiper David Raya tercatat hanya bisa kebobolan sebanyak 26 gol saja dari total 38 laga yang dijalani.
Catatan fantastis berupa 19 kali clean sheet alias pertandingan tanpa kebobolan seakan makin membuktikan bahwa performa lini belakang Arsenal musim ini benar-benar tangguh dan bukan kaleng-kaleng.
Setiap pemain Arsenal di atas lapangan seakan terlihat selalu siap tampil mati-matian dan mengorbankan tubuh mereka hanya untuk melindungi area gawang sendiri dari ancaman kebobolan.
Baca juga: Susunan Pemain Arsenal vs Burnley, The Gunners Bisa Kunci Gelar Juara Liga Inggris
Kekompakan, kesolidan, serta komunikasi yang intim di antara para pemain belakang Arsenal dalam urusan bertahan ini pada akhirnya menjadi kunci paling penting bagi mereka untuk memenangkan gelar juara musim ini.
Di sisi lain, produktivitas lini serang Arsenal yang sukses menyentuh angka 71 gol alias menjadi tim tertajam kedua di liga, juga memegang peran kunci yang tidak kalah krusial.
Hal hebat ini bisa terjadi karena sumber pundi-pundi gol milik Arsenal musim ini berhasil dihasilkan oleh para pemain mereka sendiri dari berbagai posisi manapun di lapangan.
Seakan tidak peduli apa posisi bermain dari pemain tersebut, setiap penggawa Arsenal seakan menanamkan tanggung jawab besar di dalam diri mereka untuk mencetak gol ketika momentum dan situasinya terbuka lebar.
Maka dari itu, tidak mengherankan jika Arsenal menunjukkan tingkat kolektivitas yang sangat luar biasa dalam urusan membobol gawang lawan.
Nama-nama pemain dengan karakteristik berbeda seperti Viktor Gyokeres, Leandro Trossard, Martin Zubimendi, bek tengah Gabriel Magalhaes, bahkan pemain muda seperti Max Dowman tercatat pernah menghiasi papan skor sebagai pencetak gol musim ini.
Ketidaktergantungan skuad Arsenal terhadap satu atau dua pemain tertentu saja dalam urusan mencetak gol inilah yang pada akhirnya membuat daya ledak serta skema serangan mereka menjadi sangat sulit dibaca dan ditebak oleh tim lawan.
Menariknya lagi, hampir sebagian besar dari total gol yang berhasil dicetak oleh Arsenal musim ini lahir dan dihasilkan lewat pemanfaatan situasi bola mati (set piece), terutama melalui skema sepak pojok yang mematikan.
Di sisi lain, kondisi kolektif inilah yang menyebabkan Arsenal tidak memiliki banyak nama pemain yang bertengger di jajaran atas top skor Liga Inggris musim ini.
Hal ini terjadi karena Arsenal benar-benar hanya mengandalkan kerja sama tim serta kolektivitas penuh dalam mengarungi kompetisi musim ini, hingga akhirnya mereka berhasil keluar sebagai yang terbaik dan memenangkan gelar juara di akhir turnamen. (*)